Ancaman El Nino 2026, Pemkab Bandung Barat Siapkan Strategi Air

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
Bandung Barat Siaga El Nino 2026, Air Jadi Penentu Nasib Ketahanan Pangan

Jbnews.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi memicu musim kemarau panjang pada 2026. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bandung Barat, Lukman Nurhakim, menegaskan bahwa meskipun fenomena ini bukan hal baru, kesiapan dan strategi matang tetap diperlukan untuk menekan dampaknya terhadap sektor pertanian.

“Persoalan ini besar, tetapi dampaknya harus bisa ditekan. Saat ini teknologi semakin berkembang, termasuk prediksi cuaca dari BMKG, sehingga petani bisa lebih siap,” ujar Lukman, Kamis (23/4/2026). Prediksi menunjukkan bahwa kekeringan diperkirakan berlangsung hingga November, berpotensi menekan produktivitas, khususnya pada komoditas padi.

Meski menghadapi ancaman iklim, Lukman menyebut Bandung Barat masih mencatat surplus pangan. Produksi pertanian dinilai mampu melampaui kebutuhan masyarakat setempat. Namun, tantangan muncul pada distribusi hasil panen, mengingat sebagian produksi juga dipasok ke wilayah sekitar seperti Kota Bandung dan Cimahi. Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkab telah membuka Kios Pangan sebagai upaya menekan harga dan mendukung petani.

Menurut Lukman, faktor kunci dalam keberhasilan pertanian adalah ketersediaan air. “Selain benih, pupuk, dan biaya produksi, kunci keberhasilan pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air,” jelasnya. Hal ini menjadi dasar bagi Pemkab Bandung Barat untuk menyiapkan langkah strategis menghadapi potensi krisis.

Langkah Strategis Pemkab Bandung Barat

Untuk menghadapi potensi krisis kekeringan, Pemkab Bandung Barat menyiapkan berbagai langkah strategis. Di antaranya pengembangan irigasi perpompaan dari sumber air permukaan dan air tanah, pembangunan jaringan irigasi perpipaan, pembuatan embung sebagai penampung air hujan, pembangunan dam parit, hingga optimalisasi pompa air yang sudah tersedia.

Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian selama musim kemarau panjang. Inisiatif serupa juga dilakukan di daerah lain, seperti upaya Tekan Inflasi yang dilakukan oleh Wabup Tangerang melalui program GASPOL.

Dengan strategi ini, Pemkab Bandung Barat berharap dapat meminimalkan dampak El Nino terhadap produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut. Keberhasilan langkah ini akan sangat bergantung pada implementasi di lapangan dan koordinasi dengan petani serta instansi terkait.

Sementara itu, di sektor lain, pemerintah juga terus memantau kondisi sosial, termasuk insiden Keracunan Siswa di Karawang yang menyebabkan penutupan SPPG. Semua upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan di tahun 2026.

Implikasi dari strategi air ini akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, saat musim kemarau diprediksi mencapai puncaknya. Masyarakat dan petani di Bandung Barat diharapkan dapat memanfaatkan infrastruktur yang disiapkan untuk menjaga produktivitas pertanian.