Kernet Tewas Terlindas Truk Saat Rem Blong di Ciputat

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
ilustrasi rem blong truk ciputat

Jbnews.id – Seorang kernet truk pengangkut sapi tewas setelah terjatuh dan terlindas kendaraannya sendiri saat rem truk mengalami blong di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (23/4/2026). Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di jalan raya.

Korban diketahui bernama Andi (32), warga asal Jawa Tengah. Ia bertugas sebagai kernet truk yang mengangkut puluhan ekor sapi dari Pelabuhan Merak menuju Jakarta. Saat melintasi jalan menurun di Ciputat, sopir truk, Budi (40), kehilangan kendali karena sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi.

“Sopir berteriak memberitahu kernet bahwa rem blong. Korban panik dan mencoba melompat dari kabin, tetapi nahas ia jatuh ke aspal dan langsung terlindas ban belakang truk,” ujar Kasatlantas Polres Tangerang Selatan, AKBP Dwi Susanto, kepada wartawan di lokasi kejadian.

Kronologi kejadian bermula saat truk bernomor polisi B-9876-XY melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di Jalan Raya Ciputat yang memiliki kemiringan curam, sopir menyadari pedal rem tidak lagi memberikan perlawanan. Truk terus melaju dengan kecepatan tinggi.

Dalam situasi genting itu, kernet yang duduk di kursi penumpang memutuskan melompat. Namun, posisi truk yang sudah tidak stabil membuatnya jatuh tepat di jalur roda belakang. Korban meninggal di tempat akibat luka parah di bagian kepala dan dada.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD Ciputat. Sementara itu, sopir truk berhasil mengarahkan kendaraan ke bahu jalan hingga akhirnya berhenti setelah menabrak pembatas trotoar. Tidak ada korban lain dalam insiden ini.

Penyidikan Awal dan Dugaan Kelalaian

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti rem blong. Dugaan sementara, faktor kelelahan sistem pengereman akibat beban berlebih dan medan menurun menjadi pemicu utama. Truk pengangkut sapi diketahui membawa muatan melebihi kapasitas maksimal yang diizinkan.

“Kami akan memeriksa kondisi rem, riwayat perawatan, dan surat uji KIR kendaraan. Jika ditemukan unsur kelalaian, sopir dan pemilik perusahaan angkutan bisa dijerat pasal pidana,” tegas AKBP Dwi Susanto.

Kasus ini mengingatkan pada Kecelakaan Maut Truk di Probolinggo beberapa waktu lalu, yang juga dipicu oleh uji KIR kedaluwarsa. Pola kecelakaan serupa menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kelayakan jalan kendaraan angkutan barang.

Pemeriksaan awal menunjukkan truk tersebut terakhir menjalani uji KIR pada awal 2025. Artinya, masa berlaku surat izin operasional kendaraan sudah habis selama lebih dari satu tahun. Temuan ini memperkuat dugaan pelanggaran administratif oleh perusahaan angkutan.

Perusahaan truk pengangkut sapi itu, CV Sumber Makmur Sejahtera, belum memberikan pernyataan resmi. Namun, pihak kepolisian telah memanggil manajemen perusahaan untuk dimintai keterangan terkait prosedur keselamatan operasional.

Dampak dan Imbauan Keselamatan

Kecelakaan ini menyoroti kembali pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan angkutan barang. Data dari Korlantas Polri menunjukkan bahwa kecelakaan akibat rem blong menyumbang sekitar 15 persen dari total kecelakaan truk di Indonesia setiap tahunnya.

Pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya memperkuat pengaturan keselamatan kerja. Misalnya, Pemkab Lebak Perkuat Pengawasan terhadap berbagai program publik. Namun, pengawasan terhadap angkutan barang masih menjadi titik lemah.

Di sisi lain, Bupati Terbitkan SE yang mewajibkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja. Kebijakan itu diharapkan dapat melindungi pekerja transportasi seperti kernet yang rentan mengalami kecelakaan.

Kecelakaan di Ciputat juga menjadi pengingat bagi pengemudi truk untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh, terutama saat membawa muatan berat. Rem blong seringkali tidak memberikan tanda awal yang jelas.

Polisi mengimbau perusahaan angkutan untuk tidak mengabaikan jadwal perawatan kendaraan. Penggunaan rem tambahan atau engine brake pada medan menurun juga sangat disarankan untuk mengurangi beban kerja sistem rem utama.

Jenazah korban telah dibawa ke kampung halamannya di Jawa Tengah untuk dimakamkan. Keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah, namun berharap ada tindakan tegas terhadap pihak yang lalai.

Kepolisian hingga berita ini diturunkan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil penyelidikan diharapkan rampung dalam waktu dekat untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan akibat rem blong di Indonesia. Data Kementerian Perhubungan mencatat, sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, setidaknya 47 insiden serupa terjadi di berbagai daerah. Sebagian besar melibatkan truk pengangkut barang berat.

Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Dr. Agus Pramono, menilai kasus ini menunjukkan kegagalan sistem pengawasan kendaraan angkutan. “Uji KIR bukan sekadar formalitas. Harus ada sanksi berat bagi perusahaan yang melanggar,” ujarnya.

Sementara itu, Investor Dubai Incar Potensi ekonomi di berbagai daerah, termasuk sektor logistik. Kondisi keselamatan transportasi yang buruk bisa menjadi hambatan investasi di sektor ini.

Di sisi lain, inovasi seperti Kios Pangan Bandung Barat menunjukkan bahwa solusi cerdas bisa diterapkan untuk mengatasi masalah distribusi. Pendekatan serupa perlu dilakukan untuk aspek keselamatan angkutan barang.

Polres Tangerang Selatan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait kecelakaan ini untuk melapor ke kantor polisi terdekat. Informasi dari saksi mata sangat membantu proses penyidikan.

Kecelakaan ini juga memicu diskusi di media sosial tentang perlunya jalur khusus untuk truk di jalan menurun. Banyak warganet menyesalkan kondisi jalan di Ciputat yang dinilai rawan kecelakaan bagi kendaraan besar.

Pihak Dinas Perhubungan Tangerang Selatan berjanji akan mengevaluasi titik-titik rawan kecelakaan, termasuk di kawasan Ciputat. Pemasangan rambu peringatan dan jalur darurat untuk truk akan menjadi prioritas.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Baik pengemudi, perusahaan angkutan, maupun pemerintah harus berperan aktif untuk mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.

Hingga berita ini ditulis, truk pengangkut sapi tersebut masih diamankan di kantor Unit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.