BNI Berdayakan 430 Perempuan NTT Lewat Program Anyaman Lontar

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
BNI memberdayakan perempuan pengrajin anyaman daun lontar di Pulau Solor, Nusa Tenggara Timur

Jbnews.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melaporkan program pemberdayaan perempuan ‘Menganyam Kebaikan untuk Indonesia’ telah menjangkau lebih dari 430 pengrajin anyaman daun lontar di Pulau Solor, Flores Timur, NTT. Program yang berjalan sejak September 2024 ini berfokus pada peningkatan kualitas produk dan kesejahteraan ekonomi.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan, inisiatif ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang mencakup pelatihan produksi, penguatan kelembagaan, hingga edukasi kesehatan. “Melalui program Menganyam Kebaikan untuk Indonesia, BNI ingin menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi perempuan, khususnya di wilayah 3T,” ujar Okki dalam keterangan resmi.

Wilayah Pulau Solor memiliki keterbatasan lahan produktif, namun menyimpan potensi ekonomi dari kerajinan anyaman daun lontar yang diwariskan turun-temurun. Mayoritas pengrajin adalah ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, namun menghadapi kendala akses pasar, standar kualitas, dan literasi keuangan.

BNI berkolaborasi dengan Yayasan Du Anyam untuk membangun ekosistem pemberdayaan terintegrasi. Hasil kolaborasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 79% produk anyaman kini masuk kategori kualitas tinggi.

Selain peningkatan kapasitas usaha, BNI membangun infrastruktur pendukung berupa Rumah Anyam di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan, yang berfungsi sebagai pusat pelatihan dan produksi. Perseroan juga membangun akses air bersih melalui pipanisasi dengan 30 titik kran yang dimanfaatkan oleh 263 kepala keluarga.

Di aspek sosial, BNI berkontribusi dalam penanganan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 98 balita selama 14 hari. Intervensi ini berhasil menurunkan angka masalah gizi buruk sebesar 10,20%.

Untuk memastikan keberlanjutan, BNI memfasilitasi pembentukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Ina Senaren. “Melalui koperasi ini, para perempuan tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola bisnis, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan layanan keuangan formal,” tambah Okki Rushartomo.

Program ini mencerminkan pendekatan menyeluruh BNI dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Upaya tersebut memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal di wilayah tertinggal.