JBNews.id — Xreal resmi membuka reservasi untuk kacamata augmented reality (AR) terbarunya, Xreal Aura, hasil kolaborasi dengan Google. Perangkat yang merupakan perangkat Android XR kedua setelah Samsung Galaxy XR ini bisa dipesan dengan uang muka USD 99 atau sekitar Rp 1,5 juta mulai hari ini.
Reservasi awal ini berlaku untuk peluncuran penuh yang dijadwalkan pada musim gugur 2026 di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Kanada, dan Korea Selatan. Xreal Aura mengikuti jejak headset Samsung Galaxy XR yang merupakan perangkat pertama bertenaga Android XR dan telah diluncurkan dengan harga USD 1.799 pada Oktober 2025.
Detail Reservasi dan Harga
Meskipun harga final Xreal Aura belum diumumkan, Google sebelumnya menggambarkan perangkat ini sebagai “headset yang menyamar sebagai kacamata”. Yang jelas, Best Buy akan menjadi mitra ritel pertama di toko fisik saat perangkat tersedia secara komersial.
Xreal juga menawarkan insentif menarik bagi konsumen yang melakukan reservasi dalam dua minggu pertama. Mereka akan menerima kredit sebesar USD 199 untuk pembelian nanti, yang secara efektif memberikan diskon USD 100 dari harga akhir. Skema deposit ini menjadi strategi pemasaran yang cerdas untuk membangun basis pelanggan awal.
Dalam perkembangan industri teknologi, strategi pemasaran seperti ini juga diterapkan oleh berbagai perusahaan. Barantum Raih Rating 4,9/5 di Google Bisnis menunjukkan bagaimana kepercayaan konsumen menjadi kunci sukses produk teknologi.
Spesifikasi dan Performa
Dari spesifikasi yang terungkap, Xreal Aura memiliki bobot di bawah 95 gram, menjadikannya salah satu perangkat AR paling ringan di kelasnya. Kacamata ini ditenagai oleh chip Snapdragon Reality Elite terbaru dari Qualcomm, platform XR terkini yang dirancang khusus untuk perangkat realitas tertambah.
Chip ini, yang dikombinasikan dengan sistem operasi Android XR buatan Google, bertujuan untuk memenuhi tuntutan akan “pengalaman imersif yang lebih baik, performa lebih tinggi, kecerdasan lebih besar, dan optimalisasi daya yang lebih baik,” menurut pernyataan Ziad Asghar, kepala divisi XR Qualcomm.
Kombinasi hardware dan software ini menjanjikan pengalaman AR yang mulus dan responsif. Dengan bobot yang ringan, pengguna bisa memakai kacamata ini dalam waktu lama tanpa merasa tidak nyaman. Ini menjadi faktor penting untuk adopsi massal perangkat AR yang selama ini terkendala oleh ukuran dan berat perangkat.
Baca Juga:
Peluncuran di Augmented World Expo
Informasi lebih detail mengenai peluncuran Xreal Aura kemungkinan akan terungkap setelah Xreal memamerkan kacamatanya di Augmented World Expo (AWE) yang berlangsung pada 15-18 Juni 2026 di Long Beach, California. Acara ini menjadi panggung penting bagi Xreal untuk menunjukkan kemampuan perangkatnya kepada publik dan pengamat industri.
AWE merupakan salah satu konferensi terbesar untuk industri realitas tertambah, sehingga kehadiran Xreal di sana menunjukkan keseriusan mereka dalam memasuki pasar konsumen. Para pengamat teknologi akan mencermati setiap detail yang diungkapkan dalam acara tersebut, termasuk kemungkinan harga final dan ketersediaan di pasar global.
Dalam konteks yang lebih luas, persaingan di pasar perangkat wearable dan AR semakin ketat. ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna menunjukkan bagaimana adopsi teknologi baru bisa meledak jika produknya tepat sasaran.
Implikasi untuk Pasar AR
Peluncuran Xreal Aura menandai langkah maju yang signifikan dalam ekosistem Android XR. Setelah Samsung Galaxy XR yang lebih mahal dan berbentuk headset, Xreal Aura menawarkan form factor yang lebih ringan dan mungkin lebih terjangkau. Ini bisa menjadi kunci untuk mendorong adopsi AR di kalangan konsumen umum.
Kemitraan dengan Google memberikan Xreal akses ke ekosistem Android yang luas, termasuk ribuan aplikasi yang sudah ada. Sementara itu, Qualcomm dengan chip Snapdragon Reality Elite-nya menyediakan fondasi hardware yang mumpuni untuk pengalaman AR yang imersif.
Bagi konsumen, kehadiran Xreal Aura berarti mereka memiliki pilihan lebih dalam memilih perangkat AR. Jika Samsung Galaxy XR menargetkan pengguna profesional dengan harga premium, Xreal Aura tampaknya menyasar segmen yang lebih luas dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Namun, masih ada pertanyaan yang belum terjawab, terutama soal harga final dan ketersediaan di luar lima negara awal. Pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum disebutkan dalam rencana peluncuran perdana. Ini berarti konsumen di kawasan ini mungkin harus menunggu lebih lama untuk bisa mendapatkan perangkat ini.
Dengan bobot di bawah 95 gram dan performa yang didukung chip terbaru Qualcomm, Xreal Aura berpotensi menjadi game changer di pasar AR. Pertanyaannya sekarang, apakah konsumen siap mengadopsi teknologi ini secara massal? Jawabannya mungkin akan terungkap setelah peluncuran resmi pada musim gugur 2026 nanti.
Sementara itu, perkembangan di industri teknologi terus berlangsung. Mahasiswa Stanford Boikot pidato CEO Google Sundar Pichai menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar juga menghadapi tantangan dari berbagai sisi.
Bagi para penggemar teknologi dan early adopter, Xreal Aura menawarkan prospek yang menarik. Dengan harga reservasi yang terjangkau dan insentif kredit USD 199, ini bisa menjadi kesempatan untuk menjadi salah satu pengguna pertama perangkat AR generasi baru yang didukung penuh oleh ekosistem Google.




