X Luncurkan Editor Video Baru untuk Atasi Konten Daur Ulang

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Tampilan antarmuka editor video baru X dengan fitur layar hijau
  • X meluncurkan editor dan perekam video baru dalam aplikasi untuk atasi konten daur ulang
  • Video menyumbang hampir setengah total impresi di platform X
  • Fitur baru termasuk teks takarir multi-bahasa, layar hijau, dan pemotong video
  • X akan mengalokasikan impresi dari konten curian ke kreator asli
  • Kreator yang tidak posting konten daur ulang akan naik lebih cepat
  • Langkah ini bagian dari upaya X memberantas praktik agregator konten

JBNews.id — Platform media sosial X meluncurkan editor dan perekam video baru dalam aplikasi sebagai langkah strategis untuk menekan maraknya konten daur ulang yang mendominasi unggahan pengguna. Kepala Produk X, Nikita Bier, mengumumkan fitur ini pada Senin (Juni 2026) setelah mengidentifikasi bahwa video dari akun-akun besar kerap merupakan hasil curian dari pengguna lain, bahkan hingga lima tahun setelah video asli viral.

Dominasi Video dan Masalah Konten Daur Ulang

Dalam pernyataannya, Bier mengungkapkan bahwa video kini menyumbang hampir setengah dari total impresi di X. Namun, ia menyoroti praktik tidak sehat di mana banyak akun besar mengunggah ulang konten milik pengguna lain tanpa izin. “Banyak video dari akun-akun top hanyalah hasil curian dari pengguna lain, kadang-kadang lima tahun setelah video itu viral,” tulis Bier. Kondisi ini mendorong X untuk menghadirkan solusi teknis agar platform dapat memproduksi konten orisinal yang tidak tersedia di platform lain.

Fitur Unggulan Editor Video Baru

Berdasarkan laporan TechCrunch, alat video baru ini sudah tersedia di aplikasi X versi iOS. Beberapa fitur utama yang ditawarkan meliputi opsi untuk menambahkan teks takarir dalam berbagai bahasa serta fitur “layar hijau” yang memungkinkan pengguna menambahkan latar belakang kustom menggunakan unggahan atau foto dari rol kamera. Video demonstrasi yang disertakan dalam unggahan Bier juga menunjukkan alat pemotong video dan opsi untuk menghasilkan teks takarir secara otomatis.

Fitur layar hijau ini memiliki kemiripan dengan fitur serupa yang sudah lama tersedia di Instagram dan TikTok, menunjukkan bahwa X mengadopsi pendekatan yang sudah terbukti populer di kalangan kreator konten.

Dampak pada Kreator dan Sistem Revenue Share

Peluncuran alat video ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan X untuk mendorong lebih banyak pengguna mengunggah konten orisinal. Sebelumnya pada Mei 2026, Bier mengumumkan bahwa timnya telah mengidentifikasi “sejumlah akun besar” yang secara terprogram mengunggah ulang konten dari pengguna lain untuk memanipulasi program bagi hasil pendapatan X. X berkomitmen untuk mengalokasikan impresi dari unggahan tersebut kepada kreator asli.

Pada April 2026, Bier juga mengumumkan bahwa X mulai memangkas pembayaran kepada “aggregator” yang membagikan “unggahan curian dan clickbait.” Kini, dengan adanya alat video baru, Bier menegaskan bahwa kreator yang tidak mengunggah konten daur ulang “akan naik lebih cepat dibandingkan akun lain.”

Implikasi bagi Ekosistem Konten

Langkah X ini menunjukkan pergeseran strategi platform dalam menangani masalah konten daur ulang yang sudah lama menjadi keluhan kreator orisinal. Dengan memberikan insentif berupa pertumbuhan akun yang lebih cepat dan pemotongan pendapatan bagi aggregator, X berusaha menciptakan ekosistem yang lebih adil bagi kreator konten asli.

Bagi pengguna biasa, fitur ini berarti mereka akan melihat lebih banyak konten segar dan orisinal di linimasa, bukan unggahan ulang yang sudah beredar di platform lain. Sementara itu, kreator konten mendapatkan alat baru untuk memproduksi video berkualitas langsung dari aplikasi tanpa perlu beralih ke aplikasi pihak ketiga.

Dalam konteks keamanan data dan privasi, langkah X ini juga relevan dengan upaya platform lain dalam melindungi hak cipta pengguna. Seperti halnya ancaman siber global terbaru yang memerlukan kewaspadaan ekstra, perlindungan konten orisinal juga menjadi prioritas utama platform media sosial.