JBNews.id — Meta resmi meluncurkan Muse Image, model AI generatif pertama yang dikembangkan oleh divisi Superintelligence Labs. Model ini kini sudah menggerakkan alat pembuatan gambar di aplikasi Meta AI, Instagram, dan WhatsApp, serta akan segera hadir di Facebook dan Messenger.
Peluncuran ini diumumkan pada Selasa (14/7/2026) dan menandai babak baru dalam strategi kecerdasan buatan Meta. Muse Image merupakan bagian dari keluarga model Muse yang lebih luas, yang secara bertahap menggantikan jajaran model Llama milik Meta.
Fitur Unggulan Muse Image
Alexandr Wang, yang direkrut Meta untuk memimpin Superintelligence Labs tahun lalu, menjelaskan melalui Threads bahwa Muse Image bersifat “agentic.” Artinya, model ini bekerja bersama Muse Spark—large language model milik Meta—”untuk menalar perintah Anda, mencari di web, dan merencanakan sebelum menghasilkan gambar.”
Pendekatan ini berbeda dari model AI generatif konvensional yang hanya merespons perintah secara langsung. Dengan kemampuan penalaran dan perencanaan, Muse Image dapat menghasilkan gambar yang lebih akurat sesuai keinginan pengguna.
Salah satu fitur paling menarik adalah kemampuan pengguna untuk menyebut akun Instagram lain dalam perintah Muse Image. Meta menyebutkan bahwa “menandai nama pengguna memungkinkan Meta AI menggunakan foto publik untuk membangun visual.” Namun, Meta juga menegaskan bahwa pengguna dapat mengontrol bagaimana orang lain menggunakan kembali konten mereka untuk keperluan AI.
Baca Juga:
Transformasi Gambar dan Desain Kreatif
Pengguna juga dapat mentransformasikan gambar menggunakan perintah yang disarankan dan membuat desain untuk berbagai keperluan seperti undangan dan kartu pos. Kemampuan ini membuka peluang baru bagi kreator konten dan pengguna biasa yang ingin menghasilkan materi visual berkualitas tanpa keahlian desain grafis.
Selain itu, Muse Image dapat mendesain ulang ruangan berdasarkan gambar yang diambil dari Facebook Marketplace atau sumber web lainnya. Fitur ini memungkinkan pengguna membayangkan tampilan ruangan mereka dengan konsep baru secara instan.
Fitur lain yang tak kalah menarik adalah kemampuan untuk melakukan perubahan langsung pada foto dengan cara menggambar di atasnya. Hasil editan ini kemudian dapat dibagikan ke feed, story, atau chat pengguna.
30 Efek AI Baru untuk Instagram Stories
Model Muse Image akan mendukung 30 efek AI baru yang akan hadir di Instagram Stories di Amerika Serikat terlebih dahulu. Setelah itu, efek-efek ini akan diluncurkan secara bertahap ke negara-negara lain dan di lebih banyak area aplikasi Meta.
Langkah ini menunjukkan komitmen Meta untuk mengintegrasikan AI generatif ke dalam produk-produk utamanya secara masif. Dengan basis pengguna miliaran orang, dampak dari peluncuran ini bisa sangat signifikan terhadap cara orang berinteraksi dengan konten visual.
Muse Video: Langkah Berikutnya
Meta juga berencana meluncurkan model Muse Video. Wang memberikan bocoran bahwa model ini “kompetitif dalam kepatuhan terhadap perintah, ketepatan visual, dan konsistensi temporal.” Jika Muse Image sukses, Muse Video diprediksi akan menjadi gebrakan berikutnya di pasar AI generatif.
Peluncuran Muse Image terjadi di tengah meningkatnya persaingan di industri AI. Meta sebelumnya juga meluncurkan aplikasi Pocket berbasis AI dan mendaur ulang RAM DDR4 lawas untuk server AI sebagai bagian dari efisiensi operasional.
Implikasi untuk Pengguna
Bagi pengguna biasa, kehadiran Muse Image berarti akses ke alat pembuatan gambar yang lebih cerdas dan kontekstual. Tidak lagi sekadar menghasilkan gambar dari teks, tetapi AI kini mampu memahami konteks, mencari informasi tambahan, dan merencanakan output secara mandiri.
Bagi kreator konten dan pebisnis, fitur seperti transformasi gambar, desain ulang ruangan, dan efek AI baru membuka peluang untuk menghasilkan konten yang lebih menarik dengan lebih sedikit usaha. Namun, pengguna juga perlu menyadari implikasi privasi, terutama terkait penggunaan foto publik untuk keperluan AI.
Meta sendiri telah memberikan kontrol kepada pengguna untuk mengatur bagaimana konten mereka digunakan. Ini menjadi langkah penting di tengah kekhawatiran yang berkembang tentang etika dan privasi dalam penggunaan AI generatif.
Dengan peluncuran Muse Image, Meta semakin memperkuat posisinya dalam perlombaan AI generatif. Ke depannya, persaingan dengan pemain seperti OpenAI, Google, dan Anthropic diprediksi akan semakin ketat, terutama dengan rencana peluncuran Muse Video yang sudah di depan mata.
Meta Batasi Fitur AI Kacamata sebelumnya juga menjadi sorotan, menunjukkan bahwa strategi monetisasi AI perusahaan ini terus berkembang seiring inovasi produk.




