Toko Robot Humanoid Pertama Hong Kong Dibuka 24 Jam

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Robot humanoid Galbot Xiao Gai melayani pelanggan di toko kapsul Hong Kong
  • Toko robot humanoid pertama di Hong Kong dibuka 24 jam di kawasan Hung Hom waterfront
  • Robot bernama Xiao Gai buatan Galbot setinggi lima kaki enam inci dengan rentang lengan enam kaki
  • Toko berbentuk kapsul portabel menjual makanan ringan hingga obat bebas resep
  • Robot mampu memulai percakapan ramah dan berbicara dalam beberapa bahasa
  • Proyek ini didukung Hong Kong Investment Corporation sebagai bukti AI memasuki kehidupan sehari-hari
  • Galbot proyeksikan peningkatan lalu lintas pejalan kaki hingga 40 persen
  • Rencana perluasan 100 toko kapsul robot di sepuluh kota
  • Jepang juga mulai uji coba robot penanganan bagasi di Bandara Haneda
  • Risiko teknis masih ada seperti robot restoran yang berulah dan agen AI kedai kopi yang boros

JBNews.id — Hong Kong resmi memiliki toko ritel 24 jam pertama yang dikelola sepenuhnya oleh satu robot humanoid. Pop-up store yang terletak di kawasan Hung Hom waterfront ini dioperasikan oleh robot bernama “Xiao Gai,” buatan perusahaan AI dan robotika asal Beijing, Galbot.

Toko dalam bentuk “kapsul” portabel ini menjual berbagai produk mulai dari makanan ringan hingga obat-obatan bebas resep. Xiao Gai, yang memiliki tinggi lima kaki enam inci dengan rentang lengan enam kaki, bertanggung jawab untuk merapikan rak, mengambil barang, hingga menangani pembayaran pelanggan. Proyek ini didukung oleh Hong Kong Investment Corporation yang menyebutnya sebagai bukti bahwa AI “mulai memasuki kehidupan sehari-hari masyarakat dengan cara yang lebih nyata.”

Menurut laporan dari South China Morning Post dan Inside Retail, toko ini menjadi yang pertama dari jenisnya di kota sibuk tersebut. Galbot memproyeksikan bahwa kebaruan toko ini dapat meningkatkan lalu lintas pejalan kaki di kawasan tersebut hingga 40 persen. Perusahaan juga berencana untuk menggulirkan 100 toko kapsul serupa yang dikelola robot di sepuluh kota lainnya.

Robot Xiao Gai dilengkapi kemampuan untuk memulai percakapan ramah dan berbicara dalam beberapa bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa robot tidak hanya berfungsi sebagai alat mekanis, tetapi juga sebagai antarmuka interaktif yang dapat melayani pelanggan dengan lebih personal.

Dampak Robot di Tempat Kerja

Langkah Galbot ini menjadi tanda lain dari meningkatnya penggunaan robot untuk menggantikan peran manusia di tempat kerja. Pada Mei lalu, Japan Airlines mengumumkan akan mulai bereksperimen dengan robot penanganan bagasi di Bandara Haneda Tokyo, salah satu bandara tersibuk di dunia. Eksperimen serupa juga terjadi di berbagai sektor, termasuk ritel dan logistik.

Namun, potensi kegagalan tetap ada. Video viral awal tahun ini menunjukkan sebuah robot restoran tiba-tiba berulah, melemparkan peralatan makan ke mana-mana saat karyawan berusaha mengendalikannya. Insiden ini menjadi pengingat bahwa teknologi robot masih memiliki celah yang perlu diperbaiki.

Selain masalah teknis, aspek bisnis juga menjadi perhatian. Sebuah agen AI yang ditugaskan menjalankan kedai kopi di Stockholm menghabiskan sebagian besar anggarannya hanya dalam waktu satu bulan setelah melakukan kesalahan seperti memesan 3.000 pasang sarung tangan lateks. Kasus ini menunjukkan bahwa pengelolaan operasional oleh AI masih memerlukan pengawasan manusia yang ketat.

Meskipun ada risiko, Galbot optimistis bahwa toko robot ini akan menjadi daya tarik wisata baru di Hong Kong. Keunikan toko yang tidak memiliki staf manusia ini diprediksi akan menarik pengunjung yang penasaran dengan pengalaman berbelanja masa depan.

Di sisi lain, penggunaan robot dalam ritel juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pekerjaan. Jika robot dapat menggantikan kasir dan pekerja gudang, apa yang akan terjadi pada jutaan pekerja di sektor ini? Namun, pendukung teknologi berargumen bahwa robot justru akan menciptakan lapangan kerja baru di bidang pemeliharaan, pemrograman, dan pengawasan sistem.

Galbot sendiri belum mengungkapkan biaya operasional toko kapsul ini. Namun, dengan proyeksi peningkatan lalu lintas pejalan kaki hingga 40 persen, investasi ini diharapkan dapat kembali melalui peningkatan penjualan dan popularitas kawasan tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi terkini, Anda dapat membaca artikel tentang Pre-order GTA 6 yang baru saja dibuka, atau simak Harga Terbaru WhatsApp Plus yang mulai Rp 13.900.

Toko robot Xiao Gai di Hong Kong ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi AI dan robotika mulai merambah ke sektor ritel. Meskipun masih dalam tahap uji coba, keberhasilan proyek ini bisa menjadi model bagi pengembangan toko serupa di kota-kota besar lainnya di Asia dan dunia.

Bagi konsumen, kehadiran toko robot ini menawarkan pengalaman berbelanja yang unik dan efisien. Namun, bagi pekerja ritel, ini bisa menjadi sinyal bahwa perubahan besar dalam industri sedang berlangsung. Yang jelas, masa depan ritel akan semakin otomatis, dan Hong Kong menjadi salah satu pionirnya.