Susunan Komisaris dan Direksi Telkomsel Terbaru

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Telkomsel 2026
  • Telkomsel resmi merombak susunan komisaris dan direksi melalui RUPST 2026
  • Posisi Komisaris Utama masih dijabat Diaz F.M. Hendropriyono dan Direktur Utama Nugroho
  • Fokus utama perusahaan adalah perluasan jaringan 5G dan pengembangan kecerdasan buatan (AI)
  • Telkomsel akan mengoptimalkan AI untuk pengalaman pelanggan yang lebih personal
  • Perusahaan juga akan memperkuat layanan beyond connectivity dan solusi digital

JBNews.id — Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, resmi merombak susunan komisaris dan direksi perusahaan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis (11/6/2026) sebagai bagian dari strategi memperkuat tata kelola dan mendorong pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat.

RUPST tersebut diselenggarakan oleh para pemegang saham Telkomsel, yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Singtel. Perubahan susunan pengurus ini menjadi langkah strategis untuk menjaga profitabilitas sekaligus mengakselerasi ekspansi bisnis, terutama di sektor konektivitas generasi kelima (5G) dan kecerdasan buatan (AI).

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan strategis perusahaan. “Melalui langkah ini, Telkomsel berkomitmen terus membangun ekosistem yang sehat, mendukung transformasi digital nasional, serta memberikan nilai tambah yang relevan bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fahmi dalam siaran pers yang diterima, Jumat (12/6/2026).

Dalam susunan terbaru, posisi Komisaris Utama masih dijabat oleh Diaz F.M. Hendropriyono. Jajaran komisaris lainnya diperkuat oleh Muhammad Yusuf Ateh, Ahmad Riza Patria, Irfan Wahid, Chandra Arie Setiawan, Rico Rustombi, Yuen Kuan Moon, dan Yip Anna. Sementara itu, Nugroho tetap memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama.

Ia didampingi oleh Daru Mulyawan sebagai Direktur Finance & Risk Management, Stanislaus Susatyo sebagai Direktur Sales, dan Indra Mardiatna sebagai Direktur Network. Posisi Direktur Planning & Transformation diisi oleh Wong Soon Nam, Direktur Information Technology oleh Joyce Shia, Direktur Marketing oleh Lionel Chng, dan Direktur Human Capital Management oleh Indrawan Ditapradana.

Fahmi menuturkan, Telkomsel menargetkan akselerasi pertumbuhan bisnis melalui penguatan layanan konektivitas inti atau core connectivity. Langkah ini akan diwujudkan dengan investasi berkelanjutan pada jaringan 5G, perluasan layanan konvergensi, serta pengembangan solusi digital di luar layanan telekomunikasi tradisional (beyond connectivity) untuk segmen pelanggan individu maupun korporasi.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Telkomsel.

Operator yang melayani puluhan juta pelanggan ini juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi terkini, termasuk AI, untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal, efisien, dan relevan. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana operator telekomunikasi berlomba mengintegrasikan AI ke dalam layanan mereka.

Perombakan jajaran direksi ini terjadi di tengah persaingan ketat industri telekomunikasi tanah air. Telkomsel harus bersaing dengan operator lain dalam hal Fitur Terbaru dan kualitas layanan. Dengan struktur kepemimpinan yang baru, perusahaan optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar.

Investasi pada infrastruktur 5G menjadi salah satu prioritas utama. Jaringan generasi kelima ini tidak hanya menawarkan kecepatan internet yang lebih tinggi, tetapi juga membuka peluang baru bagi layanan berbasis AI dan Internet of Things (IoT). Hal ini menjadi kunci bagi pertumbuhan bisnis di masa depan.

Selain itu, fokus pada layanan beyond connectivity menunjukkan bahwa Telkomsel tidak lagi hanya bergantung pada pendapatan dari layanan telekomunikasi tradisional. Perusahaan mulai merambah ke solusi digital untuk korporasi, layanan cloud, dan platform digital lainnya. Diversifikasi ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil.

Langkah strategis ini juga mendapat sorotan dari para analis industri. Mereka menilai bahwa perombakan jajaran direksi adalah langkah yang tepat untuk menyegarkan strategi bisnis di tengah perubahan teknologi yang cepat. Kehadiran tokoh-tokoh baru dengan latar belakang beragam diharapkan dapat membawa perspektif segar bagi perusahaan.

Telkomsel juga tengah mengembangkan Teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan. AI akan digunakan untuk mengelola jaringan secara otomatis, memprediksi kebutuhan pelanggan, dan memberikan rekomendasi layanan yang dipersonalisasi. Inovasi ini menjadi pembeda di pasar yang semakin jenuh.

Bagi pelanggan, perubahan ini diharapkan membawa dampak positif. Dengan kepemimpinan yang baru, Telkomsel berjanji akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan jaringan 5G, dan menghadirkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan digital masyarakat Indonesia.

Ke depannya, Telkomsel menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinvestasi pada infrastruktur dan teknologi terbaru, sembari menjaga profitabilitas dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Transformasi digital nasional menjadi salah satu pilar utama dalam strategi jangka panjang perusahaan.

Dengan struktur kepemimpinan yang baru, Telkomsel siap menghadapi tantangan industri telekomunikasi yang semakin kompetitif. Fokus pada 5G dan AI menjadi kunci untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dan mendorong pertumbuhan bisnis di era digital.