Spotify Rilis Chatbot AI Talk to Spotify untuk Pengguna Premium

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Tampilan fitur chatbot Talk to Spotify di aplikasi mobile yang menunjukkan antarmuka percakapan dengan asisten AI
  • Spotify meluncurkan fitur chatbot AI bernama 'Talk to Spotify' untuk pelanggan Premium
  • Fitur ini memungkinkan percakapan dua arah tentang musik, audiobook, dan podcast
  • Tersedia dalam versi beta di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia
  • Dapat diakses melalui Home dan laman Now Playing di aplikasi mobile Spotify
  • Mendukung input teks dan perintah suara melalui tombol mikrofon
  • Pengguna bisa meminta rekomendasi lagu, menyimpan lagu, atau mengikuti artis
  • Chatbot juga bisa menjawab pertanyaan tentang informasi lagu, audiobook, atau podcast
  • Fitur ini baru mendukung bahasa Inggris dan untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas
  • Spotify mengingatkan fitur masih dalam pengembangan dan respons mungkin tidak sempurna

JBNews.id — Spotify meluncurkan fitur chatbot AI bernama ‘Talk to Spotify’ yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara percakapan dua arah untuk mencari musik, audiobook, dan podcast. Fitur ini tersedia secara bertahap dalam versi beta khusus untuk pelanggan Spotify Premium di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia.

Fitur ini dapat diakses melalui laman Home dan Now Playing di aplikasi mobile Spotify. Pengguna dapat mengetik prompt di kolom teks yang tersedia atau menggunakan perintah suara dengan mengetuk tombol mikrofon untuk memulai percakapan langsung. Spotify menegaskan bahwa fitur ini dirancang untuk membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih personal.

“Dengan mengetik atau berbicara langsung di aplikasi, kalian dapat melakukan percakapan dua arah untuk memilih lagu yang ingin diputar, mencari informasi tentang musik yang kalian sukai, meninjau kembali riwayat mendengarkan lagu, dan mendalami podcast dan audiobook, tanpa harus meninggalkan Spotify,” tulis Spotify dalam pengumumannya, seperti dikutip dari Engadget, Kamis (16/7/2026).

Spotify memberikan beberapa contoh perintah yang dapat digunakan pengguna. Pengguna bisa meminta chatbot untuk “memutar beberapa musisi yang belum pernah saya dengar sebelumnya” lalu menambahkan detail seperti “tambahkan lagu Bad Bunny” atau “buat lebih bersemangat”. Saat mendengar lagu yang disukai, pengguna juga bisa memerintahkan Spotify untuk “simpan lagu ini”, “tambahkan ini ke daftar antrean lagu saya”, atau “ikuti artis ini”.

Fitur chatbot Talk to Spotify

Selain fitur pemutaran dan rekomendasi, chatbot AI ini juga dapat memberikan informasi seputar lagu, audiobook, atau podcast yang sedang didengarkan. Misalnya, pengguna bisa bertanya kapan sebuah lagu dirilis, judul buku lain yang ditulis oleh seorang penulis saat mendengarkan salah satu audiobook mereka, atau mencari tahu apakah seorang tamu di podcast pernah tampil di acara lainnya.

Fitur Talk to Spotify digulirkan secara bertahap dalam versi beta. Saat ini, fitur ini tersedia untuk pelanggan Premium di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia. Fitur ini dapat digunakan di aplikasi Spotify Android dan iPhone untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas. Spotify juga mengingatkan bahwa fitur ini masih dalam proses pengembangan dan responsnya mungkin tidak selalu sempurna. Saat ini, Talk to Spotify baru mendukung bahasa Inggris.

Peluncuran chatbot AI ini merupakan langkah terbaru Spotify dalam bereksperimen dengan kecerdasan buatan. Sebelumnya, platform streaming musik ini telah merilis berbagai fitur berbasis AI untuk meningkatkan personalisasi pengguna. Inovasi ini juga hadir di tengah meningkatnya pengawasan terhadap penggunaan AI di industri teknologi. Beberapa perusahaan sebelumnya dilaporkan menyesal menggunakan AI dan kembali merekrut manusia.

Bagi pengguna di Indonesia, fitur ini belum tersedia. Namun, kehadiran Talk to Spotify menandakan arah pengembangan platform yang semakin mengandalkan interaksi percakapan alami. Pengguna Premium di Indonesia masih dapat menikmati berbagai Fitur Terbaru Spotify lainnya yang sudah diluncurkan secara global.

Fitur ini juga membuka peluang baru bagi pengguna untuk mengeksplorasi konten secara lebih mendalam tanpa harus meninggalkan aplikasi. Dengan kemampuan chatbot yang dapat menjawab pertanyaan spesifik tentang artis, album, atau podcast, Spotify berupaya menjadi pusat hiburan audio yang lebih komprehensif.

Bagi para penggemar musik dan podcast, kehadiran chatbot AI ini bisa menjadi alat yang berguna untuk menemukan konten baru. Namun, perlu diingat bahwa fitur ini masih dalam tahap beta dan belum sempurna. Spotify memperingatkan bahwa respons chatbot mungkin tidak selalu akurat, terutama untuk pertanyaan yang kompleks.

Ke depannya, Spotify kemungkinan akan memperluas ketersediaan fitur ini ke lebih banyak negara dan menambahkan dukungan bahasa tambahan. Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik dengan Podcast Ilegal dan moderasi konten, Spotify sebelumnya telah mengambil tindakan tegas dengan menghapus ribuan episode podcast yang melanggar aturan.

Implikasi dari peluncuran chatbot AI ini cukup signifikan. Bagi pengguna biasa, fitur ini menawarkan cara baru yang lebih intuitif untuk berinteraksi dengan platform streaming. Tidak perlu lagi mengetik kata kunci secara manual; cukup berbicara atau mengetik perintah dalam bahasa alami. Ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin mengadopsi antarmuka percakapan.

Dari sisi bisnis, fitur ini bisa menjadi pembeda kompetitif bagi Spotify di tengah persaingan ketat dengan Apple Music, YouTube Music, dan platform streaming lainnya. Dengan menghadirkan chatbot AI yang terintegrasi langsung ke dalam aplikasi, Spotify berharap dapat meningkatkan retensi pengguna dan memperdalam engagement.

Bagi para kreator konten, fitur ini juga membuka peluang baru. Ketika pengguna bertanya tentang podcast atau audiobook tertentu, chatbot dapat memberikan informasi yang lebih detail, yang pada akhirnya bisa mendorong lebih banyak pendengar untuk mengeksplorasi konten mereka.

Namun, tantangan tetap ada. Fitur ini baru mendukung bahasa Inggris dan tersedia di beberapa negara saja. Selain itu, kualitas respons chatbot yang masih dalam tahap pengembangan berarti pengalaman pengguna mungkin bervariasi. Spotify perlu terus menyempurnakan model AI-nya agar dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan.

Dengan peluncuran bertahap ini, Spotify tampaknya ingin memastikan bahwa fitur Talk to Spotify berfungsi dengan baik sebelum diperluas ke pasar yang lebih luas. Bagi pengguna Premium di luar negara beta, mereka harus bersabar menunggu hingga fitur ini tersedia secara global.

Kehadiran chatbot AI di Spotify juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam produk mereka. Dari asisten virtual hingga rekomendasi yang dipersonalisasi, AI menjadi komponen kunci dalam strategi pengembangan produk.

Bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan terbaru di dunia teknologi, termasuk Wi-Fi 8 yang hadir pada 2026, inovasi seperti Talk to Spotify menunjukkan bagaimana AI dapat mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat lunak sehari-hari.

Secara keseluruhan, peluncuran chatbot AI Talk to Spotify menandai langkah maju yang signifikan dalam personalisasi platform streaming musik. Meskipun masih dalam tahap awal dan memiliki keterbatasan, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna menemukan dan menikmati konten audio.