JBNews.id — Spotify meluncurkan fitur Running Mode berbasis kecerdasan buatan yang memudahkan pengguna Premium membuat playlist sesuai target olahraga, preferensi musik, dan beats per minute (BPM) yang diinginkan. Fitur ini tersedia mulai hari ini di aplikasi iOS Spotify untuk pengguna di delapan negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
Running Mode merupakan pengalaman berbasis AI yang dibangun di atas kemampuan personalisasi yang diperkenalkan bersama Prompted Playlists tahun lalu. Spotify menemukan bahwa prompt berbasis kebugaran menjadi salah satu penggunaan paling populer dari fitur tersebut. Layanan ini membutuhkan langganan Premium dan dapat ditemukan di hub Fitness yang diluncurkan Spotify pada April lalu.
Menurut pengumuman resmi Spotify, tujuan utama fitur ini adalah membantu pengguna “menghabiskan lebih sedikit waktu berburu musik yang tepat dan lebih banyak waktu bergerak.” Running Mode menyediakan preset lari yang dapat disesuaikan serta fitur bimbingan opsional.
Kustomisasi Playlist untuk Pelari
Spotify menyediakan 25 preset playlist lari yang telah dikurasi untuk dipilih pengguna. Setiap preset dapat dikustomisasi lebih lanjut berdasarkan genre musik favorit, durasi latihan, BPM, dan metode latihan — termasuk interval, steady, dan pyramid. Pengguna juga dapat mengatur preferensi tempo lagu sesuai ritme lari mereka.
Fitur ini juga menyertakan audio prompts opsional dalam bahasa Inggris yang memberikan “isyarat dan motivasi tepat waktu tanpa mengganggu musik Anda,” menurut Spotify. Hal ini memungkinkan pelari mendapatkan panduan tanpa harus berhenti atau memegang ponsel saat berlari.
Bagi pengguna yang ingin mengelola pengalaman mendengarkan mereka secara lebih luas, Spotify sebelumnya telah merilis Fitur Kustomisasi untuk playlist Release Radar yang memungkinkan penyesuaian lebih personal.
Perbedaan dengan Fitur Sebelumnya
Ini bukan pertama kalinya Spotify membuat fitur khusus untuk pelari. Perusahaan meluncurkan Spotify Running pada 2015 yang dirancang untuk mencocokkan musik dengan kecepatan lari pengguna, sebelum akhirnya dihentikan pada 2018.
Perbedaan mendasar antara fitur lama dan Running Mode terletak pada cara kerjanya. Spotify Running menggunakan perangkat keras ponsel untuk mendeteksi kecepatan secara otomatis dan memutar musik yang sinkron dengannya. Sementara itu, Running Mode mengharuskan pengguna secara proaktif menentukan kebutuhan playlist latihan mereka dari awal.
Dengan kata lain, pengguna kini memiliki kendali penuh atas kurasi musik lari mereka, bukan mengandalkan deteksi otomatis seperti sebelumnya. Pendekatan ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi pelari dengan preferensi musik yang spesifik.
Baca Juga:
Ketersediaan dan Persyaratan
Running Mode tersedia mulai hari ini di aplikasi iOS Spotify. Namun, fitur ini hanya dapat diakses oleh pengguna di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Irlandia, Australia, Selandia Baru, dan Swedia. Belum ada informasi mengenai ketersediaan di negara lain, termasuk Indonesia.
Fitur ini membutuhkan langganan Spotify Premium. Pengguna dapat menemukannya di hub Fitness yang diluncurkan Spotify pada April 2026. Bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan pengalaman streaming, tersedia panduan Cara Nonaktifkan video musik Spotify agar hemat kuota.
Inovasi AI Spotify tidak berhenti di sini. Perusahaan sebelumnya juga meluncurkan Chatbot AI bernama Talk to Spotify untuk pengguna Premium, serta terus mengembangkan fitur personalisasi berbasis AI.
Implikasi bagi Pengguna
Peluncuran Running Mode menandai langkah Spotify dalam memperkuat posisinya sebagai platform audio yang tidak hanya untuk mendengarkan musik pasif, tetapi juga aktif mendukung gaya hidup pengguna. Bagi pelari yang selama ini kesulitan menemukan playlist yang cocok dengan ritme lari mereka, fitur ini menawarkan solusi langsung di dalam aplikasi yang sudah mereka gunakan sehari-hari.
Namun, keterbatasan geografis dan persyaratan langganan Premium menjadi catatan penting. Pengguna di luar delapan negara yang disebutkan harus menunggu perluasan ketersediaan. Selain itu, tidak adanya deteksi kecepatan otomatis seperti fitur sebelumnya berarti pengguna harus lebih proaktif dalam menentukan preferensi mereka.
Di sisi lain, tren penggunaan prompt berbasis kebugaran yang tinggi menunjukkan bahwa pengguna memang menginginkan integrasi yang lebih erat antara musik dan aktivitas fisik. Dengan 25 preset yang dapat dikustomisasi, Running Mode memberikan titik awal yang solid bagi pelari dari berbagai tingkat pengalaman.
Bagi pengguna yang khawatir dengan potensi penyalahgunaan fitur AI, penting untuk dicatat bahwa Spotify sebelumnya pernah menghadapi kontroversi terkait Bot Spotify yang memanfaatkan prediksi pasar untuk menghasilkan ribuan stream palsu. Meskipun tidak terkait langsung dengan Running Mode, hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam pengembangan fitur berbasis AI.
Running Mode hadir sebagai alat yang memberikan kendali lebih besar kepada pengguna atas pengalaman mendengarkan musik saat berlari. Dengan kustomisasi yang mendalam dan opsi bimbingan audio, fitur ini berpotensi menjadi teman latihan yang berguna — setidaknya bagi mereka yang berada di negara yang didukung dan bersedia berlangganan Premium.




