SpaceX Uji Misi Rahasia Starfall, Diduga untuk Militer

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi kapsul ruang angkasa berbentuk piring terbang Starfall milik SpaceX saat memasuki atmosfer Bumi
  • SpaceX meluncurkan kapsul Starfall berbentuk piring terbang dalam misi rahasia dari Cape Canaveral
  • Misi ini sangat tertutup, berbeda dengan kebiasaan SpaceX yang biasanya terbuka
  • Diduga kuat melibatkan militer AS karena Pentagon sudah lama tertarik pada pengiriman kargo roket
  • Kapsul setinggi 2 kaki dan diameter 10 kaki dirancang untuk pengiriman barang global
  • Tidak ada konfirmasi apakah Starfall selamat saat reentry atau berhasil dipulihkan
  • Misi dilakukan dua pekan setelah IPO besar SpaceX di Wall Street
  • Proyek Cargo yang sudah ada menggunakan Starship juga terkait dengan konsep ini

JBNews.id – SpaceX secara diam-diam meluncurkan kapsul ruang angkasa berbentuk piring terbang bernama Starfall dalam uji terbang rahasia dari Cape Canaveral, memicu spekulasi keterlibatan militer dalam pengembangan teknologi pengiriman barang global. Misi yang dilakukan pada Selasa pagi itu menjadi yang paling tertutup bagi perusahaan milik Elon Musk, terutama setelah debut spektakulernya di bursa saham.

Peluncuran roket Falcon 9 dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral itu hanya disiarkan secara singkat melalui livestream. Tidak seperti misi SpaceX lainnya yang biasanya menampilkan tahap atas roket mencapai orbit, bagian paling kritis dari misi ini sengaja dirahasiakan. Tidak ada konfirmasi resmi apakah Starfall berhasil melewati uji terbang atau apakah kapsul tersebut dapat dipulihkan setelah mendarat.

Keputusan SpaceX untuk merahasiakan misi ini menimbulkan tanda tanya besar. Sangat mungkin, menurut analisis, keterlibatan militer menjadi alasan utama. Pentagon telah lama menyatakan ketertarikannya pada konsep pengiriman kargo menggunakan roket, dan SpaceX sudah memiliki kontrak dengan Departemen Pertahanan AS, termasuk Proyek Cargo yang melibatkan roket Starship.

“SpaceX telah mengembangkan wahana antariksa baru bernama Starfall, yang pada intinya adalah laboratorium mikrogravitasi yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti dan pengusaha untuk mengembangkan produk dan inovasi mereka,” demikian pernyataan dalam siaran singkat SpaceX. “Ada peluang besar untuk memberi manfaat bagi kehidupan di Bumi melalui penelitian mikrogravitasi dan manufaktur di luar angkasa.”

Ilustrasi kapsul berbentuk piring terbang Starfall memasuki atmosfer Bumi.

Namun, pernyataan resmi itu tidak menjelaskan secara gamblang tujuan militer dari misi ini. Secara teknis, Starfall dirancang sebagai kapsul setinggi dua kaki dengan diameter sepuluh kaki, berbentuk seperti kepingan datar. Menurut dokumen penilaian lingkungan dari Federal Aviation Administration (FAA) yang diterbitkan bulan lalu, kapsul ini dikembangkan untuk membantu mitra swasta mengembangkan kendaraan manufaktur di luar angkasa dan mengirimkan barang ke mana pun di dunia dalam waktu sesingkat mungkin.

SpaceX hanya memberikan pernyataan singkat di media sosial setelah peluncuran: “Deployment of Starfall confirmed.” Tidak ada informasi apakah kapsul itu selamat saat memasuki kembali atmosfer Bumi atau apakah berhasil ditemukan. Kapsul itu diperkirakan jatuh di Samudra Pasifik.

Misi yang sangat rahasia ini menjadi kontras dengan gaya komunikasi SpaceX yang biasanya terbuka. Terlebih lagi, misi ini dilakukan hanya dua pekan setelah IPO besar-besaran perusahaan yang mencatatkan rekor di Wall Street. Situasi ini memicu spekulasi bahwa Pentagon mungkin segera menggunakan Starfall untuk mengirimkan senjata dan amunisi ke seluruh dunia.

Konsep pengiriman kargo militer menggunakan roket sebenarnya bukan hal baru. Pentagon telah lama mempertimbangkan kemampuan untuk mengirimkan pasokan logistik ke zona konflik dalam hitungan menit, bukan berhari-hari atau berminggu-minggu. Proyek Cargo yang sudah ada di SpaceX merupakan salah satu wujud dari ambisi tersebut, di mana roket Starship akan digunakan untuk mengirimkan pasukan dan peralatan secara global.

Starfall, dengan desainnya yang kompak dan kemampuan manuver tinggi, tampaknya menjadi langkah berikutnya dalam pengembangan teknologi tersebut. Bentuk piring terbangnya memungkinkan kapsul untuk melakukan pendaratan presisi di lokasi yang sulit dijangkau, menjadikannya ideal untuk misi logistik militer.

“Ada peluang besar untuk memberi manfaat bagi kehidupan di Bumi melalui penelitian mikrogravitasi dan manufaktur di luar angkasa,” kata pembawa acara siaran SpaceX. Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan aplikasi militer, yang justru menjadi fokus spekulasi publik.

Ketidakjelasan mengenai jadwal uji terbang berikutnya dan kapan mitra komersial akan mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam misi ini semakin memperkuat dugaan bahwa Starfall lebih dari sekadar laboratorium mikrogravitasi. Ketiadaan informasi publik yang transparan menunjukkan bahwa proyek ini mungkin berada di bawah payung kerahasiaan militer.

Bagi SpaceX, keterlibatan dengan militer bukanlah hal baru. Perusahaan ini sudah memiliki kontrak besar dengan Departemen Pertahanan AS, termasuk untuk meluncurkan satelit pengintai dan komunikasi militer. Namun, pengembangan kapsul khusus untuk pengiriman barang global merupakan lompatan signifikan dalam hubungan tersebut.

Implikasi dari misi rahasia ini sangat luas. Jika Starfall benar-benar berfungsi sebagai alat pengiriman militer, maka kemampuan logistik militer AS akan berubah secara fundamental. Waktu pengiriman pasokan ke medan perang bisa dipangkas dari hitungan hari menjadi hanya beberapa menit, mengubah dinamika peperangan modern.

Dari sisi bisnis, keterlibatan dengan militer juga memberikan SpaceX sumber pendapatan yang stabil dan besar, di tengah volatilitas pasar saham yang mempengaruhi nilai saham perusahaan. Namun, kerahasiaan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas publik, terutama karena proyek ini menggunakan fasilitas publik dan melibatkan teknologi yang mungkin memiliki implikasi keamanan global.

Pasar saham merespons positif IPO SpaceX, tetapi tekanan dari pasar teknologi global membuat harga saham sempat turun di bawah harga pembukaan. Kini, dengan misi rahasia yang terungkap, investor mungkin akan menilai ulang risiko dan potensi pendapatan dari kontrak militer.

Belum ada konfirmasi resmi dari SpaceX atau Pentagon mengenai tujuan militer Starfall. Namun, pola kerahasiaan yang tidak biasa ini, dikombinasikan dengan minat lama militer pada konsep pengiriman kargo roket, memberikan bukti kuat bahwa misi ini memiliki dimensi pertahanan yang signifikan.

Bagi publik, ketidakjelasan ini menimbulkan kekhawatiran tentang proliferasi teknologi ruang angkasa untuk tujuan militer. Namun, bagi SpaceX, ini adalah peluang bisnis besar di luar peluncuran satelit komersial dan misi antariksa berawak.

Kita belum tahu kapan uji terbang berikutnya akan dilakukan. Yang jelas, era baru logistik global mungkin telah dimulai, dan Starfall adalah pionirnya.