Sikat Gigi Philips AI Panduan Menyikat Real-Time

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
Dasar sikat gigi Philips Sonicare DiamondClean 9900 Prestige dengan cincin bercahaya yang berubah warna
  • Philips meluncurkan Sonicare DiamondClean 9900 Prestige dengan AI generasi ketiga
  • Cincin bercahaya di dasar sikat berubah warna sebagai indikator tekanan
  • Sensor tekanan otomatis menyesuaikan intensitas getaran
  • Layar sentuh menampilkan peta mulut 12 segmen dengan kode warna
  • Delapan mode pembersihan termasuk kesehatan gusi dan sensitif
  • Peluncuran di Eropa dan AS musim gugur 2026, global 2027
  • Harga belum diumumkan, diperkirakan lebih mahal dari versi sebelumnya (Rp 6,5 jutaan)

JBNews.id — Philips meluncurkan sikat gigi pintar terbaru, Sonicare Next-Generation DiamondClean 9900 Prestige, yang menggunakan kecerdasan buatan generasi ketiga untuk memberikan panduan menyikat gigi secara real-time melalui cincin bercahaya di bagian dasarnya.

Perangkat ini dirancang untuk menghilangkan dugaan dalam rutinitas menyikat gigi. Dengan layar sentuh yang menampilkan peta mulut, pengguna dapat melihat area mana yang membutuhkan perhatian lebih setelah proses menyikat selesai. Ini merupakan langkah maju dalam teknologi perawatan gigi personal.

Sikat gigi ini dijadwalkan meluncur di Eropa dan Amerika Serikat pada musim gugur tahun ini, dengan peluncuran global yang lebih luas pada tahun 2027. Harga belum diumumkan, tetapi versi sebelumnya dijual seharga Rp 6,5 jutaan (US$430), sehingga model baru ini diperkirakan akan lebih mahal.

Fitur Utama dan Teknologi AI

Layar sentuh pada sikat gigi memungkinkan pengguna untuk memilih dari delapan mode pembersihan, termasuk kesehatan gusi, pembersihan maksimal, dan opsi sensitif. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan gigi yang berbeda-beda.

Cincin bercahaya di bagian dasar sikat berubah warna untuk menunjukkan kapan pengguna menekan terlalu keras saat menyikat, yang dapat menyebabkan kerusakan pada gusi. Fitur ini merupakan bagian dari sistem tekanan sensor yang canggih.

Selain indikasi visual, sikat gigi 9900 Prestige juga menggunakan sensor tekanan untuk menyesuaikan intensitas getaran secara otomatis ketika pengguna menekan terlalu keras. Bristle akan menjadi lebih lembut pada gusi, mencegah cedera dan iritasi.

Layar sentuh juga menampilkan peta mulut yang mewakili gigi dan gusi dalam 12 segmen berbeda. Segmen-segmen ini disorot dalam warna biru atau oranye untuk menunjukkan seberapa efektif proses menyikat gigi pada area tersebut.

Sikat gigi melacak pergerakannya di dalam mulut selama pengguna menyikat. Area yang dinilai membutuhkan lebih banyak perhatian akan bersinar oranye, sehingga pengguna tahu persis area mana yang perlu ditargetkan pada putaran kedua.

Dampak bagi Pengguna

Teknologi ini memberikan dampak langsung pada kualitas perawatan gigi harian. Dengan panduan real-time, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak apakah mereka telah menyikat gigi dengan benar atau tidak.

Bagi mereka yang sering mengalami masalah gusi berdarah atau sensitivitas gigi, fitur penyesuaian tekanan otomatis ini bisa menjadi solusi. Ini membantu mencegah kerusakan jangka panjang yang disebabkan oleh teknik menyikat yang salah.

Philips terus berinovasi dalam ekosistem perangkat pintar rumah tangga. Inovasi serupa juga terlihat pada lini produk lain seperti Philips Hue yang menghadirkan revolusi smart home. Perusahaan juga baru saja meluncurkan Modul Dinding Kabel perdana untuk sistem pencahayaan pintar mereka.

Kecerdasan buatan generasi ketiga ini merupakan peningkatan signifikan dari model sebelumnya. Model AI yang lebih canggih memungkinkan analisis yang lebih akurat terhadap kebiasaan menyikat pengguna dan memberikan rekomendasi yang lebih personal.

Integrasi AI dalam perangkat perawatan pribadi ini sejalan dengan tren smart home yang semakin meluas. Standar konektivitas seperti Matter 1.6 yang menghadirkan joint fabric memungkinkan berbagai perangkat pintar bekerja dalam satu ekosistem.

Meskipun sikat gigi ini belum diumumkan untuk pasar Asia, termasuk Indonesia, peluncuran global pada 2027 membuka kemungkinan ketersediaannya di tanah air. Harga yang diperkirakan lebih mahal dari versi sebelumnya yang mencapai Rp 6,5 jutaan menjadi pertimbangan utama.

Implikasi bagi Konsumen

Bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan gigi dan mulut, sikat gigi ini menawarkan solusi berbasis data yang belum pernah ada sebelumnya. Tidak ada lagi tebak-tebakan apakah area belakang gigi sudah bersih atau belum.

Teknologi serupa juga mulai diterapkan di berbagai sektor. Di industri telekomunikasi, XLSmart menguasai spektrum frekuensi untuk meningkatkan kualitas jaringan 4G dan 5G. Sementara itu, XLSmart juga menyediakan akses Google Gemini untuk jutaan pelanggannya, menunjukkan bagaimana AI semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan harga yang diperkirakan tinggi, sikat gigi ini jelas menyasar segmen premium. Namun, bagi mereka yang memiliki masalah gigi kronis atau ingin memaksimalkan perawatan gigi, investasi ini bisa sepadan dengan manfaat jangka panjangnya.

Philips Sonicare Next-Generation DiamondClean 9900 Prestige akan menjadi pilihan menarik bagi pengadopsi awal teknologi perawatan gigi pintar. Peluncuran di Eropa dan AS pada musim gugur ini akan menjadi indikator awal bagaimana pasar menerima inovasi ini.