Satelit Jadi Kunci Pemerataan Akses Digital Hingga Pelosok RI

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ketua Umum ASSI Risdianto Yuli Hermansyah berbicara di forum DEAL 2026 tentang peran satelit
  • ASSI menegaskan satelit sebagai pilar utama transformasi digital Indonesia
  • DEAL 2026 digelar Komdigi untuk menyatukan komitmen pemangku kepentingan
  • Satelit mendukung konektivitas ke daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan terestrial
  • Peran satelit mencakup broadband, IoT, pemerintahan digital, maritim, bencana, dan AI
  • ASSI dorong investasi berkelanjutan dan pengembangan kapasitas industri dalam negeri
  • Komdigi diapresiasi sebagai fasilitator kolaborasi antar-pemangku kepentingan

JBNews.id — Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menegaskan industri satelit akan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung transformasi digital nasional. Hal ini disampaikan menyusul pelaksanaan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan ekosistem digital Indonesia.

Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah, mengatakan forum DEAL 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha. Tujuannya adalah membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurut Risdianto, keberhasilan transformasi digital Indonesia sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur konektivitas yang andal. Infrastruktur itu harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum terlayani jaringan terestrial secara optimal.

“Satelit merupakan fondasi penting dalam ekosistem digital Indonesia. Selain menyediakan konektivitas hingga wilayah yang sulit dijangkau, satelit juga mendukung keamanan jaringan, ketahanan infrastruktur nasional, serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi ke seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Risdianto dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, peran satelit kini tidak lagi terbatas sebagai penyedia layanan komunikasi konvensional. Seiring berkembangnya teknologi digital, satelit semakin dibutuhkan untuk mendukung berbagai layanan strategis. Mulai dari broadband, Internet of Things (IoT), layanan pemerintahan digital, sektor maritim, penanggulangan bencana, hingga integrasi teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah, mengatakan forum DEAL 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan

ASSI mendukung penuh upaya pemerintah melalui DEAL 2026 yang bertujuan menyelaraskan arah kebijakan. Forum ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi digital nasional.

Risdianto menilai penguatan ekosistem digital tidak cukup hanya melalui regulasi yang mendukung. Dibutuhkan investasi berkelanjutan, inovasi teknologi, serta pengembangan kapasitas industri dalam negeri agar mampu bersaing di tingkat global.

Sebagai bagian dari kontribusi industri, ASSI juga terus mendorong berbagai showcase teknologi satelit dan layanan digital nasional. Hal ini untuk memperlihatkan kesiapan industri satelit Indonesia dalam mendukung agenda transformasi digital yang dicanangkan pemerintah.

Di sisi lain, ASSI mengapresiasi peran Komdigi yang dinilai konsisten menjadi fasilitator kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Menurutnya, DEAL menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi berbagai pihak dalam mempercepat implementasi program-program digital nasional.

ASSI meyakini sinergi yang terbangun melalui DEAL 2026 akan memperkuat investasi, inovasi, dan pengembangan teknologi nasional. Di tengah percepatan digitalisasi berbagai sektor, industri satelit diproyeksikan akan semakin berperan sebagai tulang punggung konektivitas dan layanan digital Indonesia pada masa mendatang.

“Melalui DEAL, pemerintah berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu visi yang sama, yaitu membangun ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Risdianto.

Perkembangan ini sejalan dengan upaya Starlink yang terus memperluas jangkauan layanan satelitnya secara global. Selain itu, China juga aktif meluncurkan satelit-satelit baru untuk memperkuat infrastruktur komunikasi mereka.

Bagi masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di daerah terpencil, perkembangan teknologi satelit menjadi angin segar. Akses internet yang setara dengan wilayah perkotaan kini semakin mungkin terwujud, membuka peluang baru di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong pemanfaatan teknologi satelit sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan digital. Dengan dukungan industri dan seluruh pemangku kepentingan, target pemerataan akses digital hingga ke pelosok negeri diyakini dapat tercapai.