JBNews.id, Jakarta — Samsung memastikan pengembangan chipset flagship terbarunya, Exynos 2700, berjalan sesuai rencana dan akan menjadi otak dari jajaran ponsel pintar Galaxy masa depan, termasuk seri Galaxy S27 yang diperkirakan meluncur pada awal 2027.
Presiden dan Kepala Bisnis System LSI Samsung Park Yong-in menyatakan bahwa pengembangan Exynos 2700 saat ini berlangsung tanpa hambatan. Pernyataan tersebut dikutip dari laporan Gizmochina pada Jumat (19/6) waktu setempat.
“Kami akan menggunakan chipset untuk mentenagai lini ponsel kelas atas kami,” tegas Park Yong-in, meskipun ia tidak menyebutkan secara spesifik ponsel mana yang akan ditenagai oleh chipset tersebut. Kendati demikian, Exynos 2700 diprediksi akan menjadi dapur pacu utama bagi seri Galaxy S27.
Strategi Dual Chipset dan Peningkatan Teknologi
Dengan hadirnya Exynos 2700, Samsung diprediksi tetap mempertahankan strategi penggunaan dua chipset pada lini ponsel flagship-nya. Chipset Exynos akan digunakan untuk unit yang dipasarkan di negara tertentu, sementara chipset Snapdragon buatan Qualcomm akan digunakan untuk kawasan lainnya. Strategi ini memungkinkan Samsung untuk mengoptimalkan biaya produksi dan menyesuaikan dengan regulasi di berbagai pasar.
Dari sisi teknologi, Exynos 2700 membawa sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Chipset ini menggunakan desain side-by-side (SBS), yang menempatkan prosesor dan memori DRAM berdampingan pada substrat yang sama. Inovasi ini memungkinkan transfer data yang lebih cepat dan efisien.
Samsung juga menyematkan teknologi Heat Path Block yang berfungsi meningkatkan pembuangan panas dari kedua komponen tersebut. Teknologi ini diyakini mampu meningkatkan bandwidth memori hingga 30-40 persen, memperbaiki efisiensi daya, serta menjaga performa tetap stabil saat perangkat menjalankan beban kerja berat, seperti bermain game atau mengedit video.
Baca Juga:
Mengatasi Kritik Masa Lalu
Sebelumnya, lini chipset Exynos kerap dikritik karena masalah kualitas hasil manufaktur dan masalah panas berlebih yang membuat chipset tersebut tidak digunakan secara luas di berbagai perangkat. Kritik ini menjadi salah satu alasan mengapa Samsung sempat mengurangi ketergantungan pada chipset buatannya sendiri di beberapa seri flagship.
Melalui Exynos 2700 yang dibangun dengan proses fabrikasi 2 nanometer yang lebih canggih, Samsung berupaya memperkecil kesenjangan performa dengan chipset Snapdragon buatan Qualcomm. Fokus utama peningkatan ini adalah pada kinerja single-core, sekaligus meningkatkan kemampuan pemrosesan multi-core dan performa berkelanjutan.
Langkah ini juga sejalan dengan tren industri di mana raksasa teknologi mulai memesan chip ke Samsung di tengah keterbatasan kapasitas produksi TSMC. Permintaan yang tinggi terhadap chip buatan Samsung menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan manufaktur perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Prospek Galaxy S27 dan Ekosistem Samsung
Dengan konfirmasi pengembangan Exynos 2700, seri Galaxy S27 diprediksi akan hadir dengan peningkatan performa yang signifikan. Chipset ini diharapkan mampu memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus, terutama dalam menjalankan aplikasi berat dan tugas multitasking.
Selain untuk Galaxy S27, chipset Exynos 2700 kemungkinan juga akan digunakan di perangkat flagship lainnya, seperti seri Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip yang akan datang. Hal ini akan memperkuat ekosistem perangkat Samsung secara keseluruhan.
Samsung juga terus memperluas kemitraan strategisnya di bidang semikonduktor. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Musk gandeng Samsung untuk chip Neuralink, menunjukkan bahwa kemampuan fabrikasi Samsung diakui oleh perusahaan teknologi global terkemuka.
Kehadiran Exynos 2700 juga akan berdampak pada lini ponsel kelas menengah Samsung. Dengan semakin matangnya teknologi chipset flagship, Samsung dapat menurunkan teknologi tersebut ke seri yang lebih terjangkau. Sebagai contoh, Samsung Galaxy A27 yang telah mengantongi TKDN 40,30% dan siap rilis di Indonesia, mungkin akan mendapatkan manfaat dari efisiensi daya dan performa yang lebih baik di masa mendatang.
Implikasi bagi Pengguna dan Industri
Bagi pengguna, kehadiran Exynos 2700 berarti pilihan ponsel flagship yang lebih kompetitif. Jika Samsung berhasil mengatasi masalah panas dan performa yang pernah menjadi kelemahan Exynos, pengguna akan mendapatkan perangkat dengan performa setara Snapdragon namun dengan harga yang mungkin lebih terjangkau di pasar tertentu.
Dari sisi industri, persaingan antara Samsung dan Qualcomm di segmen chipset flagship akan semakin ketat. Hal ini baik bagi konsumen karena mendorong inovasi dan penurunan harga. Keberhasilan Exynos 2700 juga akan memperkuat posisi Samsung sebagai pemain utama di industri semikonduktor global, tidak hanya sebagai produsen perangkat elektronik.
Dengan proses fabrikasi 2 nanometer yang lebih efisien, Exynos 2700 juga berkontribusi pada upaya pengurangan konsumsi daya dan emisi karbon di industri teknologi. Ini sejalan dengan tren keberlanjutan yang semakin menjadi perhatian konsumen dan regulator.
Galaxy S27 yang diperkirakan meluncur pada awal 2027 akan menjadi panggung utama bagi Exynos 2700 untuk membuktikan kemampuannya. Jika berhasil, chipset ini tidak hanya akan mengubah persepsi publik terhadap lini Exynos, tetapi juga memperkuat posisi Samsung di pasar ponsel pintar global yang semakin kompetitif.




