Petisi Tolak Pusat Data Orbit: Ancaman Bagi Bumi

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi satelit pusat data raksasa SpaceX di orbit Bumi
  • EarthJustice ajukan petisi ke FCC untuk hentikan pusat data orbit
  • Petisi peringatkan dampak bencana bagi iklim dan lapisan ozon
  • Rencana didukung miliarder seperti Elon Musk dan Jeff Bezos
  • Dokumen 29 halaman dengan 113 catatan kaki sebagai bukti
  • Perusahaan satelit dinilai kurang transparan soal risiko lingkungan

JBNews.id — Sebuah petisi resmi menuntut Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat untuk menghentikan rencana pembangunan pusat data di orbit Bumi, dengan peringatan akan dampak lingkungan yang “bencana”. Langkah ini dipicu oleh meningkatnya minat para miliarder teknologi untuk memindahkan infrastruktur komputasi ke luar angkasa.

Petisi yang diajukan oleh kelompok EarthJustice dan pertama kali dilaporkan oleh The Guardian ini menyebutkan bahwa rencana ambisius tersebut berpotensi melanggar hukum federal. Dokumen setebal 29 halaman itu secara khusus meminta FCC untuk menyelidiki permohonan lisensi pusat data orbital yang saat ini tengah diajukan.

“FCC saat ini sedang mempertimbangkan banyak permintaan untuk lisensi sejumlah besar pusat data berbasis satelit yang akan ditempatkan di orbit rendah Bumi selama dekade berikutnya,” demikian bunyi petisi tersebut. Para pendukung rencana ini menggambarkan proyek mereka sebagai teknologi yang mengubah peradaban, namun menolak untuk melakukan kajian dampak lingkungan yang mendalam.

Petisi ini memiliki dua fungsi utama. Pertama, secara resmi meminta FCC untuk menyiapkan penilaian lingkungan. Kedua, sebagai “petisi untuk menolak” yang mengharuskan pengaju untuk mendukung klaim mereka dengan fakta terverifikasi. Dengan 113 catatan kaki, dokumen ini menjadi salah satu catatan publik paling rinci tentang biaya lingkungan dari pusat data orbital.

Ancaman Polusi Atmosfer yang Meluas

Kekhawatiran utama yang diangkat dalam petisi adalah potensi polusi atmosfer yang sangat besar. “Pengoperasian lebih dari satu juta satelit pusat data mengancam bentuk dan jumlah polusi atmosfer yang berpotensi bencana, yang membahayakan iklim, lapisan ozon, kesehatan manusia, dan kimia stratosfer itu sendiri,” tulis petisi tersebut.

Petisi memperingatkan bahwa memberi kebebasan kepada miliarder teknologi untuk memenuhi langit dengan pusat data eksperimental akan mempercepat kontaminasi stratosfer. Saat ini, stratosfer menghadapi peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam logam berat, gas beracun, dan partikel karbon akibat rekor peluncuran satelit.

Perusahaan satelit yang dijalankan oleh taipan teknologi dan kedirgantaraan sudah menghadapi pengawasan ketat karena kurangnya transparansi seputar polusi ini. Petisi mencatat bahwa belum ada perusahaan yang memberikan lebih dari sekadar pengakuan simbolis terhadap risiko lingkungan.

“Tidak ada [perusahaan] yang memberikan detail yang memuaskan untuk menjelaskan bagaimana mereka akan mengurangi kerusakan lingkungan kumulatif yang timbul dari pengoperasian lebih dari satu juta satelit, yang mengorbit planet kita, bertabrakan, hancur, dan jatuh kembali ke Bumi,” tulis para penulis petisi.

Dampak pada Lingkungan dan Kesehatan

Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa peningkatan jumlah satelit di orbit rendah Bumi memiliki konsekuensi lingkungan yang serius. Pusat data orbital, jika benar-benar diwujudkan, akan memperburuk situasi ini secara eksponensial. Setiap peluncuran roket menghasilkan emisi karbon yang signifikan dan partikel yang dapat merusak lapisan ozon.

Selain itu, satelit yang sudah tidak berfungsi atau hancur akibat tabrakan akan meninggalkan puing-puing luar angkasa yang dapat mengancam misi luar angkasa lainnya. Proses pembakaran satelit saat masuk kembali ke atmosfer Bumi juga melepaskan logam berat dan bahan kimia berbahaya lainnya ke atmosfer.

Kekhawatiran tentang dampak kesehatan manusia juga muncul. Partikel polusi dari pembakaran satelit dapat jatuh ke permukaan Bumi dan mencemari udara, air, dan tanah. Paparan jangka panjang terhadap logam berat tertentu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pernapasan dan neurologis.

Petisi EarthJustice menekankan bahwa dampak kumulatif dari pengoperasian lebih dari satu juta satelit pusat data belum pernah dipelajari secara memadai. “Ini bukan hanya perencanaan yang buruk dan peluang yang terlewatkan: ini melanggar hukum federal,” tegas petisi tersebut.

Meskipun ide pusat data di luar angkasa mungkin terdengar futuristik, biaya lingkungan dan logistik yang sangat besar telah membuat banyak ahli mempertanyakan kelayakannya. Para miliarder seperti Elon Musk dan Jeff Bezos telah lama mendukung konsep ini sebagai solusi untuk masalah infrastruktur data di Bumi, namun para kritikus berpendapat bahwa solusi yang lebih berkelanjutan adalah dengan meningkatkan efisiensi energi di darat.

Petisi ini menyerukan FCC untuk mengambil tindakan tegas sebelum izin lebih lanjut diberikan. “Kami prihatin bahwa tidak ada [perusahaan] yang memberikan lebih dari sekadar pengakuan simbolis terhadap risiko lingkungan,” tulis para penulis petisi, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dari para pengembang proyek luar angkasa ini.

Jika rencana ini terus berlanjut tanpa pengawasan yang ketat, para ilmuwan memperingatkan bahwa kita mungkin akan menghadapi konsekuensi yang tidak dapat diubah bagi planet ini. “Pengoperasian lebih dari satu juta satelit pusat data mengancam bentuk dan jumlah polusi atmosfer yang berpotensi bencana,” demikian peringatan tegas dari petisi tersebut.