Pentagon Rilis Foto Bintang Segi Enam Aneh di Langit China

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Penampakan objek diduga UFO berbentuk bintang segi enam di langit China dalam dokumen Pentagon
  • Pentagon merilis 40 file dokumen UAP termasuk 14 dokumen, 19 video, 4 audio, dan 3 gambar
  • Salah satu penampakan adalah bintang segi enam di atas Laut Kuning, China pada 2025
  • Dokumen berasal dari Pentagon, NASA, CIA, FBI, dan Departemen Energi
  • Termasuk transkrip konferensi 1949 di Los Alamos tentang 'bola api hijau'
  • Rilis keempat sejak perintah eksekutif Presiden Trump pada Februari 2026
  • Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan masih akan ada rilis berikutnya

JBNews.id — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kembali merilis kumpulan dokumen terkait fenomena anomali tidak dikenal (UAP), termasuk foto bintang segi enam aneh yang terekam di atas Laut Kuning, China. Rilis terbaru ini merupakan bagian dari upaya transparansi yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Kumpulan berkas yang dirilis akhir pekan lalu itu mencakup 40 file yang terdiri dari 14 dokumen, 19 video, empat file audio, dan tiga gambar. Berkas-berkas tersebut berasal dari berbagai lembaga, termasuk Pentagon, NASA, CIA, FBI, dan Departemen Energi. Sekitar setengah dari file yang dibagikan berasal dari tahun 2010 ke atas, dengan video yang menampilkan rekaman inframerah yang diambil menggunakan kamera militer.

Gambar dan video yang buram tersebut menunjukkan objek dan insiden yang tidak dapat dijelaskan dari seluruh dunia, termasuk di Samudera Pasifik, Samudera Atlantik, dan Timur Tengah.

Penampakan Bintang Segi Enam di Laut Kuning

Salah satu insiden terbaru yang diungkap dalam kumpulan berkas ini terjadi pada tahun 2025 di dekat China. Sebuah video menunjukkan sensor militer yang mengikuti area kontras yang menyerupai bintang berujung enam di atas Laut Kuning. Bentuk geometris yang tidak biasa ini memicu spekulasi di kalangan pengamat UAP.

Selain itu, terdapat insiden lain yang terjadi di atas Samudera Atlantik pada tahun 2020. File video yang dirilis Pentagon memperlihatkan objek berwarna gelap, seperti merah marun, dengan tinggi sekitar 3,6-4,5 meter.

“Secara struktural, benda itu tampak seperti balon besar yang bentuknya agak aneh, tetapi kami tidak dapat memverifikasinya saat kami melewatinya di persimpangan jalur penerbangan,” tulis anggota Angkatan Laut AS dalam laporannya, seperti dikutip dari CBS News, Selasa (14/7/2026). “Kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali ke kapal, mendarat tanpa insiden,” sambungnya.

Pentagon kembali membagikan dokumen berisi foto dan video penampakan objek diduga UFO

Dokumen Bersejarah dari Proyek Manhattan

Berkas yang dibagikan Pentagon juga mencakup transkrip konferensi di Los Alamos, New Mexico pada tahun 1949 yang dihadiri oleh fisikawan dan ilmuwan ternama, termasuk mereka yang terlibat dalam Proyek Manhattan. Peserta konferensi tersebut mencoba dan gagal menjelaskan ‘bola api hijau’ yang terlihat di atas laboratorium nuklir.

Salah satu teori menyatakan objek itu adalah meteor yang memasuki atmosfer, tapi seorang astronom terkemuka mengatakan ini tidak pernah diamati di kasus meteorit jatuh sebelumnya. Ketidakmampuan para ilmuwan terbaik era itu untuk menjelaskan fenomena tersebut menambah misteri seputar UAP.

Rilis Keempat di Bawah Perintah Trump

Ini adalah kumpulan berkas terkait UFO keempat yang dirilis oleh Pentagon sejak Presiden AS Donald Trump memberikan perintah eksekutifnya pada Februari 2026. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan transparansi pemerintah AS terkait fenomena UAP.

Pentagon mengatakan masih ada banyak dokumen lainnya yang akan dirilis kemudian. “Departemen Perang dan mitra lembaga kami secara aktif mengerjakan rilis berkas UAP berikutnya,” kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam pernyataan resminya.

Rilis dokumen secara bertahap ini menunjukkan komitmen pemerintah AS untuk memberikan akses publik terhadap informasi yang sebelumnya dirahasiakan. Para pengamat UAP menantikan dokumen-dokumen selanjutnya yang mungkin akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang fenomena aneh di langit.

Kehadiran bintang segi enam di atas Laut Kuning menjadi salah satu bukti visual paling menarik dalam kumpulan dokumen kali ini. Bentuk geometris yang sempurna dan terekam oleh sensor militer membuatnya sulit dijelaskan sebagai fenomena alam biasa.

Seiring dengan terus dirilisnya dokumen-dokumen ini, publik dapat mengikuti perkembangan investigasi UAP yang dilakukan oleh pemerintah AS. Teknologi Baru terus dikembangkan untuk menganalisis data-data ini.

Implikasinya bagi pembaca adalah bahwa fenomena UAP kini menjadi subjek investigasi resmi pemerintah, bukan lagi sekadar teori konspirasi. Data dan dokumentasi yang dirilis secara bertahap memungkinkan publik untuk mengikuti proses verifikasi ilmiah terhadap fenomena-fenomena yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan.