OpenAI Rilis Chip Jalapeno, Saingi Nvidia Blackwell

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Chip AI Jalapeno buatan OpenAI hasil kemitraan dengan Broadcom
  • OpenAI resmi meluncurkan chip AI bernama Jalapeno, hasil kemitraan dengan Broadcom
  • Chip ini merupakan ASIC yang dirancang khusus untuk AI Inference, bukan untuk pelatihan
  • CEO Broadcom mengklaim performa Jalapeno setara Nvidia Blackwell dan TPU Google
  • Target operasional chip ini adalah akhir tahun 2026 di server OpenAI
  • Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan OpenAI pada GPU Nvidia
  • Chip ini menawarkan rasio performance per watt yang superior dibanding pesaing

JBNews.id — OpenAI resmi meluncurkan chip prosesor AI terbaru bernama Jalapeno, yang dirancang untuk menyaingi dominasi GPU Nvidia generasi terbaru, Blackwell. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan GPU Nvidia yang semakin terbatas di pasar global.

Dalam pengumuman resminya pada Rabu (24/6/2026), kreator ChatGPT tersebut mengungkapkan bahwa Jalapeno dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan Broadcom. Chip ini masuk dalam kategori ASIC (Application-Specific Integrated Circuit), yang berarti dirancang khusus untuk satu tujuan spesifik, yakni AI Inference atau proses inferensi kecerdasan buatan.

Perlu dipahami bahwa dalam ekosistem AI terdapat dua proses komputasi utama. Pertama, AI Training, yaitu proses di mana model AI menelan dan mempelajari data dalam jumlah masif agar bisa pintar. Kedua, AI Inference, yaitu proses ketika model AI merespons perintah atau pertanyaan dari pengguna, seperti saat ChatGPT mengetikkan jawaban atau saat Codex menulis kode pemrograman. Nah, Jalapeno dirancang khusus untuk mempercepat proses respons atau inferensi ini.

Kehadiran chip ini hanya berjarak sembilan bulan sejak OpenAI pertama kali mengumumkan rencana kerja sama dengan Broadcom. Langkah ini terbilang krusial mengingat suplai GPU Nvidia di pasaran global saat ini sangat terbatas akibat tingginya permintaan dari berbagai perusahaan teknologi.

Kinerja Jalapeno tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam wawancaranya dengan Reuters, CEO Broadcom Hock Tan dengan percaya diri menyatakan bahwa performa chip ini mampu menyamai keperkasaan chip generasi terbaru Nvidia Blackwell dan Tensor Processing Units (TPU) milik Google.

OpenAI Jalapeno

Langkah OpenAI ini sekaligus memperpanjang daftar raksasa teknologi yang berlomba-lomba merancang chip silikon buatan sendiri. Microsoft, Meta, dan Amazon sebelumnya juga telah meluncurkan cip AI kustom untuk menyokong server mereka, meskipun secara performa keseluruhan, chip-chip tersebut masih berada di bawah bayang-bayang dominasi Nvidia.

“Jalapeno adalah langkah pertama dalam platform komputasi multi-generasi kami,” tulis OpenAI dalam pernyataan resminya. Pihak OpenAI menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan pengukuran kinerja final. Namun, hasil pengujian awal menunjukkan bahwa Jalapeno mampu memberikan rasio performance per watt yang jauh lebih superior dibandingkan pesaing tercanggih yang ada di pasaran saat ini.

Chip Jalapeno ini ditargetkan sudah mulai digunakan pada server operasional OpenAI pada akhir tahun 2026, demikian dikutip dari The Verge, Kamis (25/6/2026).

Persaingan di industri chip AI semakin memanas. Nvidia selama ini mendominasi pasar dengan GPU-nya yang digunakan untuk pelatihan dan inferensi AI. Namun, dengan hadirnya chip khusus seperti Jalapeno, keseimbangan pasar bisa berubah. Chip ASIC seperti Jalapeno menawarkan efisiensi yang lebih tinggi untuk tugas-tugas spesifik, meskipun tidak sefleksibel GPU yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Ini berarti, bagi perusahaan yang menjalankan layanan AI berskala besar seperti OpenAI, memiliki chip sendiri untuk inferensi bisa mengurangi biaya operasional secara signifikan. Hal ini juga mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok tunggal, yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak perusahaan teknologi.

Selain itu, langkah OpenAI ini juga bisa memicu persaingan lebih ketat di industri AI. Dengan kemampuan memproduksi chip sendiri, OpenAI tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemain di sisi perangkat keras. Ini bisa memberikan keunggulan kompetitif dalam hal kecepatan inovasi dan efisiensi biaya.

Dari sisi bisnis, langkah ini juga bisa menjadi sinyal bagi investor bahwa OpenAI serius dalam membangun infrastruktur yang mandiri. Meskipun kerugian operasional perusahaan masih besar, investasi dalam perangkat keras sendiri bisa menjadi langkah strategis untuk jangka panjang.

Bagi pengguna layanan AI seperti ChatGPT, kehadiran chip Jalapeno bisa berarti peningkatan kecepatan respons dan kualitas layanan. Dengan chip yang lebih efisien, OpenAI bisa menawarkan layanan yang lebih baik dengan biaya yang lebih terkendali.

Namun, perlu diingat bahwa chip ini baru akan beroperasi pada akhir 2026. Masih ada waktu bagi Nvidia dan pesaing lainnya untuk merespons. Persaingan di industri chip AI diprediksi akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.

Kesimpulannya, peluncuran chip Jalapeno oleh OpenAI menandai babak baru dalam industri AI. Ini bukan sekadar peluncuran produk baru, tetapi juga pernyataan ambisi untuk menjadi pemain mandiri di seluruh rantai nilai AI. Bagi industri, ini berarti pilihan yang lebih beragam dan potensi inovasi yang lebih cepat. Bagi konsumen, ini berarti layanan AI yang lebih baik dan lebih terjangkau di masa depan.