Musk Tinggalkan TSMC, Gandeng Samsung untuk Chip Neuralink

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
Elon Musk dengan latar belakang teknologi Neuralink dan logo Samsung
  • Elon Musk secara resmi mengalihkan produksi chip Neuralink generasi keempat dari TSMC ke Samsung
  • Chip Neuralink Gen-4 menggunakan proses 4nm dan memiliki kemampuan dua arah untuk memasukkan data ke otak
  • Samsung menargetkan pengiriman batch pertama chip uji coba pada semester pertama 2027
  • Produksi massal dijadwalkan dimulai paling cepat akhir tahun depan
  • Alasan Musk meninggalkan TSMC karena terhambatnya jalur pasokan akibat ledakan AI
  • Samsung menargetkan profitabilitas bisnis foundry pada tahun 2028

JBNews.id — Elon Musk secara resmi mengalihkan produksi chip Neuralink generasi keempat dari TSMC ke Samsung. Keputusan strategis ini menandai pergeseran besar dalam rantai pasok semikonduktor perusahaan rintisan antarmuka otak-komputer milik miliarder tersebut.

Berdasarkan laporan Korea Economic Daily yang dikutip dari WCCFTech, Neuralink telah menjalin kesepakatan jangka panjang dengan Samsung untuk memproduksi chip terbaru mereka menggunakan proses 4nm. Langkah ini diambil setelah sebelumnya TSMC ditugaskan untuk memproduksi massal chip Neuralink generasi ketiga.

Kemitraan baru ini membuat raksasa semikonduktor Taiwan itu dikeluarkan dari lini produksi Neuralink. Samsung kini menjadi mitra utama untuk menggarap chip mutakhir yang akan menjadi otak dari perangkat implan otak generasi berikutnya.

Yang membedakan chip Neuralink generasi keempat dari pendahulunya terletak pada kemampuan dua arah. Chip generasi sebelumnya hanya berfungsi membaca sinyal otak untuk mengeluarkan perintah ke perangkat eksternal.

Sekarang, varian terbaru ini dapat memasukkan data dari perangkat tersebut ke otak untuk mengaktifkan fungsi fisik. Salah satu contoh penerapannya adalah mengembalikan penglihatan pasien dengan mensimulasikan neuron otak secara langsung.

Kemampuan ini membuka dimensi baru dalam terapi neurologis. Pasien dengan kondisi tertentu berpotensi mendapatkan kembali fungsi tubuh yang hilang melalui stimulasi neuron yang presisi.

Jadwal Produksi dan Target Pengiriman

Berdasarkan jadwal saat ini, Samsung berharap dapat memproduksi dan mengirimkan batch pertama chip Neuralink uji coba pada semester pertama tahun 2027. Produksi massal dijadwalkan dimulai paling cepat akhir tahun depan.

Kemitraan ini juga menjadi momentum kebangkitan bisnis foundry Samsung. Perusahaan Korea tersebut menargetkan profitabilitas pada tahun 2028, dan kerja sama dengan Neuralink menjadi langkah strategis menuju target tersebut.

Keputusan Elon Musk meninggalkan TSMC tidak terlepas dari tekanan permintaan yang sangat besar di industri semikonduktor. Ledakan AI telah memaksa perusahaan seperti NVIDIA untuk melakukan pemesanan dalam jumlah besar kepada TSMC, sehingga jalur pasokannya terhambat.

Meskipun TSMC telah mencoba mengatasi masalah ini dengan meningkatkan kapasitas bulanan hingga 175.000 unit wafer untuk litografi 3nm, permintaan yang sangat besar membuat TSMC tetap terhambat. Kondisi ini membuka celah bagi Samsung untuk mengambil alih pesanan dari Neuralink.

Masalah pasokan TSMC membuka peluang besar bagi Samsung. Meskipun hasil GAA 2nm-nya belum mencapai standar yang memungkinkan untuk melakukan pemesanan dalam jumlah besar bagi pelanggan, fokus perusahaan pada node yang sudah matang dapat menjadi penyelamatnya untuk saat ini.

Laporan Korea Economic Daily tidak menyebutkan secara spesifik mengapa node 4nm yang sudah mapan digunakan untuk chip secanggih itu. Namun, kemungkinan besar hal itu berkaitan dengan Samsung yang mencapai stabilitas yang lebih baik dengan proses ini dibandingkan dengan proses yang lebih baru.

Sebelumnya, Neuralink telah menjalin kerja sama dengan Samsung untuk chip penggerak otomatis AI6 dan AI6.5. Kesuksesan kemitraan tersebut menjadi landasan bagi Musk untuk mempercayakan produksi chip Neuralink generasi keempat kepada Samsung.

Keputusan ini menunjukkan kepercayaan Elon Musk terhadap kemampuan Samsung dalam memproduksi chip dengan kualitas tinggi dan volume yang memadai. Namun, keputusan ini juga menimbulkan risiko ketergantungan pada satu pemasok untuk komponen vital perangkat Neuralink.

Implikasi dari peralihan ini sangat luas. Bagi industri semikonduktor, ini menandai pergeseran keseimbangan kekuatan antara TSMC dan Samsung. Bagi pasien yang menanti teknologi Neuralink, jadwal produksi yang jelas memberikan harapan akan ketersediaan perangkat dalam waktu dekat.

Dengan kemampuan baru chip Neuralink Gen-4 untuk mengembalikan fungsi fisik seperti penglihatan, teknologi ini berpotensi mengubah kehidupan jutaan penyandang disabilitas di seluruh dunia. Namun, masih diperlukan uji klinis lebih lanjut sebelum perangkat dapat digunakan secara luas.

Bagi Elon Musk, keputusan ini juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar Neuralink dalam negosiasi dengan pemasok di masa depan. Dengan memiliki dua mitra foundry potensial, Neuralink memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola rantai pasoknya.

Kemitraan dengan Samsung juga membuka akses Neuralink ke ekosistem semikonduktor Korea Selatan yang sangat maju. Ini termasuk akses ke tenaga kerja terampil, infrastruktur penelitian, dan dukungan pemerintah Korea yang kuat untuk industri chip.

Ke depannya, persaingan antara TSMC dan Samsung diperkirakan akan semakin ketat. Neuralink menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan teknologi besar mulai mendiversifikasi pemasok chip mereka untuk mengurangi risiko gangguan pasokan.

Samsung sendiri telah berinvestasi besar-besaran dalam kapasitas produksi foundry-nya. Perusahaan ini membangun fasilitas baru di berbagai lokasi untuk mengejar ketertinggalan dari TSMC dalam hal volume produksi dan teknologi proses.

Bagi konsumen dan pasien yang menunggu teknologi Neuralink, kabar ini memberikan kepastian bahwa pengembangan chip generasi keempat terus berjalan sesuai rencana. Namun, masih diperlukan waktu beberapa tahun sebelum perangkat ini tersedia secara komersial.

Dengan jadwal produksi massal yang dimulai paling cepat akhir tahun depan, chip Neuralink Gen-4 diperkirakan baru akan hadir di perangkat komersial pada tahun 2028 atau 2029. Ini masih harus melalui proses regulasi yang ketat dari badan pengawas kesehatan di berbagai negara.

Keputusan Elon Musk untuk beralih ke Samsung juga menunjukkan bahwa faktor stabilitas pasokan kini menjadi prioritas utama dalam pengembangan produk teknologi tinggi. Ini menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan lain yang bergantung pada satu pemasok chip.

Bagi pengamat industri semikonduktor, langkah ini menegaskan bahwa Samsung tetap menjadi pemain utama yang patut diperhitungkan meskipun tertinggal dari TSMC dalam teknologi proses paling mutakhir. Fokus pada node yang sudah matang terbukti menjadi strategi yang efektif.

Dengan semua perkembangan ini, masa depan Neuralink dan teknologi antarmuka otak-komputer semakin cerah. Kolaborasi dengan Samsung diharapkan dapat mempercepat realisasi visi Elon Musk untuk menghubungkan otak manusia dengan komputer secara langsung.