Misteri Bola Emas di Laut Dalam Akhirnya Terpecahkan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Bola emas misterius ditemukan di dasar laut Alaska oleh ROV Deep Discoverer
  • Misteri bola emas di dasar laut Alaska terpecahkan setelah hampir tiga tahun
  • Benda ditemukan pada 30 Agustus 2023 di kedalaman 3.300 meter oleh ROV Deep Discoverer
  • Identifikasi menggunakan whole-genome sequencing menunjukkan DNA identik dengan Relicanthus daphneae
  • Bola emas adalah lapisan luar (cuticle) anemon laut raksasa yang tertinggal setelah hewan berpindah
  • Anemon ini memiliki tentakel hingga panjang lebih dari dua meter
  • Penemuan menunjukkan betapa sedikitnya pengetahuan manusia tentang laut dalam

JBNews.id — Hampir tiga tahun setelah membingungkan para ilmuwan, misteri bola emas yang ditemukan di dasar laut Alaska akhirnya terpecahkan. Benda berwarna keemasan yang sempat memicu berbagai spekulasi, mulai dari telur makhluk laut hingga organisme baru, ternyata merupakan bagian dari seekor anemon laut raksasa yang hidup di kedalaman ekstrem.

Objek tersebut pertama kali ditemukan pada 30 Agustus 2023 saat kendaraan bawah laut tanpa awak (ROV Deep Discoverer) milik NOAA Ocean Exploration menjelajahi Teluk Alaska di kedalaman sekitar 3.300 meter. Benda berbentuk kubah berdiameter sekitar 10 sentimeter itu menempel pada batu dan memiliki sebuah lubang kecil di bagian bawahnya. Penampilannya yang tidak biasa membuat tim ekspedisi tak mampu langsung mengenalinya.

Bahkan, saat siaran langsung ekspedisi berlangsung, salah seorang peneliti sempat berkomentar, “Saya benar-benar tidak tahu benda apa itu. Saya hanya berharap saat kita menyentuhnya, tidak ada sesuatu yang keluar dari dalamnya. Rasanya seperti awal film horor.” Pernyataan ini mencerminkan betapa membingungkannya penemuan tersebut pada saat itu.

Setelah diangkat menggunakan penyedot khusus, spesimen itu dikirim ke Smithsonian National Museum of Natural History untuk diteliti lebih lanjut. Awalnya, para peneliti menduga misteri tersebut dapat dipecahkan melalui DNA barcoding, metode identifikasi genetik yang umum digunakan. Namun hasilnya tidak meyakinkan karena sampel dipenuhi materi genetik dari berbagai mikroorganisme yang hidup menempel di permukaannya.

Di bawah mikroskop, ilmuwan juga tidak menemukan organ tubuh yang lazim dimiliki hewan. Yang terlihat hanyalah lapisan serat tebal berisi spirocyst, yakni sel penyengat khusus yang hanya dimiliki kelompok Hexacorallia, keluarga yang mencakup anemon laut dan karang batu. Temuan itu mempersempit daftar kandidat penyebab terbentuknya bola emas tersebut.

Untuk memastikan identitasnya, tim kemudian menggunakan whole-genome sequencing, teknik yang membaca keseluruhan materi genetik organisme. Hasil analisis menunjukkan DNA benda tersebut hampir identik dengan Relicanthus daphneae, spesies anemon laut raksasa yang hidup pada kedalaman 2.400 hingga 4.400 meter.

Para peneliti menyimpulkan bahwa bola emas itu bukanlah hewan utuh maupun telur, melainkan lapisan luar (cuticle) yang pernah menjadi bagian dasar tubuh anemon saat menempel pada batu di dasar laut. Setelah terlepas, lapisan tersebut tertinggal sementara hewannya berpindah ke tempat lain.

Allen Collins, zoolog sekaligus Direktur National Systematics Laboratory NOAA Fisheries, mengatakan kasus ini jauh lebih rumit dibanding identifikasi spesimen laut pada umumnya. “Kami menangani ratusan sampel berbeda dan awalnya saya mengira prosedur rutin akan menyelesaikan misteri ini. Namun ternyata kasus ini memerlukan keahlian dari banyak bidang, mulai dari morfologi, genetika, biologi laut dalam, hingga bioinformatika,” ujarnya.

Meski identitas bola emas akhirnya terungkap, ilmuwan menilai penemuan ini justru menunjukkan betapa sedikitnya pengetahuan manusia tentang laut dalam. William Mowitt, Pelaksana Tugas Direktur NOAA Ocean Exploration, mengatakan kemajuan teknologi seperti pengurutan DNA memungkinkan semakin banyak misteri dasar laut terpecahkan. “Dalam eksplorasi laut dalam, kami sering menemukan misteri yang memikat seperti ‘bola emas’ ini. Dengan teknik canggih seperti pengurutan DNA, kami kini mampu memecahkan semakin banyak misteri tersebut. Itulah alasan kami terus menjelajah laut dalam.”

Relicanthus daphneae sendiri merupakan spesies yang relatif langka. Anemon ini pertama kali dideskripsikan pada 2006 dan memiliki tentakel yang dapat mencapai panjang lebih dari dua meter. Hewan tersebut hidup menempel pada batu di sekitar ventilasi hidrotermal, rembesan metana, dan dasar laut berbatu di kedalaman ribuan meter.

Penemuan ini juga mengingatkan pada misteri sinyal inframerah yang baru-baru ini terungkap di Titan dan Pluto, menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang dengan temuan-temuan baru yang mengejutkan.

Bagi para peneliti, terpecahkannya misteri bola emas bukanlah akhir, melainkan awal dari pemahaman baru mengenai kehidupan di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi. Laut dalam masih menyimpan ribuan spesies yang belum dikenal, dan setiap ekspedisi berpotensi menghadirkan kejutan baru. Kasus serupa juga pernah terjadi ketika Shenlong melepaskan objek misterius di orbit Bumi, yang memicu spekulasi serupa di kalangan ilmuwan antariksa.

Keberhasilan memecahkan misteri ini menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam penelitian ilmiah. Tanpa kombinasi keahlian dari morfologi, genetika, biologi laut dalam, hingga bioinformatika, identitas bola emas mungkin akan tetap menjadi teka-teki. Para ilmuwan berharap metode serupa dapat diterapkan untuk mengungkap misteri sinyal radio kosmik yang baru terpecahkan melalui bintang katai putih.

Laut dalam tetap menjadi salah satu frontier terakhir eksplorasi Bumi. Dengan kedalaman yang mencapai ribuan meter dan tekanan yang ekstrem, lingkungan ini menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa namun belum banyak dipahami. Setiap penemuan baru, termasuk terpecahkannya misteri bola emas, membuka jendela pemahaman yang lebih luas tentang kehidupan di planet ini.

NOAA Ocean Exploration sendiri terus melakukan ekspedisi rutin ke berbagai lokasi laut dalam di seluruh dunia. Dengan peralatan canggih seperti ROV Deep Discoverer dan teknik analisis modern seperti whole-genome sequencing, para peneliti optimistis dapat mengungkap lebih banyak misteri yang tersembunyi di kedalaman samudra.

Implikasinya bagi pembaca: misteri bola emas ini mengingatkan kita bahwa masih banyak hal yang belum diketahui tentang planet kita sendiri. Setiap penemuan baru membuka peluang untuk memahami lebih dalam tentang keanekaragaman hayati dan evolusi kehidupan di Bumi, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya pendanaan dan dukungan untuk penelitian ilmiah di bidang oseanografi dan biologi laut dalam.

Bola emas misterius