Meta Luncurkan Aplikasi Pocket Berbasis AI

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Tampilan aplikasi Pocket milik Meta yang menampilkan gizmos interaktif berbasis AI
  • Meta meluncurkan aplikasi Pocket berbasis AI untuk membuat gizmos interaktif
  • Aplikasi ini mirip dengan Gizmo dari Atma Sciences Inc. yang teknologinya dilisensikan Meta
  • Gizmos merespons sentuhan, kemiringan ponsel, kamera, dan dapat memutar efek suara
  • Aplikasi belum tersedia di AS dan global, termasuk Indonesia
  • Meta merekrut insinyur dari Atma Sciences Inc. untuk mengembangkan Pocket
  • Fitur remix memungkinkan pengguna memodifikasi karya orang lain

JBNews.id — Meta resmi meluncurkan aplikasi bernama Pocket, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna membuat dan membagikan “gizmos” interaktif. Langkah ini merupakan realisasi visi CEO Meta Mark Zuckerberg yang ingin menjadikan AI sebagai media sosial generasi baru.

Peluncuran Pocket terjadi setahun setelah Mozilla menutup layanan read-it-later Pocket yang populer. Kini Meta menghadirkan aplikasi dengan nama yang sama tetapi fokus yang berbeda: AI-generated experiences. Informasi ini dilaporkan oleh Business Insider.

Zuckerberg sebelumnya telah menggambarkan visi pengguna dapat menggunakan AI untuk menciptakan pengalaman interaktif dan membagikannya dengan orang lain. Pocket tampaknya menjadi salah satu manifestasi dari ide tersebut.

Menurut laporan Business Insider pada Maret lalu, Meta merekrut para insinyur dari perusahaan bernama Atma Sciences Inc., yang sebelumnya mengembangkan aplikasi bernama Gizmo. Meta mendapatkan lisensi non-eksklusif untuk menggunakan teknologi perusahaan tersebut.

Berdasarkan tangkapan layar Pocket di Google Play, aplikasi ini terlihat sangat mirip dengan Gizmo. “Gulir umpan gizmos dari orang-orang di seluruh dunia,” demikian deskripsi Meta di halaman Google Play Pocket. “Gizmos merespons sentuhan dan kemiringan ponsel Anda. Mereka memutar efek suara dan lagu favorit Anda. Mereka dapat menggunakan kamera atau menarik foto dari rol kamera Anda. Beberapa bahkan dapat bernalar tentang dunia di sekitar mereka.”

Di halaman pusat bantuan, Meta juga mendeskripsikan gizmo sebagai “pengalaman yang dapat dimainkan yang dihasilkan AI.” Saat memposting gizmo, pengguna dapat memilih untuk mengizinkan orang lain melakukan remix.

Ketersediaan Aplikasi

Saat ini, Pocket belum tersedia di Amerika Serikat. Dua staf Verge yang berbasis di AS melihat catatan di daftar Google Play yang menyatakan aplikasi tersebut “tidak tersedia di negara Anda.” Aplikasi ini juga belum ditemukan di App Store AS milik Apple.

Meta mencatat dalam pusat bantuannya bahwa aplikasi ini “belum tersedia di mana-mana.” Perusahaan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Langkah Meta meluncurkan Pocket menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan AI. Dalam beberapa bulan terakhir, Meta terus memperkuat ekosistem AI-nya. Salah satu langkah yang diambil adalah Fitur Terbaru untuk produk-produknya.

Selain itu, Meta juga fokus pada perlindungan pengguna muda. Perusahaan telah Perlindungan Remaja di era regulasi baru.

Di sisi lain, Meta juga berkolaborasi dengan pemerintah untuk memberantas konten berbahaya. Langkah Komdigi-Meta Bentuk Tim gabungan untuk memberantas spam judi online menjadi contoh konkret komitmen tersebut.

Implikasi bagi Pengguna

Peluncuran Pocket menandai babak baru dalam strategi Meta mengintegrasikan AI ke dalam produk konsumen. Dengan pendekatan yang memungkinkan pengguna menciptakan konten interaktif tanpa keahlian coding, Pocket berpotensi mengubah cara orang berinteraksi di media sosial.

Konsep “gizmos” yang responsif terhadap sentuhan, kemiringan ponsel, dan bahkan kamera memberikan dimensi baru dalam pengalaman digital. Pengguna dapat membuat konten yang tidak hanya pasif dikonsumsi tetapi juga berinteraksi secara dinamis.

Fitur remix yang ditawarkan Meta juga sejalan dengan tren konten viral di platform sosial. Ketika pengguna dapat memodifikasi karya orang lain, potensi kreativitas menjadi lebih luas.

Namun, ketersediaan yang masih terbatas menjadi tantangan awal. Belum jelas kapan Pocket akan dirilis secara global, termasuk di Indonesia.

Bagi pengguna yang tertarik dengan teknologi AI generatif, Pocket menawarkan pendekatan yang lebih sosial dan interaktif dibandingkan aplikasi AI pada umumnya. Alih-alih sekadar menghasilkan teks atau gambar, pengguna dapat menciptakan pengalaman yang dapat dimainkan dan dibagikan.

Implikasi dari peluncuran ini juga berdampak pada lanskap kompetitif. Dengan sumber daya yang dimiliki Meta, Pocket berpotensi menjadi platform baru untuk konten buatan pengguna yang didukung AI.

Ke depannya, pengembangan Pocket akan menjadi indikator seberapa serius Meta mengejar visi AI sebagai media sosial. Jika berhasil, aplikasi ini bisa menjadi landasan bagi generasi baru interaksi digital yang lebih imersif dan partisipatif.

Bagi pengguna di Indonesia, meskipun belum tersedia saat ini, perkembangan Pocket patut dipantau. Mengingat basis pengguna Meta yang besar di Tanah Air, bukan tidak mungkin aplikasi ini akan hadir dalam waktu dekat.