JBNews.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menggandeng Merkle Innovation untuk menyelenggarakan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026. Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 dan bertujuan mendorong siswa SMK dan SMA untuk beralih dari pengguna menjadi pencipta teknologi kecerdasan buatan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) saat ini tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pihaknya berupaya memfasilitasi para murid kejuruan SMK maupun SMA yang memiliki minat, bakat, dan kemampuan dalam bidang tersebut.
“Tahun ini hal baru yang dilakukan adalah kami mengembangkan LKS yang harapannya adalah baik siswa yang mengarah ke kejuruan ataupun SMA bisa benar-benar menerapkan dan semakin melengkapi kebutuhan akan sumber daya yang mampu mengembangkan kecerdasan artifisial,” kata Irene dalam webinar bertajuk “Sosialisasi Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Jenjang Pendidikan Menengah 2026” di Jakarta Pusat pada Senin.
Langkah strategis ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyiapkan talenta muda Indonesia menghadapi persaingan global. Kemendikdasmen tidak hanya ingin menciptakan generasi yang mahir menggunakan AI, tetapi juga mampu mengembangkan solusi berbasis AI yang berdampak nyata bagi masyarakat. Kompetisi EKKA 2026 menjadi wadah pertama yang secara khusus dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara konsumsi dan produksi teknologi AI di kalangan pelajar.
Menyiapkan Talenta Menuju Kompetisi Internasional
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Mendikdasmen bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menjelaskan bahwa ekshibisi kecerdasan artifisial ini dihadirkan sebagai langkah awal untuk memperkenalkan kompetisi bidang tersebut kepada para murid. Lebih dari sekadar ajang nasional, kompetisi ini juga bertujuan menyiapkan talenta menuju kompetisi internasional seperti International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Kemendikdasmen, kata dia, berupaya untuk menemukan talenta, membangun komunitas, sekaligus menciptakan ekosistem kecerdasan artifisial di Indonesia melalui gelaran tersebut. “Kami ingin mendorong potensi para murid dari pengguna teknologi baik hardware maupun kecerdasan artifisial menjadi pencipta,” tegas Muchlas.
Visi ini menempatkan Indonesia pada peta persaingan AI global. Dengan persiapan sejak dini melalui kompetisi seperti EKKA, diharapkan lahir inovator-inovator muda yang mampu bersaing di ajang IOAI. Pendekatan ini juga menjadi fondasi untuk membangun ekosistem AI yang berkelanjutan, mulai dari pendidikan menengah hingga ke jenjang profesional.
Dukungan Sektor Swasta dan Jadwal Kompetisi
VP of Human Capital Merkle Innovation, Darianti, menyatakan bahwa pihaknya berupaya mendukung Kemendikdasmen dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas maupun inovasi dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Secara teknis, ia menjelaskan jadwal pendaftaran LKS EKKA 2026 dimulai dari tanggal 15 hingga 22 Juni melalui portal registrasi https://daftarbpti.kemendikdasmen.go.id. Setelah itu, para peserta wajib mengirimkan karya mereka mulai dari tanggal 22 Juni hingga 3 Juli, yang diunggah melalui laman https://forms.office.com/r/6phQnAceYA.
Pada tahap pengiriman karya, peserta akan mengirimkan proposal solusi sebanyak maksimal 4 halaman, video pitch dan demo berdurasi 2 hingga 5 menit, serta aplikasi atau prototipe fungsional. Adapun final LKS EKKA 2026 akan dilaksanakan secara luring dari tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus di wilayah Jakarta Utara.
Mekanisme ini dirancang untuk menguji kemampuan peserta secara komprehensif, mulai dari perencanaan konsep hingga implementasi teknis. Keikutsertaan dalam kompetisi AI seperti ini juga menjadi bekal berharga bagi siswa yang tertarik mendalami teknologi serupa, sebagaimana terlihat dalam perkembangan AI di Tribeca yang membuktikan bahwa kecerdasan buatan generatif dapat menjadi alat kreatif yang powerful.
Baca Juga:
Fokus pada Dampak dan Solusi Nyata
Kompetisi EKKA 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan teknis. Lebih dari itu, peserta dituntut untuk menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan visi Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem AI yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan sosial.
Dengan melibatkan mitra dari sektor swasta seperti Merkle Innovation, Kemendikdasmen memastikan bahwa kompetisi ini memiliki standar industri yang tinggi. Para peserta akan mendapatkan pengalaman berharga dalam mengembangkan produk berbasis AI yang siap diimplementasikan di dunia nyata.
Bagi siswa yang tertarik mengikuti kompetisi ini, persiapan matang sangat diperlukan. Mulai dari memahami dasar-dasar AI, menguasai teknik pembuatan prototipe, hingga kemampuan presentasi yang baik. Kesempatan untuk berlaga di ajang internasional seperti IOAI menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk memberikan yang terbaik.
Kompetisi ini juga membuka peluang bagi siswa untuk membangun portofolio di bidang AI, yang akan sangat berguna ketika melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja. Perkembangan teknologi AI yang pesat membuat keterampilan ini semakin dicari oleh berbagai sektor industri.
Implikasi bagi Dunia Pendidikan dan Industri
Langkah Kemendikdasmen menggelar kompetisi AI ini memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan dan industri di Indonesia. Pertama, kompetisi ini mendorong kurikulum pendidikan menengah untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kedua, industri mendapatkan akses ke talenta muda yang telah teruji kemampuannya di bidang AI.
Ketiga, kompetisi ini menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem AI di Indonesia. Dengan semakin banyaknya siswa yang terpapar pada teknologi AI sejak dini, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan inovator-inovator kelas dunia di masa depan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah teknologi global, sejalan dengan upaya pengembangan infrastruktur teknologi nasional seperti yang terlihat pada proyek 60 Pembangkit Baru yang memperkuat ketahanan energi nasional.
Bagi para siswa SMK dan SMA yang memiliki minat di bidang AI, EKKA 2026 adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan dan berkontribusi pada pengembangan teknologi di Indonesia. Pendaftaran yang dibuka mulai 15 Juni 2026 menjadi gerbang awal bagi perjalanan mereka menjadi pencipta, bukan sekadar pengguna teknologi.




