Kagi Luncurkan Small Web, Kembalikan Semangat Internet Lama

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Tampilan antarmuka proyek Small Web Kagi yang menampilkan direktori situs buatan manusia dengan kategori seperti DIY, Travel, dan Pop Culture
  • Kagi meluncurkan proyek Small Web untuk mengkurasi situs-situs buatan manusia
  • Proyek ini bertujuan menghindari web yang didominasi algoritma, iklan, dan konten AI
  • Kagi menawarkan mesin pencari berbayar mulai $5/bulan untuk 300 pencarian
  • Small Web mirip dengan StumbleUpon lama dengan tombol Next Post acak
  • Kategori tersedia: DIY & Making, Travel & Outdoors, Retro, dan Pop Culture
  • Kagi baru meluncurkan aplikasi Android dan iOS
  • Pengalaman browsing lebih autentik dengan konten dari orang nyata

JBNews.id — Kagi, perusahaan mesin pencari berbasis privasi, meluncurkan proyek “Small Web” yang menyusun situs-situs buatan manusia, menghadirkan kembali nuansa internet era awal tanpa dominasi algoritma, iklan, dan konten buatan AI.

Langkah ini merupakan perluasan dari bisnis utama Kagi yang selama beberapa tahun terakhir menjalankan mesin pencari alternatif Google. Kini Kagi tidak hanya menawarkan pencarian yang lebih privat, tetapi juga mengkurasi “small web” yang digerakkan dan ditulis oleh manusia.

Dalam beberapa dekade sejak era awal internet—ketika pengguna bisa memuat direktori seperti AltaVista atau Yahoo dan menelusuri kategori Home & Family, Science, dan Computers—web telah berubah hampir tidak bisa dikenali. Hampir semuanya kini dimonetisasi hingga tingkat maksimal, mulai dari hasil pencarian, forum, media sosial, hingga portal berita. Aplikasi dan alat canggih kini berjalan di dalam browser, sementara AI bekerja keras menghilangkan kebutuhan akan web terbuka sama sekali.

Mesin Pencari Berbayar yang Lebih Privat

Sebagai bisnis utama Kagi, mesin pencari ini menawarkan model berlangganan. Pengguna bisa memulai dengan biaya $5 per bulan (ditambah pajak penjualan) untuk 300 pencarian. Paket tersebut sudah mencakup asisten AI standar yang membantu memahami hasil pencarian. Untuk pencarian tanpa batas dan lebih banyak token AI asisten, tersedia paket $10 per bulan. Kagi juga menyediakan uji coba gratis sebanyak 100 pencarian bagi yang ingin mencoba terlebih dahulu.

Argumen Kagi tentang mengapa pengguna harus membayar untuk pencarian cukup meyakinkan. Menurut Kagi, mencari di web selalu membutuhkan biaya—hanya soal apakah Anda membayar langsung dengan uang, dengan menyerahkan data aktivitas online, atau dengan menyaring iklan dan tautan bersponsor yang semakin banyak.

Selain membuat pencarian lebih privat, Kagi juga ingin membuatnya lebih baik dengan menyajikan hasil yang tidak dipengaruhi promosi berbayar atau praktik bisnis favorit Google yang berubah dari bulan ke bulan. Kagi memiliki indeks sendiri untuk web dan berita, serta dirancang untuk mempromosikan “hasil yang relevan dan berkualitas tinggi” serta situs nonkomersial.

Untuk memulai, pengguna hanya perlu alamat email dan kata sandi. Panel opsi pencarian dapat digunakan untuk membatasi hasil ke gambar, video, podcast, peta, atau berita, serta memfilter berdasarkan waktu atau bahasa. Ketika mencari sebuah band, misalnya, hasilnya menampilkan situs web resmi, halaman Wikipedia, akun media sosial, dan saluran YouTube—semua bebas dari hasil promosi, pencarian terkait, dan konten bersponsor.

Proyek Small Web: Kembali ke Akar Internet

Kagi kini tidak hanya berhenti pada mesin pencari. Perusahaan ini menawarkan akses ke berbagai model AI dan sedang membangun proyek Small Web yang bertujuan menyoroti yang terbaik dari internet buatan dan kurasi manusia. Kagi baru saja meluncurkan aplikasi untuk Android dan iOS.

Idenya adalah menghindari web yang “didominasi oleh algoritma, iklan, dan kebisingan buatan AI,” menurut pernyataan Kagi. Proyek ini mirip dengan StumbleUpon lama, jika pengguna masih mengingatnya. Ada tombol Next Post untuk melompat ke sesuatu yang lain secara acak, memungkinkan pengguna memfavoritkan apa yang dilihat atau mencari sesuatu yang spesifik. Tombol Share juga tersedia.

Pengguna tidak boleh berharap menemukan harta karun di setiap klik, tetapi itulah bagian dari keseruannya. Anda akan menemukan banyak posting blog—tulisan oleh orang nyata, tentang topik-topik khusus. Dalam beberapa menit menjelajah, pengguna bisa menemukan posting yang memperdebatkan nuansa Python, menyelami fisika partikel, atau memuji seni bercerita. Seperti mesin pencari Kagi, ini adalah kilas balik ke masa lalu web.

Klik Topics untuk mempersempit jenis situs yang ditemui. Kategori yang bisa dipilih termasuk DIY & Making, Travel & Outdoors, Retro, dan Pop Culture—seperti direktori lama yang dulu dijalankan oleh AltaVista, Yahoo, dan sejenisnya. Pengalaman ini terbukti lebih menyegarkan dari yang diperkirakan, menawarkan kesempatan membaca esai dan melihat seni digital yang hanya diletakkan di luar sana—bukan untuk menjadi viral atau menghasilkan uang, tetapi hanya demi menampilkan kreativitas dan berbagi sesuatu dengan dunia.

Kagi mungkin saja menemukan sesuatu yang berharga di sini. Di tengah maraknya konten buatan AI dan algoritma yang mendominasi, kehadiran Small Web menjadi oase bagi mereka yang merindukan internet yang lebih autentik dan manusiawi. Telkom Gelar RUPST dan berbagai berita teknologi lainnya juga tersedia di JBNews.id bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan industri digital.

Bagi pengguna yang ingin merasakan kembali semangat internet lama, Kagi menawarkan pintu masuk yang menarik. Dengan model berlangganan yang transparan dan fokus pada privasi, perusahaan ini menantang dominasi raksasa teknologi yang selama ini mengendalikan cara kita mencari dan mengonsumsi konten di web. Empat Game Xbox Klasik juga menjadi salah satu konten yang bisa dinikmati di tengah tren nostalgia digital ini.

Implikasinya jelas: pengguna kini memiliki pilihan nyata untuk kembali ke web yang lebih bersih, lebih privat, dan lebih manusiawi. Meskipun belum diketahui seberapa besar dampak Kagi terhadap pasar mesin pencari yang didominasi Google, langkah ini setidaknya membuka diskusi tentang masa depan internet yang lebih berimbang antara kenyamanan dan privasi. Bocoran Samsung Galaxy Z Fold8 juga menjadi sorotan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.