JBNews.id — Insta360 secara mengejutkan memajukan jadwal peluncuran kamera vlogging terbarunya, Insta360 Luna Ultra, menjadi Rabu (10/6/2026) dari rencana awal minggu depan. Langkah dadakan ini dipicu oleh bocornya ketersediaan perangkat di beberapa peritel seperti B&H Photo di New York. Dengan spesifikasi ‘monster’, Luna Ultra siap menantang dominasi seri DJI Osmo Pocket.
“Luna Ultra menandai kedatangan Insta360 di ranah kamera gimbal, didukung oleh seluruh kekuatan keahlian pencitraan kami,” ungkap Max Richter, VP of Marketing dan Co-Founder Insta360. Perangkat ini hadir di tengah persaingan pasar kamera gimbal genggam yang semakin memanas.

Kamera Ganda dengan Sentuhan Leica
Sama seperti pesaingnya, DJI Osmo Pocket 4P, Luna Ultra mengusung sistem kamera ganda yang ditopang stabilisator gimbal tiga sumbu (three-axis). Kamera utama menggunakan lensa legendaris Leica Summicron yang dipadukan dengan sensor raksasa Tipe 1 (Type 1 sensor). Sementara kamera telefoto mengandalkan sensor Tipe 1/1.3 dengan bukaan f/2.0.
Kombinasi kedua lensa ini menjanjikan kemampuan zoom optik tanpa pecah (lossless optical zoom) hingga 6x, serta zoom digital yang bisa ditarik hingga 12x. Spesifikasi ini menjadikannya pesaing serius di segmen Kamera 8K genggam.
Layar OLED yang Bisa Dilepas
Satu inovasi paling mencolok yang membedakannya dari kompetitor adalah kehadiran layar sentuh OLED yang dapat dilepas pasang. Fitur ini sangat memanjakan kreator konten yang bekerja sendirian (single operator). Dengan melepas layar, pengguna bisa menjadikannya sebagai remote control untuk mengendalikan kamera dari jarak jauh, sekaligus berfungsi sebagai monitor untuk memastikan framing gambar tetap sempurna.
Insta360 juga menawarkan aksesori tambahan POV Head Tracker untuk perekaman hands-free yang lebih bebas. Inovasi ini menjadi nilai jual utama dibandingkan produk kompetitor di kelasnya.
Kualitas Video Sinematik Profesional
Dapur pacu visual Luna Ultra dirancang untuk memuaskan kebutuhan profesional. Perangkat ini mampu merekam video hingga resolusi 8K pada 30fps dalam format Dolby Vision. Selain itu, mendukung format 10-bit I-Log dengan klaim rentang dinamis (dynamic range) seluas 14-stop.
Terdapat pula profil warna eksklusif Leica (Natural, Vivid, dan Chrome) serta dukungan alur kerja profesional ACES. Untuk fotografi, perangkat ini bisa menghasilkan foto resolusi raksasa, yakni 37 MP untuk mode UltraPhotos dan 200 MP untuk Scenic Panorama.
Baca Juga:
AI Pelacak Subjek Super Presisi
Gerakan visual yang mulus berkat stabilisator mekanik dan elektronik makin disempurnakan oleh hadirnya teknologi AI Deep Track 5.0. Teknologi ini memastikan subjek tetap berada di tengah frame dan selalu fokus melalui fitur Auto Tracking, Active Zoom Tracking, Group Tracking, hingga Smart Framing.
Beberapa fitur pendukung operasional lainnya meliputi timecode bawaan, kemampuan berbagi profil warna via QR code, penahan angin (wind guard) internal untuk merekam audio yang jernih tanpa mic tambahan, serta dukungan lensa/filter magnetik. Fitur-fitur ini menjadikannya pilihan ideal bagi kreator konten profesional.
Harga dan Ketersediaan
Insta360 membekali Luna Ultra dengan baterai berkapasitas 1.550 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 4 jam pemakaian. Fitur fast charging-nya sanggup mengisi daya hingga 80% hanya dalam waktu 23 menit. Untuk penyimpanan data, tersedia memori internal sebesar 47GB yang masih bisa diekspansi hingga 1TB menggunakan kartu microSD.
Hadir dalam pilihan warna Cosmic Black dan Stellar White, Insta360 Luna Ultra resmi dibanderol dengan harga USD 769.99 (sekitar Rp 12,5 jutaan) dan sudah mulai dipasarkan secara global. Kehadirannya semakin memanaskan persaingan di segmen Teknologi Kamera genggam.
Bagi kreator konten yang membutuhkan perangkat serbaguna dengan kualitas sinematik, Luna Ultra menawarkan paket lengkap dengan harga kompetitif. Perangkat ini menjadi pilihan menarik di tengah tren Inovasi Teknologi yang terus berkembang.
Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, Insta360 Luna Ultra berpotensi menggeser posisi DJI Osmo Pocket sebagai pemimpin pasar. Para pengamat industri menantikan bagaimana respons kompetitor terhadap kehadiran perangkat inovatif ini.




