JBNews.id — HMD Global secara diam-diam meluncurkan empat feature phone Nokia terbaru yang dilengkapi dengan tombol khusus asisten AI. Langkah ini menghadirkan teknologi kecerdasan buatan ke segmen ponsel yang selama ini dikenal sebagai ‘ponsel bodoh’, membuka akses baru bagi pengguna yang menginginkan fungsionalitas modern dalam genggaman.
Keempat perangkat tersebut adalah Nokia 210 4G, Nokia 235 4G 2nd Edition, Nokia 215 4G 2nd Edition, dan Nokia 200 4G. Seluruhnya mengusung desain yang hampir identik dengan keyboard T9 serta tombol akses AI yang terletak di tengah tombol navigasi. Inovasi ini memungkinkan pengguna menjalankan tugas sederhana menggunakan perintah suara, sebuah fitur yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel pintar kelas atas.
Asisten AI pada feature phone ini ditenagai oleh Sikey AI. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk membuat panggilan telepon, menyalakan senter, memasang alarm dan pengingat, serta membuka kamera hanya dengan perintah suara. HMD Global juga mengklaim bahwa asisten AI ini mampu menjawab pertanyaan sederhana, seperti menampilkan resep masakan atau memberikan contoh kalimat dalam bahasa asing.
Baca Juga:
Namun, akses ke asisten AI ini bukanlah layanan gratis. HMD Global menetapkannya sebagai fitur premium. Pengguna dapat menjajal kemampuan AI tersebut selama 180 hari pertama sejak pembelian. Setelah masa percobaan berakhir, pengguna harus membayar biaya berlangganan mulai dari USD 2,99 per tahun untuk terus menikmati fitur ini.
Selain asisten AI, keempat feature phone ini juga mendukung layanan cloud telephone. Layanan ini memungkinkan pengguna mengecek video terbaru, perkiraan cuaca, berita olahraga, dan konten lainnya tanpa menghabiskan ruang penyimpanan internal ponsel. Pengguna juga dapat melakukan panggilan video dan mengirim pesan suara melalui platform Xpress Chat.
Dari segi spesifikasi, seluruh perangkat menjalankan sistem operasi S30+ dan didukung baterai berkapasitas 1.450 mAh. Nokia 215 4G 2nd Edition dan Nokia 235 4G 2nd Edition mengusung layar IPS 2,8 inci dengan resolusi QVGA, serta dilengkapi kamera depan dan belakang VGA. Sementara itu, Nokia 210 4G dan Nokia 200 4G hadir dengan layar IPS 2,4 inci beresolusi sama dan kamera belakang 2 MP.
Fitur kelengkapan lainnya mencakup headphone jack 3,5 mm, radio FM, dan port USB-C untuk pengisian daya. Hingga saat ini, harga dan ketersediaan keempat feature phone Nokia ini di pasar masih dirahasiakan oleh HMD Global.
Langkah HMD Global ini menunjukkan upaya serius untuk menghidupkan kembali pasar feature phone dengan sentuhan teknologi modern. Integrasi AI pada perangkat sederhana ini bisa menjadi terobosan bagi segmen pengguna yang membutuhkan perangkat komunikasi esensial namun tetap menginginkan bantuan digital. Hal ini juga sejalan dengan diskusi global tentang dampak AI, seperti yang dibahas dalam narasi perlombaan AI yang dapat mempengaruhi kerja sama global.
Bagi konsumen, kehadiran feature phone dengan AI ini menawarkan alternatif menarik di tengah dominasi ponsel pintar. Dengan harga yang diperkirakan lebih terjangkau dan daya tahan baterai yang lebih lama, perangkat ini bisa menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone namun tetap membutuhkan bantuan asisten virtual. Konsep AI for Life yang digaungkan dalam berbagai forum global kini mulai diterjemahkan ke dalam produk yang lebih inklusif.
Implikasi dari langkah ini cukup signifikan. Jika sukses, HMD Global berpotensi membuka segmen pasar baru yang selama ini terabaikan: pengguna yang menginginkan teknologi AI tanpa kompleksitas ponsel pintar. Ini juga bisa menjadi pukulan bagi produsen feature phone lain yang belum mengadopsi teknologi serupa. Bagi konsumen, pertanyaan besarnya adalah apakah nilai tambah dari asisten AI ini sebanding dengan biaya berlangganan tahunan yang harus dibayarkan.




