DoorDash Air: Layanan Drone Pengiriman Makanan Resmi Diluncurkan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Drone DoorDash Air terbang mengirimkan makanan ke pelanggan
  • DoorDash meluncurkan DoorDash Air, layanan pengiriman drone dengan sertifikasi FAA
  • Drone dirancang dan dirakit oleh DoorDash Labs untuk pengiriman makanan
  • DoorDash membangun infrastruktur darat sendiri termasuk sistem serah terima
  • Layanan fokus pada pengiriman jarak menengah 3-5 mil yang lebih lambat
  • DoorDash belum mengungkapkan kota tujuan peluncuran awal

JBNews.id — DoorDash, aplikasi pengiriman makanan terbesar di Amerika Serikat, resmi meluncurkan program pengiriman drone baru bernama DoorDash Air. Perusahaan telah memperoleh sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) yang membuka jalan untuk pengiriman menggunakan drone dalam waktu dekat.

DoorDash mengumumkan telah menerima sertifikasi operator air carrier Part 135 dari FAA. Sertifikasi ini memungkinkan perusahaan untuk mengirimkan paket kecil melalui drone. Sejumlah perusahaan lain yang telah menerima sertifikasi serupa termasuk Alphabet’s Wing, Zipline, dan Amazon.

Sebelumnya, DoorDash telah bekerja sama dengan divisi pengiriman drone milik Alphabet, Wing, dalam beberapa proyek percontohan di Dallas-Fort Worth, Virginia, dan Australia. Kini, DoorDash menyatakan akan menggunakan drone buatan sendiri yang dirancang khusus untuk pengiriman makanan.

Drone Dirancang oleh DoorDash Labs

Drone tersebut akan dirancang dan dirakit di dalam divisi DoorDash Labs, yang menaungi tim robotika dan kecerdasan buatan (AI) perusahaan. Divisi yang sama juga bertanggung jawab membangun robot pengiriman sidewalk bernama Dot.

“Kami merancang pesawat yang dibuat khusus untuk mengisi celah yang kami lihat dalam perdagangan lokal, dan ini melengkapi desain jarak pendek dan jarak jauh yang sedang dikembangkan mitra kami,” demikian pernyataan DoorDash dalam siaran pers.

Perusahaan menambahkan, “Drone kami juga dirancang dan dibuat dengan bangga di Amerika, dengan sebagian besar komponen dibuat di sini, di AS.” Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa mayoritas drone di dunia saat ini diproduksi di China.

Infrastruktur Darat Dibangun Sendiri

Selain drone, DoorDash juga akan membangun seluruh infrastruktur darat yang diperlukan untuk memungkinkan restoran menyerahkan pesanan mereka ke drone. Seperti yang terlihat dalam proyek percontohan pengiriman drone lainnya, terdapat sistem kompleks berupa struktur dan peralatan tambahan yang harus dibangun di darat untuk memungkinkan drone mengambil muatan sebelum memulai pengiriman.

DoorDash juga harus menyusun rencana penerbangan, manajemen wilayah udara, dan logistik pengantaran untuk melacak drone selama penerbangan. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk membangun semua infrastruktur tersebut secara mandiri.

“Pesawat adalah apa yang dilihat semua orang,” kata perusahaan. “Masalah yang lebih sulit adalah infrastruktur dan integrasi di darat, dan itulah keunggulan kami. Memecahkan masalah fisik yang sulit di dunia nyata untuk bisnis lokal adalah fokus kami, mulai dari rekonsiliasi inventaris real-time hingga sistem serah terima universal untuk drive-through, atap, atau pintu belakang merchant. Kami membangun sistem end-to-end yang lengkap.”

Solusi untuk Pengiriman Jarak Menengah

DoorDash menyatakan bahwa pengiriman drone dapat memecahkan masalah pengiriman jarak menengah yang masih memakan waktu lebih lama karena sulitnya menemukan kurir. Perusahaan mengungkapkan bahwa lebih dari 20 persen pesanan mereka melibatkan jarak tiga hingga lima mil, namun pesanan tersebut rata-rata memakan waktu hampir 25 persen lebih lama dibandingkan pengiriman jarak pendek.

Penyebab utamanya adalah mencari kurir untuk perjalanan jarak menengah ini membutuhkan waktu lebih lama.

“Mengarahkan pengiriman jarak menengah ke drone memungkinkan Dasher fokus pada pesanan yang sering mereka sukai: pengiriman pendek yang bisa diselesaikan dengan cepat, tetap berada di dekat konsentrasi merchant yang tinggi untuk routing optimal, dan memaksimalkan potensi pendapatan mereka dengan mendapatkan pesanan berikutnya lebih cepat,” demikian pernyataan DoorDash.

DoorDash belum mengungkapkan pasar mana yang menjadi target peluncuran awal. Perusahaan hanya menyatakan akan mengumumkan detail lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Langkah DoorDash ini menempatkan mereka dalam persaingan langsung dengan perusahaan lain seperti Amazon dan Zipline yang juga telah mengantongi sertifikasi serupa. Kehadiran DoorDash Air diharapkan dapat mengubah lanskap pengiriman makanan, terutama untuk pesanan jarak menengah yang selama ini menjadi tantangan logistik.

Dengan pendekatan membangun infrastruktur sendiri secara end-to-end, DoorDash menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem pengiriman drone. Fokus pada solusi fisik untuk bisnis lokal menjadi nilai tambah yang membedakan mereka dari kompetitor.

Bagi pelaku industri, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa adopsi teknologi drone dalam logistik semakin matang. Sertifikasi FAA menjadi salah satu indikator bahwa regulator mulai membuka ruang bagi inovasi pengiriman udara skala komersial.

Seiring perkembangan teknologi, pengiriman drone diprediksi akan menjadi bagian integral dari rantai pasok modern. DoorDash Air menjadi salah satu pionir yang membawa visi tersebut ke dalam realitas operasional.

Perusahaan terus mengembangkan sistem yang memungkinkan integrasi mulus antara drone, infrastruktur darat, dan kebutuhan merchant. Dengan pendekatan holistik ini, DoorDash berharap dapat memberikan solusi pengiriman yang lebih efisien dan cepat bagi pelanggannya.

Ke depannya, publik menantikan detail lebih lanjut mengenai kota-kota yang akan menjadi lokasi uji coba pertama DoorDash Air. Informasi tersebut dijadwalkan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.