JBNews.id — Apple baru akan menghadirkan fitur pembuatan Shortcuts berbasis AI pada musim gugur 2026 bersamaan dengan rilis iOS 27. Namun, pengguna yang tidak sabar sudah bisa mencoba alternatif bernama Shortcuts Playground, sebuah alat yang memungkinkan siapa pun membuat shortcut otomatis hanya dengan mendeskripsikan apa yang diinginkan dalam bahasa sehari-hari.
Fitur ini dikembangkan oleh Federico Viticci, pendiri blog MacStories, yang juga merasa proses pembuatan shortcut secara manual terlalu memakan waktu. Shortcuts Playground berjalan di atas platform Claude Code atau OpenAI’s Codex. OpenAI’s Codex tersedia gratis untuk saat ini, sementara Claude Code membutuhkan langganan minimal Pro sebesar $20 per bulan.
Konsep di balik alat ini sederhana: pengguna cukup mengetikkan perintah dalam bahasa alami, dan agen AI akan menerjemahkannya menjadi shortcut yang bisa langsung dijalankan. Meskipun hasilnya mungkin belum sempurna—seperti kebanyakan produk buatan AI—alat ini menyediakan titik awal yang bisa disesuaikan lebih lanjut.
Cara Memulai Shortcuts Playground
Langkah pertama adalah menginstal agen Shortcuts Playground. Petunjuk instalasi tersedia di GitHub. Prosesnya mengharuskan pengguna menyalin dan menempelkan perintah tertentu ke dalam Terminal. Setelah terinstal, pengguna bisa memicu alat ini dengan mengetikkan “/” diikuti “shortcuts”.
Dua opsi utama akan muncul: shortcuts-playground:build untuk membuat shortcut baru dari awal, dan shortcuts-playground:remix untuk memodifikasi shortcut yang sudah ada. Untuk pemula, opsi build adalah pilihan yang direkomendasikan.
Saat menguji alat ini, saya meminta shortcut yang menggabungkan cuaca hari ini, jadwal kalender, dan daftar tugas harian—lalu membacakan semuanya dengan suara lantang. Agen AI langsung bekerja tanpa ragu.
Hasil Pengujian: Cepat tapi Perlu Penyesuaian
Setelah selesai, agen menghasilkan file .shortcut dan memberitahu lokasi penyimpanannya. File tersebut juga menyertakan komentar yang menjelaskan fungsi setiap langkah. Saat membuka file, muncul pop-up yang menawarkan untuk menambahkan shortcut. Setelah diklik, shortcut langsung muncul di aplikasi Shortcuts.
Shortcut “Morning Briefing” yang saya buat berfungsi dengan baik, meskipun perlu sedikit penyesuaian agar hanya menampilkan tugas hari ini—bukan tugas tanpa tenggat waktu. Terlepas dari ketidaksempurnaan itu, saya sudah memiliki shortcut yang berfungsi jauh lebih cepat dibandingkan jika harus membuatnya secara manual.
Shortcut ini bahkan mencakup fitur looping, sebuah metode untuk memproses beberapa item yang memang diperlukan tetapi membosankan untuk diatur sendiri. Ini menunjukkan bahwa Shortcuts Playground mampu menangani logika yang relatif kompleks.
Keterbatasan yang Perlu Diketahui
Meskipun mengesankan, alat ini memiliki satu kelemahan utama: Shortcuts Playground hanya mengenali aksi bawaan sistem operasi, bukan aksi dari aplikasi pihak ketiga yang terinstal di perangkat. Ini berarti shortcut yang dibuat mungkin tidak bisa berinteraksi dengan aplikasi tertentu yang sudah diunduh pengguna.
Terlepas dari keterbatasan itu, alat ini tetap menjadi cara yang sangat cepat untuk membangun shortcut—atau setidaknya mendapatkan titik awal yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Bagi pengguna yang sering membuat shortcut, ini adalah penghemat waktu yang signifikan.
Baca Juga:
Menarik untuk membandingkan pendekatan ini dengan alat resmi Apple yang akan datang. Saya berencana menguji keduanya dan membagikan temuan kepada pembaca. Sementara itu, Shortcuts Playground akan menjadi metode utama saya untuk membuat shortcut—setidaknya hingga Apple meluncurkan Fitur Terbaru mereka di musim gugur.
Bagi pengguna yang penasaran dengan ekosistem Apple secara lebih luas, perkembangan ini sejalan dengan tren integrasi AI yang semakin dalam. Apple sendiri dikabarkan sedang mengerjakan berbagai inovasi, termasuk Bocoran Terbaru mengenai MacBook Pro dengan layar sentuh yang telah dikonfirmasi akan hadir.
Dengan kata lain, era di mana pengguna harus memahami logika pemrograman untuk membuat otomatisasi mungkin akan segera berakhir. Baik melalui alat pihak ketiga seperti Shortcuts Playground maupun solusi resmi Apple, masa depan pembuatan shortcut tampaknya akan didominasi oleh percakapan dengan AI—bukan dengan menyeret blok kode.




