Bola Misterius Queensland Ternyata Sampah Antariksa

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Bola misterius terdampar di pantai Queensland Australia
  • Enam bola logam misterius ditemukan di pantai Queensland, Australia
  • Australian Space Agency (ASA) konfirmasi sebagai puing antariksa
  • Benda tersebut adalah wadah bertekanan (pressure vessel) dari badan roket asing
  • Disebut 'space balls' oleh para ahli, terbuat dari titanium atau komposit khusus
  • Dr. Alice Gorman: benda dirancang bertahan dalam kondisi ekstrem
  • Dr. Sara Webb: temuan akan semakin sering seiring meningkatnya peluncuran roket
  • ASA imbau masyarakat jangan menyentuh benda yang diduga puing antariksa

JBNews.id — Enam bola logam misterius yang terdampar di sebuah pantai di Queensland, Australia, memicu kepanikan warga dan aparat setempat. Setelah diselidiki, Australian Space Agency (ASA) menyimpulkan bahwa benda-benda tersebut kemungkinan besar merupakan wadah bertekanan atau pressure vessel dari badan roket asing yang baru-baru ini masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Penemuan benda berbentuk bulat mengilap itu awalnya diduga mengandung zat berbahaya. Lokasi penemuan langsung dipasangi garis pembatas dan ditangani oleh petugas berhazmat. Namun, hasil investigasi menunjukkan bahwa benda-benda tersebut adalah puing antariksa yang aman.

Juru bicara ASA menyatakan bahwa karakteristik dan lokasi penemuan sesuai dengan puing roket yang jatuh kembali ke Bumi. “Benda-benda yang ditemukan tampaknya merupakan wadah bertekanan dari kendaraan peluncur antariksa. Lokasi dan karakteristiknya sesuai dengan puing dari badan roket asing yang baru-baru ini masuk kembali ke atmosfer dari orbit,” jelas juru bicara ASA seperti dikutip dari Smithsonian Magazine.

Disebut ‘Space Balls’ oleh Para Ahli

Para ahli menyebut benda-benda tersebut sebagai ‘space balls’, yaitu tangki bertekanan yang digunakan untuk menyimpan bahan bakar atau gas pada roket. Benda ini umumnya dibuat dari material yang sangat kuat, seperti paduan titanium atau komposit khusus. Material tersebut mampu bertahan saat roket memasuki kembali atmosfer dengan suhu yang sangat tinggi. Bahkan setelah kosong, wadah tersebut masih bisa mengapung di laut sebelum akhirnya terdampar di pantai.

Dr. Alice Gorman, arkeolog antariksa dari Flinders University, menjelaskan bahwa kemampuan benda itu bertahan bukan berarti peluncuran roket mengalami kegagalan. “Benda-benda ini memang dirancang untuk bertahan dalam kondisi ekstrem. Fakta bahwa wadah tersebut selamat bukan berarti peluncuran roketnya gagal,” jelas Gorman.

Konsekuensi Aktivitas Antariksa Semakin Padat

Penemuan ‘space balls’ juga menjadi pengingat bahwa aktivitas antariksa yang semakin padat membawa konsekuensi baru di Bumi. Dr. Sara Webb, astrofisikawan dari Swinburne University of Technology, mengatakan temuan seperti ini kemungkinan akan semakin sering terjadi seiring meningkatnya jumlah peluncuran roket dan satelit.

“Laporan seperti ini bisa menjadi tren yang semakin sering terjadi karena jumlah peluncuran roket dan satelit buatan terus meningkat,” ujar Webb. Menurutnya, yang cukup mengejutkan adalah wadah tersebut tidak hancur saat memasuki atmosfer. “Yang mengejutkan dari ‘space balls’ ini adalah tampaknya benda tersebut tidak terbakar habis saat masuk kembali ke atmosfer,” katanya.

Meski benda-benda yang ditemukan kini dinyatakan aman, ASA tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda yang diduga berasal dari luar angkasa. Pasalnya, puing antariksa tertentu masih berpotensi mengandung sisa bahan kimia berbahaya atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas.

“Jangan pernah menyentuh, memindahkan, atau mengambil puing yang diduga berasal dari antariksa. Anggap benda tersebut berbahaya, menjauhlah, lalu segera hubungi layanan darurat,” imbau Australian Space Agency.

Insiden di Queensland ini menambah daftar temuan puing antariksa yang jatuh ke Bumi dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli memperkirakan, dengan semakin ramainya aktivitas peluncuran roket di seluruh dunia, kemungkinan masyarakat menemukan puing antariksa di masa depan juga akan semakin besar. Fenomena ini mengingatkan kita pada teknologi canggih yang juga digunakan di berbagai bidang, termasuk olahraga. Sama seperti bola pintar yang membantu wasit, puing antariksa ini menunjukkan bahwa teknologi luar angkasa memiliki dampak langsung di darat.

Implikasi dari temuan ini jelas: seiring bertambahnya jumlah roket dan satelit yang diluncurkan, risiko jatuhnya puing antariksa ke permukaan Bumi akan meningkat. Masyarakat perlu diedukasi tentang cara merespons temuan semacam ini, sementara otoritas antariksa di seluruh dunia harus memperkuat kerja sama untuk melacak dan mengelola sampah antariksa yang semakin mengkhawatirkan.