Bluesky CEO Baru Fokus Kembangkan Protokol Terbuka dan Komunitas Privat

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Toni Schneider CEO baru Bluesky berbicara dalam wawancara tentang strategi pengembangan AT Protocol
  • Toni Schneider resmi menjadi CEO permanen Bluesky, menggantikan Jay Graber yang pindah ke posisi chief innovation officer
  • Bluesky memiliki dua fokus: aplikasi jejaring sosial dan AT Protocol dengan lebih dari 1.000 aplikasi di ekosistemnya
  • Perusahaan berencana luncurkan fitur komunitas privat berbasis keanggotaan dalam waktu dekat
  • Model monetisasi akan berbasis afiliasi, bukan iklan, dengan target mulai tahun ini
  • Bluesky menyerahkan spesifikasi AT Protocol ke IETF dan mendirikan organisasi nirlaba Swiss untuk tata kelola independen
  • Target jangka panjang: 1 miliar pengguna AT Proto dalam 10 tahun

**JBNews.id —** Bluesky resmi menunjuk Toni Schneider sebagai CEO permanen, menggantikan Jay Graber yang kini menjabat chief innovation officer. Schneider, mantan CEO Automattic, membawa visi jangka panjang untuk mengembangkan ekosistem AT Protocol yang disebut ATmosphere, dengan target satu miliar pengguna dalam satu dekade.

Keputusan ini diumumkan setelah Schneider menjalani masa transisi sebagai CEO interim selama dua bulan. Dalam wawancara eksklusif dengan Decoder, ia mengungkapkan bahwa peran permanen ini merupakan keputusan yang sudah diperhitungkan matang, terutama karena ia telah menjadi investor Bluesky melalui True Ventures sejak dua tahun lalu.

“Setelah bekerja langsung beberapa bulan, rasanya semakin menyenangkan dan energik. Anda bisa merasakan momentumnya,” ujar Schneider. Ia juga menjelaskan bahwa transisi dari interim ke permanen lebih penting untuk membangun kepercayaan eksternal, terutama bagi komunitas pengembang di ATmosphere.

Dua Pilar Bisnis: Aplikasi dan Protokol

Bluesky saat ini memiliki dua fokus utama. Pertama, aplikasi Bluesky yang dikenal sebagai jejaring sosial berbasis teks tanpa iklan dan tanpa algoritma. Kedua, AT Protocol yang menjadi fondasi terbuka bagi lebih dari seribu aplikasi yang sudah dibangun di atasnya.

Perusahaan yang hanya memiliki 50 karyawan ini menerapkan struktur tim kecil beranggotakan enam hingga delapan orang. Ada tiga tim produk inti: tim aplikasi, tim ATmosphere untuk pengembang, dan tim eksplorasi yang dipimpin Jay Graber untuk mengembangkan produk berbasis AI bernama Attie.

Schneider menegaskan bahwa aplikasi Bluesky berfungsi sebagai pintu masuk ke ekosistem yang lebih luas. Contoh suksesnya adalah format Standard Site yang memungkinkan konten dari platform blogging seperti Leaflet, Pocket, dan Off Print tampil langsung di aplikasi Bluesky. Format ini kini juga didukung WordPress.

Moderasi Terdistribusi dan Data Privat

Salah satu inovasi utama Bluesky adalah sistem moderasi yang komposabel atau pluggable. Berbeda dengan platform lain yang memusatkan moderasi, Bluesky memungkinkan siapa saja membuat label konten. Contohnya, BlackSky, proyek pertama di luar Bluesky, mengembangkan kebijakan moderasi sendiri untuk komunitas pengguna kulit hitam.

Langkah berikutnya yang paling dinantikan adalah pengembangan data privat di AT Protocol. Saat ini seluruh data di protokol bersifat publik. Schneider mengungkapkan bahwa fitur komunitas privat berbasis keanggotaan akan segera diluncurkan, merespons permintaan terbanyak dari komunitas pengembang.

“Begitu kami mengaktifkan data privat, ini akan membuka 10 hingga 100 kali lipat jumlah kasus penggunaan yang bisa kami layani,” jelasnya. Model ini mirip pendekatan Reddit dengan komunitas tertutup, namun tetap terhubung dalam satu jaringan.

Strategi Monetisasi yang Berbeda

Bluesky berencana mulai menghasilkan pendapatan tahun ini. Namun, modelnya berbeda dari platform lain. Schneider menegaskan perusahaan hanya tertarik pada model ekonomi yang menguntungkan seluruh ekosistem ATmosphere, bukan hanya aplikasi.

“Kami menghasilkan uang ketika semua orang menghasilkan uang. Itu mengesampingkan sejumlah hal yang murni berbasis aplikasi,” ujarnya. Model yang dipertimbangkan adalah afiliasi, di mana Bluesky mengambil persentase dari transaksi yang difasilitasi platform, seperti langganan newsletter yang dikonversi dari trafik yang dikirim.

Perlu dicatat, Bluesky saat ini mengirim dua juta klik per hari ke penerbit dan menjadi perujuk nomor satu untuk sejumlah media. Ini menunjukkan potensi besar model monetisasi berbasis afiliasi. Perusahaan juga tengah mengkaji desentralisasi lapisan pembayaran, meski mengakui billing membutuhkan tingkat kepercayaan terpusat.

Tata Kelola Protokol yang Independen

Komitmen Bluesky untuk tidak mengontrol standar protokol ditunjukkan dengan langkah konkret. Perusahaan sedang mendirikan organisasi nirlaba Swiss dengan dewan terpisah untuk mengelola direktori identitas, komponen krusial yang menentukan cara kerja jaringan.

Selain itu, spesifikasi AT Protocol telah diserahkan ke Internet Engineering Task Force (IETF) dan menjadi alur kerja resmi pada pertemuan di Wina pekan lalu. Ini berarti protokol akan menjadi standar internet yang dikelola entitas sepenuhnya terpisah dari Bluesky.

“Kami 100 persen tidak ingin mengontrol standar. Kami secara aktif melakukan segala daya untuk melepaskan kendali,” tegas Schneider. Ia membandingkan pendekatan ini dengan WordPress yang menempatkan merek dagang di yayasan agar tidak bisa dimanipulasi perusahaan.

Reputasi dan Perluasan Komunitas

Schneider mengakui reputasi Bluesky sebagai platform yang didominasi pengguna liberal. Namun, ia menegaskan perusahaan ingin memperluas basis pengguna. Upaya yang sudah dilakukan termasuk mendatangkan liga olahraga dan penulis olahraga, yang terbukti berhasil menarik komunitas baru.

“Kami adalah jaringan terbuka untuk siapa saja dan kami tidak ingin melayani satu tipe basis pengguna saja,” katanya. Meski politik menjadi tantangan terbesar, ia optimistis komunitas akan semakin beragam seiring waktu.

Mengenai integrasi dengan platform lain, Bluesky belum berkomunikasi dengan Threads milik Meta. Namun, mereka aktif berdiskusi dengan Mastodon dan ActivityPub melalui jembatan bernama Bridgy Fed. Schneider yakin kedua protokol akan hidup berdampingan dalam jangka panjang.

“Mereka adalah alat yang sedikit berbeda untuk kasus penggunaan yang berbeda. AT Proto tidak perlu memakan ActivityPub untuk sukses, atau sebaliknya,” ujarnya. Ia mencontohkan bahwa email dan situs web bisa beroperasi dengan standar berbeda tanpa masalah.

Dengan semua rencana ini, masa depan Bluesky di bawah kepemimpinan Schneider akan sangat menentukan arah jejaring sosial terbuka. Perkembangan ini menarik untuk diikuti, terutama bagi mereka yang mengikuti tren industri teknologi dan media sosial.