Astronaut NASA Bagikan Foto Bima Sakti dari ISS

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Foto Bima Sakti yang diambil Don Pettit dari modul Cupola ISS menggunakan Nikon Z9
  • Astronaut NASA Don Pettit membagikan foto Bima Sakti dari ISS melalui akun X
  • Total 1,2 juta file RAW berhasil dibawa pulang dari misi terakhir di orbit
  • Foto diambil dari modul Cupola menggunakan Nikon Z9 dan lensa ARRI Zeiss 15 mm
  • Penggerak sideris rakitan sendiri digunakan untuk menstabilkan posisi bintang
  • ISS mengorbit 400 km di atas Bumi sehingga gangguan atmosfer minimal
  • Foto juga memperlihatkan fenomena airglow di atmosfer atas
  • Kecepatan ISS sekitar 28.000 km/jam menjadi tantangan utama pemotretan
  • Publik menilai foto ini sebagai salah satu gambar ruang angkasa paling indah

**JBNews.id —** Astronaut veteran NASA Don Pettit membagikan salah satu foto favoritnya yang memperlihatkan keindahan Bima Sakti dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Foto tersebut diambil dari modul observasi Cupola dan menampilkan hamparan galaksi yang membentang di atas lengkungan Bumi.

Foto itu diunggah Pettit melalui akun X setelah ia menerima seluruh arsip hasil pemotretan dari misi terbarunya di ISS. Total ada sekitar 1,2 juta file RAW yang berhasil ia bawa pulang selama bertugas di orbit.

“Akhirnya saya menerima seluruh 1,2 juta file RAW dari misi terakhir saya di ISS! Ini salah satu foto Bima Sakti favorit saya, diambil dari Cupola menggunakan Nikon Z9, lensa ARRI Zeiss 15 mm T1.8, dengan penggerak sideris khusus yang menghilangkan efek gerakan bintang akibat orbit kami,” tulis Don Pettit di akun X miliknya.

Galaksi Bima Sakti dari luar angkasa

Dari permukaan Bumi, cahaya kota, awan, debu, dan atmosfer membuat cahaya bintang tampak lebih redup. Sebaliknya, ISS mengorbit sekitar 400 kilometer di atas Bumi, sehingga sebagian besar gangguan atmosfer sudah tidak ada. Akibatnya, galaksi Bima Sakti tampak lebih terang dan lebih kontras dibandingkan jika diamati dari daratan.

Selain pita cahaya galaksi, foto Pettit juga memperlihatkan airglow, yaitu cahaya kehijauan tipis di atmosfer atas yang berasal dari atom dan molekul yang memancarkan energi setelah terpapar sinar Matahari. Fenomena ini hanya bisa terlihat jelas dari orbit, menambah keunikan hasil jepretan sang astronaut.

## Tantangan Memotret dari Orbit

Meski berada di luar atmosfer, memotret langit dari ISS bukan perkara mudah. Stasiun luar angkasa melaju mengelilingi Bumi dengan kecepatan sekitar 28.000 kilometer per jam. Jika menggunakan teknik pencahayaan lama (long exposure) seperti fotografi astronomi di Bumi, bintang akan tampak memanjang akibat gerakan ISS.

Untuk mengatasinya, Pettit menggunakan penggerak sideris (sidereal drive) rakitannya sendiri. Alat ini menggerakkan kamera untuk mengimbangi pergerakan stasiun sehingga posisi bintang tetap stabil selama pemotretan. Inovasi buatan tangan ini menjadi kunci di balik ketajaman gambar yang dihasilkan.

Don Pettit sendiri dikenal sebagai salah satu astronaut NASA yang gemar memotret fenomena alam dari luar angkasa. Selama bertugas di ISS, ia kerap membagikan foto aurora, badai petir, kota-kota di malam hari, hingga galaksi. Kali ini, foto Bima Sakti yang diunggahnya langsung menarik perhatian netizen.

“Ini adalah salah satu foto ruang angkasa paling indah yang pernah saya lihat dalam waktu lama,” tulis salah satu pengguna media sosial menanggapi unggahan Pettit.

## Nilai Ilmiah di Balik Keindahan Visual

Bagi para astronom, foto-foto seperti ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memperlihatkan bagaimana langit malam tampak dari luar atmosfer Bumi. Tanpa polusi cahaya dan gangguan atmosfer, pita Bima Sakti terlihat jauh lebih jelas, mengingatkan bahwa Tata Surya kita hanyalah bagian kecil dari galaksi yang berisi ratusan miliar bintang.

Kejelasan visual yang ditangkap Pettit memberikan perspektif baru tentang struktur galaksi kita. Airglow yang terekam dalam foto juga menjadi data berharga bagi peneliti yang mempelajari dinamika atmosfer atas Bumi.

Arsip 1,2 juta file RAW yang diterima Pettit membuka peluang besar bagi publikasi ilmiah maupun edukasi. Setiap frame menyimpan informasi detail tentang kondisi luar angkasa yang tidak bisa diperoleh dari pengamatan darat.

Foto Bima Sakti ini menjadi pengingat bahwa eksplorasi ruang angkasa terus menghasilkan data visual yang memperkaya pemahaman manusia tentang alam semesta. Ke depannya, publik dapat menantikan lebih banyak jepretan spektakuler dari arsip besar yang dimiliki Pettit.

Bagi penggemar astronomi di Indonesia, unggahan ini juga menjadi inspirasi bahwa keindahan langit malam bisa dinikmati dari berbagai perspektif. Teknologi kamera dan dedikasi individu seperti Pettit membuktikan bahwa batas atmosfer bukanlah halangan untuk mengabadikan keajaiban kosmos.

Dengan semakin banyaknya misi luar angkasa yang berjalan, dokumentasi visual seperti ini akan terus bertambah. Setiap foto baru tidak hanya memuaskan rasa ingin tahu publik, tetapi juga menjadi fondasi bagi penelitian astronomi di masa depan.