JBNews.id — Apple merilis panduan keamanan baru yang memperingatkan pengguna untuk tidak memasang informasi kontak di layar iPhone yang dicuri. Risikonya adalah pencuri dapat menggunakan data tersebut untuk menjalankan skema penipuan rekayasa sosial.
Dalam halaman dukungan terbaru yang diterbitkan Jumat (26/6/2026), Apple secara eksplisit mengubah imbauan sebelumnya. Sebelumnya, pengguna disarankan menaruh nomor telepon di lock screen agar perangkat yang hilang mudah dikembalikan. Kini, praktik itu justru dianggap berbahaya jika perangkat dalam status dicuri.
“Anda mungkin melihat opsi untuk memasukkan nomor telepon atau pesan tentang bagaimana cara menghubungi Anda, dan informasi ini akan berguna jika Anda kehilangan perangkat,” tulis Apple dalam dokumen tersebut, dikutip dari 9to5Mac. “Jika perangkat Anda dicuri, pencuri mungkin akan menggunakan informasi kontak Anda untuk skema penipuan menggunakan rekayasa sosial,” sambungnya.
Modus penipuan itu bisa beragam. Pencuri dapat menghubungi pemilik dengan berpura-pura sebagai petugas Apple atau operator seluler untuk mencari informasi tambahan. Data tersebut kemudian dipakai untuk membuka kunci perangkat atau mengakses akun Apple.
Selain larangan tersebut, Apple juga memberikan tiga peringatan kritis lainnya. Pertama, jangan menghapus perangkat yang dicuri dari fitur Find My. Jika dihapus, Activation Lock akan dinonaktifkan sehingga pencuri bisa menghapus data dan menjual perangkat dengan mudah.
Kedua, perlindungan fitur Stolen Device Protection hanya aktif untuk sementara waktu. Oleh karena itu, cara terbaik melindungi iPhone dan akun Apple adalah dengan menandai perangkat yang dicuri sebagai ‘hilang’ melalui Lost Mode. Fitur ini akan meminta autentikasi biometrik untuk tindakan sensitif seperti mengakses password dan informasi kartu kredit.
Ketiga, ketika pencuri mencoba mengubah password akun Apple di lokasi tidak familiar, mereka harus menunggu satu jam dan diminta menggunakan Face ID atau Touch ID. Mekanisme ini memberi waktu bagi pemilik untuk mengaktifkan Lost Mode dan memastikan pencuri tidak dapat membobol akun meskipun mengetahui password pengguna.
Panduan baru ini muncul di tengah berbagai perkembangan ekosistem Apple, termasuk keputusan perusahaan menaikkan harga hampir semua produk. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa iPhone masih aman dari kenaikan harga tersebut.
Baca Juga:
Halaman dukungan Apple juga memuat panduan teknis lainnya, seperti cara mengaktifkan Lost Mode dari jarak jauh, menghapus perangkat dari daftar perangkat terpercaya, dan prosedur mengklaim garansi AppleCare+ lewat Theft and Loss. Semua langkah itu dirancang untuk meminimalkan kerugian jika iPhone jatuh ke tangan yang salah.
Bagi pengguna iPhone di Indonesia, memahami panduan ini menjadi semakin relevan. Dengan meningkatnya nilai perangkat dan data pribadi yang tersimpan, satu kesalahan kecil—seperti memasang nomor telepon di layar kunci—bisa berakibat fatal. Apple menegaskan bahwa langkah pencegahan sejak awal adalah kunci utama.
Implikasinya jelas: pengguna harus segera mengubah kebiasaan lama. Jangan lagi menempelkan informasi kontak di lock screen. Sebagai gantinya, aktifkan Find My, nyalakan Lost Mode, dan pastikan Stolen Device Protection berjalan optimal. Dengan begitu, meskipun perangkat dicuri, data dan akun tetap aman.

Selain itu, Apple juga mengingatkan bahwa pencuri semakin canggih dalam menjalankan aksinya. Mereka tidak hanya mencuri perangkat, tetapi juga berusaha mengakses akun iCloud untuk menghapus jejak digital. Karena itu, setiap pengguna wajib memahami fitur keamanan bawaan iOS dan mengaktifkannya sejak hari pertama.
Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan harga Apple juga bisa disimak dalam artikel tentang kenaikan harga akibat krisis memori global yang mempengaruhi lini produk lainnya. Dengan pemahaman yang komprehensif, pengguna bisa mengambil keputusan yang tepat dalam melindungi investasi dan data pribadi mereka.
Kesimpulannya, panduan baru Apple ini mengubah paradigma keamanan iPhone. Informasi kontak di layar kunci yang dulu dianggap membantu, kini menjadi celah berbahaya. Pengguna harus beralih ke metode perlindungan yang lebih andal: Find My, Lost Mode, dan Stolen Device Protection.




