AMD Siapkan Core ‘Gado-gado’ Hemat Daya untuk Prosesor Zen 6

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi prosesor AMD Ryzen AI 400 dengan desain arsitektur hybrid
  • AMD siapkan core rendah daya baru untuk prosesor Zen 6 dengan desain hybrid "gado-gado"
  • Core menggabungkan komponen dari berbagai generasi: ISA Zen 6, mikroarsitektur Zen 5, FPU Zen 4, Cache L2 Zen 3, Cache L3 Zen 2
  • Strategi terungkap melalui patch kernel Linux terbaru yang menunjukkan cara sistem mendeteksi core baru
  • Akan menciptakan struktur prosesor tiga tingkat: Performance, Efficiency, dan Low-Power (LP) core
  • Core LP menangani tugas latar belakang ringan seperti sinkronisasi email atau pemutaran musik
  • Potensi besar untuk perangkat mobile: laptop dan konsol handheld bisa hemat baterai drastis
  • Fungsinya mirip Low-Power E-cores milik Intel
  • AMD berusaha memaksimalkan efisiensi daya sekaligus menekan waktu riset pengembangan

JBNews.id — AMD dikabarkan akan merombak jajaran prosesor Zen 6 dengan memperkenalkan tipe core rendah daya baru yang dirakit dari gabungan beberapa desain arsitektur Zen generasi sebelumnya. Strategi ini terungkap melalui patch kernel Linux terbaru, yang memperlihatkan bagaimana sistem operasi mendeteksi dan mengelola core baru tersebut, demikian dikutip dari Techspot, Senin (3/8/2026).

Catatan pada patch tersebut menegaskan bahwa sistem memerlukan cara khusus untuk mengenali core rendah daya ini di ruang pengguna, lantaran sebelumnya masih terdeteksi sebagai perangkat yang tidak diketahui dalam topologi CPU. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa AMD serius menggarap arsitektur hybrid lintas generasi untuk efisiensi daya maksimal.

Patch tersebut juga mensyaratkan bahwa pada chip AMD dan Hygon yang didukung, core ini harus menskalakan performanya menggunakan fungsi amdgethighestperf() alih-alih menggunakan batas performa statis, sejalan dengan cara kerja core efisiensi (E-core) saat ini. Pendekatan ini memungkinkan sistem untuk secara dinamis menyesuaikan kinerja sesuai kebutuhan beban kerja.

Arsitektur ‘Hybrid’ Lintas Generasi

Hal paling mencolok dari core rendah daya ini adalah cara pembuatannya. Berdasarkan analisis dari pembocor teknologi ternama InstLatX64, AMD mengusung desain hybrid “gado-gado” yang menggabungkan potongan komponen dari berbagai generasi Zen. Susunan komponen tersebut dilaporkan mencakup:

  • Set instruksi (ISA): Zen 6
  • Mikroarsitektur: Zen 5
  • Unit Floating-Point (FPU): Zen 4
  • Cache L2: Zen 3
  • Cache L3: Zen 2

Pendekatan rakitan semacam ini mengindikasikan bahwa AMD berusaha memaksimalkan efisiensi daya sekaligus menekan waktu serta kerumitan riset pengembangan komponen baru. Dengan menggabungkan elemen terbaik dari setiap generasi, AMD dapat menciptakan core yang hemat daya tanpa harus membangun dari nol.

Strategi ini berbeda dengan pendekatan konvensional di mana setiap generasi arsitektur biasanya membawa perombakan total. Dengan metode “gado-gado”, AMD tampaknya ingin mempercepat waktu rilis sekaligus mengurangi biaya riset dan pengembangan yang signifikan.

Keputusan untuk menggunakan ISA Zen 6 pada core rendah daya ini juga menarik. Ini berarti core tersebut akan mendukung instruksi terbaru, meskipun bagian lain dari arsitekturnya berasal dari generasi yang lebih lama. Implikasinya, kompatibilitas perangkat lunak tetap terjaga dengan standar terbaru.

Sistem Prosesor Tiga Tingkat

Kehadiran core rendah daya ini akan melengkapi jajaran core Performance dan Efficiency AMD yang sudah ada, sehingga menciptakan struktur prosesor tiga tingkat. Dalam pembagian tugasnya, core Performance akan menangani beban kerja berat yang membutuhkan clock tinggi, sementara core Efficiency yang berukuran lebih ringkas bertugas menangani efisiensi standar.

Core LP baru ini akan melangkah lebih jauh dengan menangani tugas-tugas di latar belakang yang sangat ringan, seperti sinkronisasi email atau pemutaran musik. Secara konsep, fungsinya mirip dengan Low-Power E-cores milik Intel. Pembagian tugas yang semakin granular ini memungkinkan sistem untuk mengalokasikan daya secara lebih presisi sesuai kebutuhan.

Potensi keuntungan dari arsitektur ini akan sangat terasa di perangkat mobile. Laptop dan konsol handheld dapat mengalihkan pekerjaan ringan sepenuhnya ke core LP dan menonaktifkan core utama. Skenario ini diyakini mampu memperpanjang umur baterai secara drastis, membiarkan sistem berjalan hanya dengan asupan daya beberapa watt saja.

Bagi pengguna laptop yang sering bekerja mobile, efisiensi daya tambahan ini bisa berarti perbedaan antara bertahan satu hari penuh atau harus mencari colokan listrik di tengah hari. Sementara itu, pengguna konsol handheld akan merasakan manfaat langsung dalam sesi bermain yang lebih lama.

Langkah AMD ini juga sejalan dengan tren industri yang semakin fokus pada efisiensi energi. Di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang konsumsi daya perangkat elektronik, pendekatan tiga tingkat ini bisa menjadi pembeda kompetitif yang signifikan. Produsen perangkat pun akan memiliki fleksibilitas lebih dalam merancang sistem pendingin dan baterai.

Meski demikian, keberhasilan implementasi core LP ini akan sangat bergantung pada optimasi perangkat lunak dan sistem operasi. Patch kernel Linux yang menjadi awal terungkapnya strategi ini menunjukkan bahwa AMD telah bekerja sama dengan ekosistem open-source untuk memastikan dukungan yang mumpuni sejak awal peluncuran.

Dengan pendekatan hybrid lintas generasi ini, AMD menunjukkan keberaniannya untuk keluar dari pola konvensional dalam merancang prosesor. Kombinasi komponen dari Zen 2 hingga Zen 6 dalam satu core adalah langkah yang belum pernah terlihat sebelumnya di industri, dan bisa menjadi blueprint untuk generasi-generasi berikutnya.

Bagi konsumen, kabar ini menjadi angin segar karena menjanjikan perangkat yang lebih hemat daya tanpa mengorbankan performa. Sementara bagi industri, strategi AMD ini bisa memicu persaingan yang lebih ketat dalam hal efisiensi energi, yang pada akhirnya akan menguntungkan pengguna akhir di seluruh dunia.

Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati bersama kabar terbaru dari kompetitor. Sebagai gambaran, Apple Siapkan Paket iCloud khusus AI berbayar, sementara Apple Siapkan Opsi Berbayar untuk pemakaian AI lebih tinggi — menunjukkan bahwa efisiensi daya menjadi perhatian utama di seluruh ekosistem teknologi.