JBNews.id – Lorika, sebuah startup asal Italia yang digawangi oleh tim pengusaha di bawah usia 30 tahun, meluncurkan produk pertamanya berupa rangka penutup clip-on berwarna cerah untuk kacamata pintar Ray-Ban Meta. Produk yang diberi nama Ontop ini dirancang untuk dipasang di atas bingkai kacamata asli, memberikan opsi personalisasi desain yang lebih berani bagi pengguna.
Rangka penutup Ontop terbuat dari polikarbonat dengan anyaman polimer elastis untuk stabilitas. Satu bagian dipasang di sekitar lensa dan menutupi engsel yang menghubungkan lengan kacamata, sementara bagian lainnya dipasang di lengan. Desain ini tidak menutupi kamera atau speaker yang tertanam di kacamata. Dengan ketebalan hanya satu milimeter, pemasangan Ontop tetap memberikan tampilan yang lebih tebal dan mencolok.
“Jika Anda menginginkan sesuatu yang lain, sesuatu yang berbeda dalam desain, yang lebih chubby, lebih puffy, Anda bisa mendapatkannya,” ujar Giorgio Di Cesare, CEO Lorika, dalam pernyataannya. Produk ini sudah tersedia mulai hari ini dengan harga US$35 hingga US$40 tergantung model.
Latar Belakang dan Inspirasi
Di Cesare mengaku merupakan pengguna awal kacamata Ray-Ban Meta. Ia merasa kecewa saat secara tidak sengaja mematahkan satu pasang kacamata pada bagian engsel. Insiden inilah yang mendorongnya untuk menciptakan Ontop. Inspirasi desainnya datang dari aksesori ponsel seperti casing. “Kami ingin menambahkan sesuatu. Kami ingin melindungi kacamata; kami ingin memperkuatnya,” jelas Di Cesare.
Ontop saat ini kompatibel dengan kacamata Ray-Ban Meta model Wayfarer, baik generasi pertama maupun kedua. Ke depannya, Lorika berencana membuat penutup untuk model lain dari Meta, termasuk Oakley dan Display. Target jangka panjangnya adalah memproduksi casing untuk merek kacamata pintar lainnya.
Baca Juga:
Fashion sebagai Faktor Kunci Adopsi
Peran fashion dalam adopsi kacamata pintar semakin krusial. Peluncuran AR Specs terbaru dari Snap menjadi contoh nyata. Perangkat tersebut disebut bertenaga, namun langsung menuai kritik karena harga yang sangat mahal dan tampilan yang dianggap konyol. Bahkan, bingkainya disebut menjepit telinga CEO Snap, Evan Spiegel, saat digunakan.
Meta, melalui kemitraannya dengan raksasa kacamata EssilorLuxottica, berhasil membuat kacamatanya tampak seperti kacamata biasa. Hal ini membantu normalisasi penggunaan perangkat di kehidupan sehari-hari, meskipun juga memicu kekhawatiran publik terkait potensi penyalahgunaan. YouTube Diduga Langgar Sanksi AS menjadi salah satu isu privasi yang mengemuka. Sementara itu, perusahaan lain seperti Google mengikuti jejak Meta dengan berkolaborasi bersama produsen kacamata seperti Warby Parker dan Gentle Monster.
Kritik terhadap Pilihan Warna
Meskipun Meta dinilai unggul dalam aspek estetika, Di Cesare berpendapat bahwa kacamata Meta belum cukup berani dalam hal fashion, terutama dari sisi warna. “Model yang paling umum dan populer selalu hitam atau gelap pada umumnya,” ujarnya. “Jika Anda melihat sekeliling, Anda hanya melihat gelap, gelap, gelap, atau mungkin kadang-kadang coklat tua. Di sisi warna, kami pasti memperbaikinya.”
Lorika tidak memiliki kerja sama resmi dengan Meta. Meta pun belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari WIRED. Meski demikian, Di Cesare tetap optimistis. “Saya tidak mengatakan mereka tidak bisa membuat kacamata pintar, karena jelas mereka bisa lebih baik dari siapa pun,” katanya. “Tetapi mereka masih memiliki banyak hal untuk ditingkatkan, dan kami ingin meningkatkan itu.”
Kehadiran Ontop menjadi bukti bahwa ekosistem aksesori untuk kacamata pintar mulai berkembang, membuka peluang bagi Dua Developer RI dan startup lain untuk berinovasi. Dengan harga yang relatif terjangkau, produk ini menawarkan cara mudah bagi pengguna untuk mengekspresikan gaya pribadi tanpa harus mengganti perangkat utama mereka.




