AI Pangkas Biaya Energi hingga 40%, Klaim XLSmart

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Para pengunjung memadati booth pameran XLSmart Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta
  • XLSmart luncurkan ESTA eco dan ESTA vision di Bravo 500 Summit 2026
  • ESTA eco klaim pangkas biaya energi hingga 40% untuk sistem HVAC
  • Teknologi gunakan sensor cerdas, kontrol, dan machine learning real time
  • Model investasi Zero Capex tanpa investasi awal besar
  • ESTA vision ubah kamera pengawas jadi sumber insight operasional
  • Target sektor: manufaktur, logistik, transportasi, tambang, retail, smart building
  • ESTA Ecosystem gabungkan AI, cloud, data platform, keamanan siber, dan 5G
  • Acara dihadiri 2.000 partisipan dari industri, pemerintah, akademisi

JBNews.id — XLSmart mengklaim teknologi kecerdasan buatan (AI) terbarunya mampu memangkas biaya energi perusahaan hingga 40 persen. Klaim ini disampaikan dalam ajang Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026), melalui peluncuran solusi bernama ESTA eco dan ESTA vision.

Kedua solusi tersebut merupakan bagian dari ekosistem Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA) yang dikembangkan oleh XLSmart for Business. ESTA eco dirancang khusus untuk mengoptimalkan efisiensi sistem pendingin atau HVAC di berbagai sektor industri. Teknologi ini memanfaatkan sensor cerdas, perangkat kontrol, dan machine learning untuk memantau, memprediksi, serta mengoptimalkan konsumsi energi secara real time.

XLSmart menyatakan bahwa teknologi tersebut tidak hanya mampu menekan biaya energi, tetapi juga mendukung pencapaian target keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance) perusahaan. Dengan model investasi Zero Capex, ESTA eco memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi tanpa harus mengeluarkan investasi awal yang besar.

Selain efisiensi energi, XLSmart turut memperkenalkan ESTA vision yang memanfaatkan teknologi computer vision dan AI analytics. Solusi ini mampu mengubah rekaman kamera pengawas menjadi sumber insight operasional. Teknologi ini memungkinkan perusahaan melakukan pemantauan kondisi operasional secara real time, mendeteksi anomali, meningkatkan keselamatan kerja, memonitor kepatuhan prosedur, hingga menghasilkan laporan otomatis berbasis data visual.

ESTA vision ditujukan untuk berbagai sektor industri seperti manufaktur, logistik, transportasi, pertambangan, minyak dan gas, retail modern, smart building, pelabuhan, hingga bandara.

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menilai pemanfaatan AI kini semakin penting dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. “Transformasi digital yang berhasil membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Perusahaan membutuhkan fondasi konektivitas yang kuat, kemampuan mengelola data secara efektif, serta pemanfaatan AI dan otomasi yang mampu menghasilkan dampak bisnis yang nyata,” ujar Andrijanto di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Melalui kedua solusi tersebut, XLSmart berharap pemanfaatan AI tidak hanya berfokus pada otomatisasi layanan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi dan produktivitas yang lebih besar di sektor operasional perusahaan.

ESTA eco dan ESTA vision merupakan bagian dari ESTA Ecosystem, platform digital terintegrasi yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI), cloud, data platform, keamanan siber, hingga jaringan 5G. Solusi tersebut diperkenalkan melalui XLSmart for Business dalam ajang Bravo 500 Summit 2026 yang mempertemukan ratusan pemimpin bisnis dan korporasi di Indonesia.

Ajang yang memasuki tahun ke-2 ini berhasil mengumpulkan 2.000 partisipan dari berbagai bidang yang beroperasi di Tanah Air. Tema yang diangkat adalah ‘Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri’. Melalui peluncuran ESTA Ecosystem, XLSmart for Business menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia melalui pemanfaatan AI, data, cloud, dan jaringan 5G yang terus diperluas secara nasional.

Dengan klaim penghematan biaya energi hingga 40 persen, solusi AI dari XLSmart ini menawarkan dampak langsung pada efisiensi operasional perusahaan. Model Zero Capex juga menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan yang ingin melakukan digitalisasi tanpa beban investasi awal yang signifikan. Implikasinya bagi dunia usaha adalah peluang untuk menekan biaya operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan di tengah tekanan efisiensi yang semakin ketat.

Pemanfaatan AI untuk efisiensi energi ini sejalan dengan tren global di mana perusahaan-perusahaan besar mulai beralih ke teknologi cerdas untuk mengoptimalkan konsumsi sumber daya. Di Indonesia, langkah XLSmart ini bisa menjadi katalis bagi adopsi AI di sektor industri yang selama ini masih bergantung pada sistem konvensional.

Selain itu, ESTA vision yang mampu mengubah kamera pengawas menjadi alat analisis operasional juga membuka peluang baru dalam pengelolaan keselamatan kerja dan kepatuhan prosedur. Perusahaan di sektor manufaktur, logistik, dan pertambangan bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas.

XLSmart menargetkan solusi ESTA ini dapat diadopsi oleh berbagai perusahaan di Indonesia, mulai dari skala menengah hingga korporasi besar. Dengan dukungan jaringan 5G yang terus diperluas, potensi penerapan teknologi ini di berbagai daerah juga semakin terbuka lebar.

Para pengunjung memadati booth pameran, diskusi dan talkshow pada ajang XLSmart Bravo 500 Summit di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Acara ini menjadi forum tahunan edisi kedua yang mempertemukan industri, pemerintah, akademisi, dan mitra teknologi di Indonesia untuk membahas pemanfaatan AI, data, konektivitas, dan teknologi digital.