Pemerintah Targetkan Tambah 15 GW Listrik dari PLTS Terapung di Bendungan

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
Petugas PLN di area PLTS terapung Tambaklorok, Semarang, kapasitas 561,60 kilowatt

Jbnews.id – Pemerintah Indonesia menargetkan tambahan kapasitas listrik lebih dari 15 Gigawatt (GW) dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di sejumlah bendungan. Rencana ini merupakan bagian dari upaya mengejar target kapasitas terpasang PLTS nasional 100 GW pada 2029.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan Kementerian ESDM bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang memetakan bendungan-bendungan untuk pengembangan PLTS. Perhitungan awal menunjukkan, pemanfaatan 20% area dari seluruh bendungan yang dibangun Kementerian PU berpotensi menghasilkan tambahan kapasitas lebih dari 15 GW.

“Basis hitungan kami saat ini 20% okupansi dari seluruh bendungan yang dibuat oleh kementerian PU itu, itu bisa menambah lebih dari 15 Gigawatt,” terang Eniya dalam acara Launching 1 GW PLTS Atap Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Dukung Target 100 GW PLTS Nasional

Langkah pemetaan bendungan untuk PLTS terapung dilakukan untuk mendukung target ambisius kapasitas terpasang PLTS nasional mencapai 100 gigawatt (GW) paling lambat pada 2029. Saat ini, kapasitas terpasang PLTS di Indonesia baru mencapai sekitar 1,5 GW, dengan kontribusi PLTS atap sebesar 895 Megawatt (MW).

Eniya menegaskan, fokus pengembangan tidak hanya pada peningkatan kapasitas, tetapi juga penciptaan permintaan dalam negeri yang dapat menggerakkan industri energi surya. “Target ambisius ini diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas energi, tetapi juga pada penciptaan permintaan (demand creation) yang dapat menggerakkan industri energi surya di dalam negeri,” ujarnya.

Pengembangan PLTS terapung menjadi salah satu strategi utama, selain PLTS atap dan ground mounted. “Kita masih berjuang nih untuk bisa lebih dari 1 giga ya. Kita juga pada saat ini berbicara tentang bagaimana mengimplementasikan PLTS ini tidak hanya kencang di ground mounted, tetapi juga di atap. Serta yang sekarang kita sedang dorong adalah untuk PLTS floating, jadi PLTS apung,” jelas Eniya.

Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah mendiversifikasi lokasi instalasi PLTS guna mempercepat pencapaian target energi terbarukan. Pemanfaatan bendungan yang sudah ada dinilai dapat mengoptimalkan lahan tanpa alih fungsi baru yang luas.