Jbnews.id โ Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (24/4/2026). Penguatan tersebut membawa mata uang Paman Sam turun ke level Rp 17.200-an.
Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS tercatat di level Rp 17.278. Posisi ini menunjukkan pelemahan dolar sebesar 8 poin atau turun 0,05 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan ini menjadi sinyal positif bagi rupiah yang sebelumnya sempat tertekan. Sehari sebelumnya, pada Kamis (23/4/2026), rupiah bahkan sempat menembus level psikologis Rp 17.300. Situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran di pasar keuangan, terutama terkait Kepercayaan Investor Anjlok.
Meskipun penguatan rupiah tergolong tipis, pergerakan ini tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Apalagi, dolar AS menunjukkan pergerakan yang beragam terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di kawasan Asia dan global.
Secara rinci, dolar AS tercatat menguat 0,03 persen terhadap dolar Hong Kong. Mata uang Paman Sam juga menguat 0,08 persen terhadap yen Jepang dan menguat lebih signifikan sebesar 0,13 persen terhadap won Korea.
Baca Juga:
Di sisi lain, dolar AS justru melemah terhadap dolar Kanada dan franc Swiss. Pelemahan tersebut masing-masing tercatat sebesar 0,01 persen terhadap kedua mata uang tersebut.
Data ini menunjukkan bahwa pelemahan dolar AS terhadap rupiah bukanlah fenomena yang terisolasi. Pasar valuta asing global sedang mengalami dinamika yang kompleks, di mana sentimen terhadap greenback masih beragam.
Penguatan rupiah yang terjadi pada hari ini setidaknya memberikan sedikit ruang bernapas bagi pasar domestik. Meskipun masih berada di level yang relatif tinggi, tren pelemahan dolar AS bisa menjadi indikasi awal stabilisasi nilai tukar.
Di tengah situasi ini, pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu langkah yang diambil adalah memastikan harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat, seperti yang ditegaskan dalam pernyataan Menteri Keuangan Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik di tahun 2026.
Para analis masih menunggu data ekonomi AS selanjutnya untuk menentukan arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Sementara itu, pelaku pasar di Indonesia akan terus memantau pergerakan rupiah, mengingat fluktuasi nilai tukar masih menjadi salah satu indikator utama sentimen investor.
Selain itu, pergerakan harga komoditas lain juga menjadi perhatian. Seiring dengan penguatan rupiah, harga emas juga tercatat mengalami koreksi. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Harga Emas Antam Anjlok Rp 25.000 per gram pada perdagangan Kamis lalu.
Dengan data yang ada saat ini, pasar masih menanti katalis baru yang bisa mendorong penguatan rupiah lebih lanjut. Level psikologis Rp 17.200-an masih menjadi zona kritis yang perlu dipertahankan oleh otoritas moneter.




