Jbnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) tengah menyiapkan pembangunan area taman layak anak di kawasan Alun-Alun Cilegon. Langkah ini diambil untuk memenuhi hak anak atas ruang bermain yang aman, nyaman, dan edukatif di ruang publik kota.
Proyek revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Cilegon dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Kepala DPRKPP Cilegon, Yosep Saepul Hidayat, menyatakan bahwa pembangunan area khusus ini akan dimulai pada tahun 2026. “Kami sedang dalam tahap perencanaan dan penyusunan desain untuk area bermain anak di Alun-Alun. Target kami, pembangunan fisik bisa dimulai tahun ini,” ujar Yosep saat ditemui di kantornya, Selasa (22/4/2026).
Area taman yang direncanakan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ramah anak, seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan area bermain pasir. Selain itu, Pemkot juga akan memastikan penggunaan material yang aman dan tidak membahayakan bagi anak-anak. Desain taman akan mengusung konsep terbuka hijau yang terintegrasi dengan lanskap Alun-Alun yang sudah ada.
“Kami tidak hanya menyediakan alat bermain, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Area ini akan dilengkapi dengan taman tematik yang edukatif dan tentunya aman dari kebisingan lalu lintas,” tambah Yosep.
Pembangunan ini juga disambut baik oleh kalangan pegiat perlindungan anak di Cilegon. Mereka menilai bahwa kehadiran taman layak anak di pusat kota sangat krusial, mengingat semakin terbatasnya ruang terbuka hijau yang aman bagi anak-anak untuk bermain. Sebelumnya, banyak anak di Cilegon yang terpaksa bermain di area yang tidak representatif, seperti trotoar atau pinggir jalan raya.
Selain menyediakan fasilitas bermain, Pemkot Cilegon juga berencana menggelar program-program pendampingan dan edukasi bagi orang tua di area tersebut. Program ini akan fokus pada pentingnya pengawasan orang tua saat anak bermain, serta cara menstimulasi kreativitas anak melalui permainan di luar ruangan.
Proyek revitalisasi Alun-Alun Cilegon sendiri sudah dimulai sejak tahun 2024 lalu. Tahap pertama fokus pada penataan pedestrian, penambahan lampu penerangan, dan pembangunan air mancur. Kini, Pemkot memasuki tahap kedua yang berfokus pada penyediaan fasilitas publik yang lebih inklusif, termasuk taman layak anak.
Dengan adanya area ini, diharapkan Alun-Alun Cilegon tidak hanya menjadi ikon kota, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial yang sehat bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak. Pemkot Cilegon menargetkan area taman layak anak ini bisa mulai digunakan pada akhir tahun 2026.
Ke depannya, Pemkot juga akan melibatkan komunitas peduli anak dalam proses pengawasan dan perawatan fasilitas di taman tersebut. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas dari ruang publik yang telah dibangun.




