Pemkot Bandung Pastikan MinyaKita Mitra Bulog Sesuai HET

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
Pemkot Bandung pastikan stok MinyaKita dari mitra resmi Bulog aman - ANTARA News Jawa Barat

Jbnews.id – Pemerintah Kota Bandung memastikan pasokan minyak goreng merek MinyaKita dari mitra resmi Perum Bulog di wilayahnya aman dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Kepastian ini disampaikan menyusul adanya temuan harga MinyaKita di pasaran yang melonjak hingga di atas Rp20.000 per liter.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nuruddin, mengungkapkan bahwa distribusi minyak goreng dari Bulog berjalan lancar ke sejumlah pasar tradisional. Setiap pedagang mitra resmi mendapat jatah pasokan rutin setiap pekan.

“Dropping dari Bulog itu setiap minggu, satu pedagang mendapat sekitar 50 dus, dengan satu dus berisi 12 kemasan. Dan harga yang dijual sesuai HET,” kata Ronny di Bandung, Rabu.

Mekanisme Distribusi dan Syarat Pedagang

Ronny menjelaskan, pedagang yang ingin mendapatkan suplai MinyaKita dengan harga HET harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi melalui aplikasi Simira. Aplikasi tersebut terbuka bagi para pedagang, khususnya pedagang kelontong, selama mereka bersedia melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

“Semua sebenarnya sudah disasar, tinggal apakah pedagang mau memenuhi persyaratan atau tidak. Pemerintah juga membantu, termasuk dalam pengurusan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB),” jelasnya.

Dengan sistem ini, Pemkot Bandung memastikan bahwa minyak goreng murah bersubsidi dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan lebih.

Harga di Luar Jaringan Bulog Melonjak

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui harga MinyaKita di luar jaringan Bulog mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan, harga di pasaran berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter — jauh di atas HET resmi.

Kondisi ini menunjukkan adanya disparitas harga yang cukup lebar antara minyak goreng yang didistribusikan melalui mitra resmi Bulog dengan yang beredar di jalur ritel umum. Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan stok dari jalur resmi tetap aman dan terkendali.

Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk membeli MinyaKita hanya dari pedagang mitra resmi Bulog guna mendapatkan harga sesuai ketentuan. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi dan harga di lapangan juga terus diperketat.

Dengan adanya jaminan pasokan dan harga ini, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat Kota Bandung tetap terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang tidak wajar. Pemkot juga membuka akses bagi pedagang baru untuk bergabung dalam program distribusi ini melalui aplikasi Simira.