Jbnews.id – Sebuah lapak kayu jati di Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan, ludes terbakar pada Jumat (29/5/2026) pagi. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB itu mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp500 juta.
Peristiwa kebakaran ini diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dari lokasi lapak. Petugas pemadam kebakaran dari Kota Tangerang Selatan diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Api baru berhasil dipadamkan setelah kurang lebih dua jam proses pemadaman.
“Api cepat membesar karena material kayu yang mudah terbakar. Kami berusaha maksimal agar api tidak merambat ke pemukiman warga,” ujar salah satu petugas pemadam di lokasi kejadian.
Pemilik lapak, yang enggan disebutkan namanya, mengaku syok atas kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa sebagian besar stok kayu jati siap jual hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai angka fantastis.
“Total kerugian sementara kami hitung sekitar Rp500 juta. Ini termasuk stok kayu dan beberapa peralatan,” jelasnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di bagian belakang lapak. Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk proses investigasi lebih lanjut.
Dalam situasi darurat seperti ini, koordinasi antar lembaga sangat penting. Sebagai contoh, kita bisa melihat bagaimana proses organisasi olahraga seperti pendaftaran calon ketua KONI Kabupaten Serang dibuka 28 April yang memerlukan koordinasi matang.
Insiden kebakaran ini mengingatkan kita pada pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Sama halnya dengan persiapan ibadah haji, di mana seluruh jemaah haji RI ditempatkan di Markaziyah Madinah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan.
Baca Juga:
Proses investigasi masih terus berlangsung. Pihak kepolisian setempat telah memeriksa beberapa saksi di lokasi kejadian. Mereka berharap dapat segera mengungkap penyebab pasti kebakaran yang meludeskan lapak kayu jati tersebut.
Sementara itu, warga sekitar diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan pendampingan bagi para korban kebakaran.
Kepala Desa Pondok Cabe Ilir menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa pemilik lapak. Ia berjanji akan mengupayakan bantuan bagi para korban melalui dana darurat desa.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Semoga pemilik lapak diberikan ketabahan,” ujarnya.
Peristiwa kebakaran lapak kayu jati ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan tempat usahanya. Pemasangan instalasi listrik yang sesuai standar mutlak diperlukan.




