Warga Mengeluh Macet di Pertigaan Islamic-Lippo

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
ilustrasi Kemacetan Islamic-Lippo

Jbnews.id – Warga di sekitar kawasan Islamic-Lippo, Tangerang, menyuarakan keluhan atas kemacetan parah yang terjadi setiap hari di pertigaan tersebut. Fenomena ini telah berlangsung lama dan menimbulkan kelelahan fisik serta mental bagi pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Data dari pengamatan langsung di lapangan menunjukkan bahwa volume kendaraan yang melintas di pertigaan Islamic-Lippo meningkat signifikan pada jam sibuk, terutama pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB dan sore hari antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Antrean kendaraan bisa mencapai panjang lebih dari 500 meter di setiap sisi jalan, menyebabkan waktu tempuh yang biasanya hanya 10 menit menjadi lebih dari 45 menit.

“Saya setiap hari harus berangkat lebih awal 30 menit hanya untuk mengantisipasi macet di sini. Sangat melelahkan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengendara motor dan mobil yang setiap hari terjebak dalam kemacetan yang sama.

Penyebab Kemacetan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemacetan di pertigaan Islamic-Lippo disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, tingginya volume kendaraan yang melintas dari dan menuju kawasan perumahan serta pusat perbelanjaan di sekitar lokasi. Kedua, tidak adanya pengaturan lalu lintas yang memadai, seperti lampu lalu lintas atau petugas yang mengatur arus kendaraan pada jam sibuk.

Selain itu, aktivitas bongkar muat barang di sepanjang jalan juga turut memperparah kondisi. Banyak kendaraan besar yang parkir di bahu jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain. Hal ini diperparah dengan minimnya kesadaran pengendara untuk tertib berlalu lintas, seperti memotong antrean atau berhenti di sembarang tempat.

Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut jika tidak ada intervensi dari pihak berwenang. Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kemacetan, seperti memperbaiki infrastruktur jalan atau menambah petugas lalu lintas.

Sementara itu, warga berharap ada solusi jangka panjang yang bisa mengatasi masalah ini. Beberapa di antaranya mengusulkan pembangunan jalan alternatif atau flyover di pertigaan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah daerah mengenai rencana tersebut.

Kemacetan di pertigaan Islamic-Lippo bukan hanya masalah transportasi, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup warga. Banyak yang terpaksa mengubah jadwal harian mereka untuk menghindari jam sibuk, namun tidak semua orang memiliki fleksibilitas tersebut.

Dalam konteks yang lebih luas, kemacetan ini juga mencerminkan tantangan perkotaan di Tangerang yang terus berkembang. DLH Tangerang sebelumnya telah menertibkan 37 TPS liar sepanjang 2025 sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, namun masalah lalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Warga berharap agar pemerintah daerah segera bertindak. “Kami sudah lelah dengan kondisi ini. Setiap hari stres karena macet,” ujar seorang pengendara lain. Keluhan ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur transportasi yang memadai adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat perkotaan.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan kemacetan ini dapat dipantau melalui kanal berita Jbnews.id. Sementara itu, warga diimbau untuk mencari rute alternatif jika memungkinkan, meskipun tidak banyak pilihan yang tersedia.

Kemacetan di pertigaan Islamic-Lippo menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pertumbuhan kota yang pesat tidak selalu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Hal ini menjadi tantangan bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi yang tepat.

Dengan kondisi yang ada, warga berharap ada perubahan signifikan dalam waktu dekat. Namun, tanpa adanya tindakan nyata, kemacetan ini diprediksi akan terus berlanjut dan bahkan memburuk seiring bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahun.

Jbnews.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca. Pantau terus portal berita kami untuk mendapatkan berita terkini seputar Tangerang dan sekitarnya.