Tencent Batal Rilis Last Sentinel, 80 Developer Kena PHK

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
Visualisasi game Last Sentinel yang dikembangkan Lightspeed LA untuk Tencent
  • Tencent resmi membatalkan proyek Last Sentinel, game open-world cyberpunk pesaing GTA
  • Total investasi mencapai lebih dari USD 300 juta dengan masa pengembangan 6 tahun
  • 80 developer terkena PHK setelah evaluasi internal dan play-testing yang responsnya mayoritas negatif
  • Lightspeed LA tetap beroperasi dan akan mengalihkan sisa staf ke proyek open-world baru
  • Sebagian kode dan elemen Last Sentinel akan digunakan untuk proyek baru dan judul Tencent lainnya
  • Kegagalan ini menyusul penutupan TiMi Montreal dan pembubaran Team Kaiju

JBNews.id — Tencent dikabarkan telah membatalkan proyek Last Sentinel, game open-world cyberpunk ambisius yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing game Grand Theft Auto (GTA). Game yang telah dikembangkan oleh studio Lightspeed LA selama lebih dari enam tahun ini kabarnya telah menelan dana investasi hingga lebih dari USD 300 juta. Sekitar 80 developer terpaksa terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pekan ini.

Meski pihak Tencent sempat membantah rumor pembatalan tersebut, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa proyek ini pada dasarnya sudah dihentikan. Pihak Lightspeed LA mengonfirmasi adanya perampingan tersebut dengan alasan pergeseran arah kreatif dan pengembangan setelah melalui proses evaluasi internal serta play-testing.

Last Sentinel

Masalah Pengembangan dan Respons Negatif

Kabar penghentian proyek Last Sentinel sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan industri game. Meski sempat memikat perhatian lewat penayangan video teaser di ajang The Game Awards 2023, Lightspeed LA tak kunjung memamerkan cuplikan gameplay ke publik hingga enam tahun masa pengembangan. Selain itu, sesi pengujian internal pada awal 2026 dilaporkan memicu respons yang mayoritas negatif.

Sejumlah sumber internal mengungkapkan bahwa proyek ini diterpa berbagai masalah sejak awal, mulai dari gaya kepemimpinan di studio yang dinilai memicu polarisasi hingga keterbatasan jumlah tim. Dengan anggota yang hanya berjumlah beberapa ratus orang, tim dianggap terlalu kecil untuk membangun game berskala raksasa yang mampu menandingi kelas GTA.

Baca Juga:

Pengalihan Tim dan Nasib Studio

Meskipun Last Sentinel dikabarkan batal, studio Lightspeed LA yang berbasis di Los Angeles tetap beroperasi. Sisa staf yang bertahan akan dialihkan ke proyek open-world baru yang belum diumumkan, di bawah pimpinan creative director Todd Papy. Sebagian kode dan elemen permainan dari Last Sentinel juga rencananya akan dimanfaatkan kembali untuk proyek baru ini serta judul game Tencent lainnya.

Sebagai informasi, Lightspeed LA didirikan pada 2020 di bawah naungan LightSpeed Studios dan dipimpin oleh Steve Martin, mantan petinggi Rockstar San Diego. Studio ini menjadi salah satu dari sekian banyak eksperimen Tencent untuk menembus pasar game AAA di Barat.

Kegagalan ini menambah panjang daftar studio naungan Tencent di Amerika Utara yang bermasalah, setelah penutupan TiMi Montreal pada awal tahun ini dan dibubarkannya Team Kaiju pada 2023 lalu, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (5/8/2026).

Kabar pembatalan ini juga menjadi pengingat betapa besarnya risiko dalam pengembangan game AAA. Fenomena serupa juga pernah terjadi di industri, seperti yang dialami developer game Netflix yang melakukan PHK massal, atau strategi Atari yang kembali untung dengan pendekatan berbeda.

Bagi industri game, pembatalan proyek senilai lebih dari USD 300 juta ini menunjukkan bahwa ambisi besar tanpa eksekusi yang matang bisa berujung pada kegagalan. Sementara itu, Project Helix Xbox yang menjanjikan lima generasi game dalam satu konsol menjadi contoh lain bagaimana industri terus berevolusi, baik dari sisi teknis maupun strategi bisnis.

Implikasi dari pembatalan ini cukup luas. Pertama, industri game kehilangan salah satu calon pesaing serius GTA di segmen open-world. Kedua, PHK terhadap 80 developer menunjukkan bahwa ketidakpastian masih menghantui para pekerja kreatif di industri ini. Ketiga, keputusan Tencent untuk mengalihkan sisa tim ke proyek baru menandakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada pasar game AAA di Barat, meski harus melalui jalan yang berliku.

Ke depan, publik akan menanti apakah proyek open-world baru yang dipimpin Todd Papy tersebut mampu belajar dari kegagalan Last Sentinel. Evaluasi internal yang melibatkan play-testing sejak dini bisa menjadi kunci untuk menghindari pengulangan kesalahan yang sama.