Steam Machine Valve Diburu Penimbun, Harganya Tembus Rp 50 Jutaan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi perangkat Steam Machine Valve berwarna hitam dengan logo Valve di bagian depan
  • Harga Steam Machine Valve di eBay tembus hingga Rp 53 jutaan akibat ulah penimbun
  • Valve mematok harga resmi mulai USD 1.049 (Rp 17,2 juta) karena krisis harga memori global
  • Micron mengunci harga memori pada level tertinggi selama 5 tahun, membuat prospek penurunan harga tipis
  • Sebagian besar listing penimbun hanya berupa screenshot bukti reservasi, belum memiliki unit fisik
  • Inovasi komunitas muncul dengan modifikasi Steam Controller yang bisa bergerak otomatis ke tempat pengisian daya
  • Valve buka jalan instalasi SteamOS di PC rakitan sebagai alternatif bagi yang tidak bisa mendapatkan Steam Machine

JBNews.id — Harga jual Steam Machine Valve di platform eBay tembus hingga Rp 53 jutaan akibat aksi penimbunan yang marak terjadi di tengah kelangkaan pasokan perangkat tersebut. Fenomena ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Valve membuka reservasi resmi untuk PC mini berwajah konsol yang sangat dinantikan para gamer.

Valve awalnya menargetkan harga rilis Steam Machine di kisaran USD 750 atau sekitar Rp 12,2 juta. Namun, lonjakan ekstrem harga komponen memori global dan kurangnya kekuatan daya tawar Valve dalam rantai pasokan memaksa mereka mematok harga mulai dari USD 1.049 (sekitar Rp 17,2 juta). Para teknisi Valve mengakui bahwa mereka sangat ingin menurunkan harganya, namun prospek tersebut sangatlah tipis. Harapan itu semakin meredup setelah perusahaan manufaktur Micron baru-baru ini memutuskan untuk mengunci harga memori pada tingkat tertingginya selama lima tahun ke depan.

Kondisi suplai yang langka ini tak pelak memicu kemunculan para penimbun barang. Di platform eBay, harga jual listing Steam Machine dilaporkan sudah meroket melampaui angka USD 2.000, dan bahkan ada yang menyentuh batas USD 3.000 atau sekitar Rp 53 jutaan. Parahnya lagi, para scalper ini belum mendapat perangkat tersebut; sebagian besar listing hanya memajang tangkapan layar (screenshot) bukti notifikasi daftar tunggu reservasi mereka.

Banyak pihak, termasuk Valve sendiri, sepakat bahwa harga rilis PC mini Steam Machine masih jauh dari kata ideal. Namun, hal itu tidak menghentikan perangkat keras terbaru ini dari masalah keterbatasan pasokan sejak hari pertama peluncurannya. Di tengah ketidakmampuan perusahaan untuk menekan harga jual, muncul beberapa sorotan menarik dari komunitas dan sisi perangkat lunak, salah satunya adalah modifikasi unik pada perangkat Steam Controller.

Seorang pengembang sekaligus blogger bernama Ray Foss baru-baru ini mendemonstrasikan sebuah program yang membuat Steam Controller bisa bergerak dan bergeser melintasi permukaan meja yang datar menuju tempat pengisian daya miliknya secara otomatis. Inovasi dari komunitas ini hadir di tengah derasnya kritik terkait banderol harga produk flagship Valve tahun 2026 tersebut, demikian dikutip dari Techspot, Senin (29/6/2026).

Bagi kebanyakan pengguna, controller gaming PC yang terbilang mahal ini mungkin akan menjadi satu-satunya perangkat keras baru dari Valve yang bisa mereka cicipi untuk saat ini, mengingat stok unit Steam Machine yang sangat tipis di pasaran.

Fenomena penimbunan ini menunjukkan betapa tingginya permintaan pasar terhadap perangkat gaming terbaru dari Valve. Meskipun harga resmi yang dipatok sudah cukup tinggi, para penggemar tetap rela membayar lebih untuk mendapatkan unit lebih awal. Situasi ini diperparah dengan kebijakan instalasi SteamOS yang hanya tersedia di perangkat resmi Valve.

Krisis harga memori global menjadi faktor utama yang membuat Valve kesulitan menekan biaya produksi. Berbeda dengan raksasa seperti Apple atau Sony yang memiliki daya tawar kuat dalam rantai pasokan, Valve harus menerima kenyataan pahit bahwa biaya komponen terus melonjak. Keputusan Micron untuk mengunci harga memori pada level tertinggi selama lima tahun ke depan membuat prospek penurunan harga Steam Machine semakin suram.

Meskipun demikian, antusiasme komunitas terhadap ekosistem Steam Machine tetap tinggi. Inovasi seperti modifikasi Steam Controller yang bisa bergerak otomatis menunjukkan bahwa para pengguna tetap kreatif dalam memanfaatkan perangkat Valve. Bagi banyak pengguna, controller ini mungkin menjadi satu-satunya cara untuk merasakan pengalaman perangkat keras Valve di tengah kelangkaan Steam Machine.

Para analis memperkirakan bahwa situasi kelangkaan ini akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2026. Valve sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah pasokan ini. Sementara itu, para calon pembeli disarankan untuk bersabar atau mempertimbangkan alternatif lain seperti PC rakitan sendiri yang kompatibel dengan SteamOS.

Fenomena penimbunan Steam Machine ini mengingatkan pada situasi serupa yang terjadi pada peluncuran Steam Deck beberapa tahun lalu. Saat itu, perangkat gaming handheld Valve juga mengalami kelangkaan pasokan yang parah dan menjadi incaran para scalper. Namun, kali ini situasinya lebih rumit karena faktor krisis komponen global yang lebih parah.

Bagi para gamer yang sudah tidak sabar menunggu, mungkin ini saatnya untuk mempertimbangkan opsi lain. Valve sendiri telah membuka jalan bagi pengguna untuk menginstal SteamOS di PC rakitan mereka, memberikan alternatif bagi yang tidak bisa mendapatkan Steam Machine. Sementara itu, bagi yang tetap ingin membeli dari para penimbun, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam—hingga puluhan juta rupiah.