Smartphone Jadi Biang Kerok Penurunan Angka Kelahiran Global

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi sekelompok orang menggunakan smartphone bersama-sama
  • Studi NBER ungkap iPhone menyumbang hingga 52% penurunan angka kelahiran AS (2007-2011)
  • Tiga mekanisme: pengganti interaksi tatap muka, akses pornografi, akses informasi kontrasepsi
  • Dampak terkuat pada usia 15-19 tahun (penurunan 4,5-8%) dan 20-24 tahun (3,2-6,6%)
  • Penelitian dilakukan oleh dua akademisi dari Middlebury College menggunakan data cakupan AT&T
  • Temuan menunjukkan smartphone sebagai agen perubahan sosial yang memengaruhi perilaku reproduksi

JBNews.id — Studi terbaru dari National Bureau of Economic Research (NBER) mengungkapkan bahwa kehadiran smartphone, khususnya iPhone, menjadi salah satu faktor utama penurunan angka kelahiran di Amerika Serikat sejak 2007. Penelitian yang dilakukan dua akademisi dari Middlebury College ini memperkirakan bahwa iPhone menyumbang hingga 52% penurunan angka kelahiran antara 2007 dan 2011.

Peneliti menggunakan cakupan jaringan seluler AT&T sebagai indikator akses awal iPhone. iPhone dijual secara eksklusif melalui bundling dengan operator AT&T sejak diluncurkan pada 2007 hingga Februari 2011. Dengan membandingkan angka kelahiran di wilayah yang terjangkau jaringan AT&T dengan wilayah yang minim akses broadband seluler, mereka menemukan korelasi signifikan antara adopsi smartphone dan penurunan angka kelahiran.

“iPhone, dan era smartphone yang dipeloporinya, secara signifikan mempercepat penurunan angka kelahiran di AS setelah tahun 2007,” tulis para peneliti dalam makalahnya, seperti dikutip dari Gizmodo, Kamis (11/6/2026).

Tiga Mekanisme Utama

Setelah membandingkan temuannya dengan data survei nasional, tim peneliti menunjukkan tiga mekanisme yang mungkin menjelaskan dampak iPhone terhadap angka kelahiran.

Pertama, konektivitas online dan kebangkitan media sosial yang dipicu oleh adopsi smartphone berarti iPhone menjadi pengganti untuk interaksi tatap muka. Kedua, iPhone mempermudah akses ke pornografi, yang dapat menjadi pengganti seks bagi sebagian orang. Terakhir, bagi mereka yang masih berhubungan seks, smartphone memberikan akses ke informasi tentang kontrasepsi dan aborsi, yang menurut peneliti dapat menurunkan angka kehamilan yang tidak diinginkan.

“Seiring dengan meluasnya penggunaan smartphone, waktu yang dihabiskan dengan teman secara langsung dan aktivitas seksual menurun tajam seiring dengan meningkatnya konsumsi pornografi, yang mungkin menjadi pengganti seks dengan pasangan,” tulis peneliti.

Dampak Paling Kuat pada Kaum Muda

Meskipun efek tersebut diamati di semua kelompok usia, para peneliti menemukan efek tersebut sangat kuat di kalangan kaum muda. Mereka menemukan akses ke iPhone berkorelasi dengan penurunan angka kelahiran sebesar 4,5-8% pada usia 15-19 tahun dan sebesar 3,2-6,6% pada usia 20-24 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi muda adalah kelompok yang paling terpengaruh oleh fenomena ini.

Angka kelahiran di seluruh dunia mulai menurun sejak awal tahun 2000-an. Studi ini memberikan perspektif baru bahwa teknologi, khususnya smartphone flagship, memiliki peran yang tidak terduga dalam tren demografi global. Peneliti menekankan bahwa efek ini bukan hanya soal akses ke konten dewasa, tetapi juga perubahan fundamental dalam cara manusia berinteraksi.

Implikasi dari temuan ini sangat luas. Jika tren ini berlanjut, penurunan angka kelahiran dapat berdampak pada struktur populasi, pasar tenaga kerja, dan sistem jaminan sosial di berbagai negara. Bagi pembaca di Indonesia, fenomena ini patut dicermati mengingat penetrasi smartphone di Tanah Air juga sangat tinggi, dengan berbagai merek seperti smartphone terjangkau yang semakin memudahkan akses digital bagi semua kalangan.

Penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan agen perubahan sosial yang dapat mengubah perilaku manusia secara fundamental, termasuk dalam hal reproduksi dan hubungan interpersonal.