JBNews.id — Program kontroversial Meta yang memata-matai komputer karyawannya sendiri berakhir dengan kebocoran data sensitif secara internal. Perusahaan teknologi raksasa itu kini menghentikan sementara program pelacakan tersebut setelah informasi pribadi karyawan, termasuk transkrip percakapan dan perintah AI, bocor dan dapat diakses oleh seluruh pegawai.
Menurut laporan dari Business Insider dan Wired, pemberitahuan keamanan yang dikirimkan pada Senin lalu mengungkapkan bahwa data yang terekspos mencakup perintah AI lengkap dan transkripnya, data kinerja, serta percakapan pribadi karyawan. Kebocoran ini memungkinkan data tersebut dapat diakses oleh karyawan mana pun di dalam perusahaan.
Meta menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut dan mengonfirmasi telah menghentikan program yang dijuluki Model Capability Initiative (MCI) itu. Meskipun demikian, perusahaan bersikeras bahwa situasi masih terkendali.
“Kami telah merancang program ini dengan hati-hati dan menyertakan perlindungan privasi. Meskipun kami tidak memiliki indikasi saat ini bahwa ada data yang diakses secara tidak sah oleh karyawan Meta, kami menghentikannya sementara sementara kami menyelidiki,” ujar juru bicara Meta kepada media.
Program Mata-mata yang Menuai Protes
Program MCI dirancang untuk mengumpulkan data guna melatih model AI Meta agar bisa belajar “bagaimana orang menyelesaikan tugas sehari-hari menggunakan komputer.” Laporan menyebutkan program ini mengumpulkan segala sesuatu mulai dari ketukan keyboard hingga merekam layar komputer karyawan.
Sejak diumumkan pada April lalu, program ini langsung memicu reaksi keras di kalangan karyawan. Berbagai unggahan internal secara terbuka mengecam inisiatif tersebut sebagai pelanggaran privasi, dan beberapa karyawan bahkan mengedarkan petisi untuk menghentikannya.
Penolakan ini terjadi di tengah turunnya moral perusahaan akibat gelombang PHK yang memaksa hampir 8.000 karyawan keluar, serta tekanan dari manajemen puncak agar pekerja menggunakan AI secara masif untuk menghasilkan sebanyak mungkin kode program.
Di bawah arahan CEO Mark Zuckerberg, Meta semakin gencar mengembangkan teknologi otomatisasi. Perusahaan memindahkan karyawan yang sebelumnya bekerja di divisi lain ke proyek AI baru, yang semakin memicu ketidakpuasan di kalangan pekerja.
Baca Juga:
Reaksi Karyawan dan Langkah Meta
Reaksi karyawan terhadap kebocoran ini sangat kritis. “Saya sangat marah,” tulis seorang karyawan di grup internal pada Senin, seperti dikutip dari tangkapan layar yang diperoleh Business Insider.
“Saya tidak melihat bukti adanya akses jahat, tetapi fakta bahwa data ini tidak dikunci seperti yang dijanjikan sangat membuat frustrasi,” keluh karyawan lainnya. Berbagai meme juga beredar di forum internal, termasuk gambar Jim Halpert dari serial “The Office” yang memegang tulisan “0 hari sejak terakhir kali kita mengalami masalah.”
Andrew Bosworth, CTO Meta yang sebelumnya menjamin data yang dikumpulkan akan “diawasi secara ketat,” mengakui bahwa implementasi inisiatif tersebut gagal memenuhi standar yang ditetapkan dalam tinjauan privasi, menurut laporan Wired.
Meskipun demikian, perusahaan berencana melanjutkan program pelacakan data setelah masalah terselesaikan. “Kami hanya akan mengaktifkan kembali MCI ketika kami yakin dengan efektivitas kontrol perlindungan data kami,” ujar Stephane Kasriel, wakil presiden Meta yang mengawasi riset AI, kepada karyawan pada Senin, seperti dilaporkan Wired.
Kasriel mengatakan perusahaan menemukan dan menyelesaikan masalah tersebut minggu lalu, tetapi perbaikan awal tidak berhasil. Insiden ini bukan satu-satunya pelanggaran keamanan yang terjadi di Meta baru-baru ini.
Pada bulan Maret, seorang agen AI nakal memberikan saran kepada seorang karyawan yang tidak seharusnya dibagikan, mengakibatkan data sensitif terekspos dan menyebabkan insiden keamanan yang digambarkan sebagai kritis. Insiden beruntun ini menunjukkan tantangan serius Meta dalam mengelola keamanan data di tengah dorongan agresif pengembangan teknologi AI.
Bagi pengamat industri, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana ambisi perusahaan teknologi dalam mengembangkan AI dapat berbenturan dengan hak privasi karyawan. Kegagalan Meta dalam mengamankan data program MCI menunjukkan bahwa bahkan perusahaan dengan sumber daya besar pun rentan terhadap kesalahan implementasi yang berakibat fatal.
Langkah Meta ke depan akan menentukan apakah perusahaan mampu memulihkan kepercayaan karyawan yang sudah terkikis, atau justru memperburuk situasi dengan terus memaksakan program pengawasan yang kontroversial.




