Presiden Nintendo Kritik Pengecer Jual Kartu Pokemon Terlalu Mahal

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Koleksi kartu Pokemon terbaru di pameran Master Ball League Tangerang
  • Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, kritik pengecer yang jual kartu Pokemon terlalu mahal
  • The Pokemon Company terapkan penjualan berdasarkan pesanan dan verifikasi akun
  • Hingga saat ini 85 miliar kartu Pokemon telah diproduksi, 10 miliar di antaranya pada 2025
  • Pencurian kartu Pokemon meningkat, salah satu toko di Manhattan rugi Rp 1,7 miliar
  • Langkah verifikasi akun menggunakan Kartu Nomor My Number untuk undian prioritas online

JBNews.id — Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, secara langsung menyoroti praktik pengecer yang menjual kartu Pokemon dengan harga terlalu mahal di pasaran. Kelangkaan pasokan dan permintaan yang melonjak tinggi menjadi pemicu utama masalah ini, meskipun The Pokemon Company telah mencetak 10 miliar kartu pada tahun lalu.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Furukawa mengakui bahwa perusahaannya sadar akan praktik pembelian dalam jumlah besar oleh pengecer. Mereka membeli kartu edisi terbatas, lalu menjualnya kembali dengan harga yang jauh melambung dari harga eceran resmi. Fenomena ini tidak hanya merugikan konsumen akhir, tetapi juga memicu gelombang kejahatan, termasuk pencurian.

Salah satu insiden paling mencolok terjadi di Manhattan, di mana sebuah toko mengalami kerugian hingga USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar. Pencurian tersebut berlangsung sangat cepat, hanya dalam waktu tiga menit. Pelaku menodongkan senjata ke arah karyawan dan pengunjung, memecahkan kaca etalase, lalu mengambil kartu-kartu Pokemon bernilai tinggi. Peristiwa ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari kelangkaan dan harga kartu yang tidak terkendali.

Langkah The Pokemon Company

Furukawa menjelaskan bahwa The Pokemon Company telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi masalah ini. Salah satu strategi utamanya adalah menerapkan sistem penjualan berdasarkan pesanan. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan operator pasar online untuk memastikan distribusi yang lebih adil.

“Untuk undian prioritas online untuk produk tertentu, saya memahami bahwa The Pokemon Company juga berencana untuk menggunakan metode verifikasi akun yang memanfaatkan Kartu Nomor Saya [kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah Jepang],” jelas Furukawa, dikutip dari IGN, Senin (6/7/2026). Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa kartu-kartu langka benar-benar sampai ke tangan kolektor sejati, bukan pengecer yang mencari keuntungan instan.

Furukawa menambahkan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan The Pokemon Company untuk mencari solusi yang tepat dalam mengirimkan produk ke konsumen. “Kami percaya bahwa The Pokemon Company akan terus mengambil langkah-langkah untuk menanggapi masalah ini,” pungkasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen penuh Nintendo dalam mengawal distribusi kartu Pokemon.

Produksi Massal Belum Cukup

The Pokemon Company sebenarnya telah berupaya memenuhi hasrat para penggemar. Angka produksi kartu Pokemon sangat mencengangkan. Hingga saat ini, mereka telah memproduksi sebanyak 85 miliar kartu secara keseluruhan. Pada tahun 2025 saja, perusahaan mencetak 10 miliar kartu, jumlah yang melebihi total populasi penduduk bumi.

Namun, angka produksi yang masif itu ternyata masih belum cukup. Permintaan pasar terus melonjak, terutama setiap kali seri kartu terbaru diluncurkan. Peluncuran kartu baru selalu habis terjual dalam waktu singkat, dan pembelinya mayoritas adalah pengecer, bukan konsumen perorangan. Praktik ini menciptakan siklus kelangkaan buatan yang mendorong harga semakin tinggi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius di industri game dan koleksi. Masalah distribusi kartu Pokemon mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam mengelola produk dengan permintaan tinggi. Jika tidak segera diatasi, praktik pengecer nakal ini bisa merusak ekosistem kolektor dan mengurangi kepercayaan penggemar terhadap merek Pokemon.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan industri teknologi dan game, Anda dapat membaca artikel terkait tentang WSC Sports Hasilkan Konten yang menggunakan AI secara penuh.

Implikasi dari situasi ini jelas: para kolektor dan penggemar setia Pokemon harus bersabar. Meskipun produksi kartu terus berjalan dalam jumlah besar, mekanisme distribusi yang lebih ketat tengah disiapkan. The Pokemon Company dan Nintendo berkomitmen untuk memastikan produk sampai ke tangan yang tepat dengan harga wajar. Bagi pembaca yang ingin mendapatkan kartu langka, disarankan untuk mengikuti undian resmi dan menghindari pembelian dari pengecer dengan harga selangit.