Perry Warjiyo Mundur, Netizen Ucapkan Terima Kasih untuk QRIS

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat konferensi pers KSSK II 2026 di kantor OJK Jakarta
  • Perry Warjiyo resmi mundur dari posisi Gubernur Bank Indonesia setelah menjabat sejak 2018 hingga 2026
  • Surat pengunduran diri telah diterima Presiden Prabowo Subianto dan dikonfirmasi Mensesneg Prasetyo Hadi
  • Netizen di media sosial X ramai mengucapkan terima kasih atas terobosan QRIS yang menjadi warisan digitalisasi
  • QRIS telah terintegrasi dengan sistem pembayaran di Malaysia, Thailand, Singapura, China (AliPay), dan Korea (ZeroPay)
  • Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry selama kurang lebih 7 tahun memimpin BI
  • Selain QRIS, Perry juga berjasa menginisiasi BI-FAST sebagai sistem pembayaran ritel nasional real-time

JBNews.id — Perry Warjiyo resmi mundur dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah menjabat sejak 2018. Di media sosial, publik ramai mengucapkan terima kasih atas terobosan QRIS yang menjadi warisan digitalisasinya.

Surat pengunduran diri Perry Warjiyo telah diterima oleh Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi hal tersebut di Gedung BI, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026).

“Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” kata Prasetyo Hadi.

Perry Warjiyo memimpin Bank Indonesia selama dua periode, dari 2018 hingga 2026. Ia mulai menjabat di era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemudian melanjutkan kepemimpinannya di bawah Presiden Prabowo Subianto. Selama masa kepemimpinannya, fokus utama Perry adalah digitalisasi sistem pembayaran nasional dan menjaga stabilitas moneter di tengah gejolak ekonomi global.

Warisan QRIS dan Digitalisasi Pembayaran

Salah satu pencapaian paling ikonik dari era kepemimpinan Perry Warjiyo adalah pengembangan dan implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sistem pembayaran berbasis kode QR ini memungkinkan transaksi digital yang cepat, murah, dan terintegrasi di seluruh Indonesia.

Tidak hanya di dalam negeri, Perry juga menginisiasi kerja sama QRIS antar negara. Malaysia, Thailand, dan Singapura telah mulai menerima pembayaran QRIS, sehingga wisatawan Indonesia tidak perlu lagi menukar uang tunai saat berkunjung ke negara-negara tersebut. QRIS juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran asing seperti AliPay di China dan ZeroPay di Korea Selatan.

Di media sosial X (sebelumnya Twitter), warisan digital ini menjadi sorotan utama publik. Banyak netizen yang menyampaikan apresiasi langsung kepada Perry Warjiyo. Akun @6_arung menulis, “Pak Perry Warjiyo, terima kasih untuk QRIS-nya. 🙏🏻.”

“Oh ya. Terima kasih untuk QRIS-nya, Pak Perry Warjiyo. Sekarang juga udah bisa dipakai untuk bayar AliPay di China, ZeroPay di Korea, dan di beberapa negara lain,” ujar @ardisatriawan. Sementara itu, akun @RavenweX menambahkan, “Kontribusi seperti QRIS dan BI-FAST memang terasa langsung manfaatnya buat masyarakat. Soal dampak pergantian gubernur, biarkan data yang berbicara seiring waktu.”

Pengakuan dari Presiden dan Pejabat Negara

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dan menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasinya. “Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo untuk disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” tutur Prasetyo Hadi.

Periode tujuh tahun kepemimpinan Perry Warjiyo diwarnai dengan berbagai tantangan ekonomi, mulai dari pandemi global, tekanan inflasi, hingga ketidakpastian pasar keuangan internasional. Namun, di tengah tekanan tersebut, ia berhasil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi dalam kisaran sasaran.

Warisan paling nyata yang ditinggalkan Perry adalah transformasi sistem pembayaran Indonesia dari yang semula didominasi uang tunai menjadi ekosistem digital yang inklusif. QRIS kini telah menjadi standar pembayaran di jutaan merchant di seluruh Indonesia, dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan modern.

Dalam konteks yang lebih luas, pengunduran diri Perry Warjiyo terjadi di saat industri teknologi global juga mengalami dinamika serupa. Beberapa pemimpin perusahaan teknologi besar juga memilih mundur dari posisinya, seperti yang terjadi di industri startup dan AI. Fenomena ini menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan menjadi bagian siklus alami dalam organisasi besar, baik di sektor publik maupun swasta.

Netizen juga menyoroti kontribusi Perry dalam pengembangan BI-FAST, sistem pembayaran ritel nasional yang memungkinkan transfer dana secara real-time 24/7. Inovasi ini, bersama QRIS, menjadi pilar utama digitalisasi keuangan di Indonesia.

Meski pengunduran diri Perry Warjiyo telah diterima, Presiden Prabowo belum mengumumkan pengganti definitif Gubernur Bank Indonesia. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari pemerintah terkait suksesi kepemimpinan di bank sentral, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih belum sepenuhnya pulih.

Satu hal yang pasti, warisan digitalisasi pembayaran yang ditinggalkan Perry Warjiyo akan terus dinikmati masyarakat Indonesia dalam waktu yang panjang. QRIS telah menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan sistem keuangan Indonesia dengan ekosistem pembayaran global.