Palapa Ring Tengah Gangguan, Komdigi Kerahkan Satria-1

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Teknisi Palapa Ring Paket Tengah bekerja di Terminal Station Palapa Ring Bakti Komdigi di Wawonii, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara
  • Jaringan fiber optik Palapa Ring Tengah segmen Tahuna-Melonguane mengalami gangguan.
  • Komdigi mengerahkan satelit Satria-1 untuk menjaga layanan telekomunikasi.
  • Kapasitas bandwidth ditambah 50-150 Mbps di 154 titik akses di Sangihe dan Sitaro.
  • Restorasi menghadapi tantangan cuaca laut dan dasar laut berbatu.
  • Target RFS disesuaikan dari 28 Mei-2 Juni menjadi 6 Juni 2026.
  • Komdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk jaga konektivitas.

JBNews.id — Jaringan fiber optik Palapa Ring Tengah segmen Tahuna-Melonguane masih mengalami gangguan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengerahkan satelit Satria-1 untuk menjaga layanan telekomunikasi dan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Komdigi menambah kapasitas bandwidth hingga 150 Mbps di 154 titik akses di dua kabupaten tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap terhubung selama proses restorasi infrastruktur berlangsung.

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Indra Maulana, menegaskan bahwa pemerintah terus memprioritaskan keberlangsungan layanan bagi masyarakat. “Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja,” ujar Indra dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026).

Koordinasi dengan Operator Seluler

Komdigi juga terus berkoordinasi dengan operator seluler untuk memastikan konektivitas pada titik-titik layanan publik dan objek vital di wilayah tersebut tetap terjaga. Upaya ini dilakukan agar layanan komunikasi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tetap terhubung.

Plt. Direktur Infrastruktur Bakti, Darien Aldiano, menyampaikan permohonan maaf atas penyesuaian jadwal restorasi. “Kami memohon maaf atas penyesuaian jadwal ini. Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal. Pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya,” tutur Darien.

Baca Juga:

Tantangan Teknis di Lapangan

Pekerjaan restorasi jaringan Palapa Ring Tengah menghadapi sejumlah tantangan teknis. Selain kondisi cuaca laut yang dinamis, area pekerjaan berada di dekat koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau-Tahuna. Hal ini mengharuskan seluruh proses dilakukan dengan tingkat presisi tinggi.

Tim teknis juga dihadapkan pada kondisi dasar laut yang didominasi batuan dengan kontur curam. Situasi tersebut membuat proses identifikasi dan penanganan kabel memerlukan kehati-hatian lebih untuk menjaga keselamatan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas hasil restorasi.

Dengan mempertimbangkan kondisi operasional tersebut, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal Ready For Service (RFS) yang semula direncanakan pada periode 28 Mei hingga 2 Juni 2026 diproyeksikan disesuaikan hingga 6 Juni 2026.

Komdigi mengungkapkan komitmen untuk terus mengawal proses restorasi hingga tuntas. Pemerintah memastikan masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap mendapatkan akses komunikasi dan layanan digital yang andal sebagai bagian dari upaya menghadirkan konektivitas yang merata hingga wilayah perbatasan Indonesia.

Penggunaan satelit Satria-1 menjadi solusi sementara yang krusial. Langkah ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi gangguan infrastruktur vital di daerah terdepan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi komunikasi, Anda dapat membaca artikel tentang Kontrol Konten di platform digital.

Gangguan pada Palapa Ring Tengah ini menjadi pengingat akan pentingnya Akuisisi AdMedika dan investasi infrastruktur telekomunikasi yang berkelanjutan. Ketergantungan pada satu jenis infrastruktur, seperti kabel laut, perlu diimbangi dengan solusi cadangan yang andal.