Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Sumbang PNBP Rp30 Triliun

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan keterangan pers mengenai hasil lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
  • Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz berpotensi sumbang PNBP Rp30 triliun dalam 10 tahun
  • Tahap awal diperkirakan memberikan kontribusi Rp6 triliun
  • Menkomdigi Meutya Hafid sampaikan proyeksi di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta
  • Pemenang lelang: XLSmart, Telkomsel, dan Indosat untuk kedua frekuensi
  • Operator wajib hadirkan 4G di 538 desa/kelurahan dan percepat jaringan 5G
  • Tambahan penerimaan negara akan dikembalikan untuk program pro rakyat

JBNews.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memproyeksikan hasil lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz berpotensi menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp30 triliun dalam 10 tahun. Proyeksi ini muncul setelah proses seleksi spektrum frekuensi selesai digelar pada Juli 2026.

Meutya menyebutkan, pada tahap awal pengelolaan spektrum ini akan memberikan kontribusi PNBP sekitar Rp6 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari manfaat ekonomi yang dihasilkan dari proses lelang yang telah rampung.

“Potensi pendapatan negara dari pengelolaan spektrum ini menyumbang penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sebesar Rp6 triliun pada tahap awal dan total proyeksi penerimaan negara mencapai Rp30 triliun dalam jangka waktu 10 tahun,” kata Meutya di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menkomdigi menegaskan bahwa tambahan penerimaan negara tersebut akan dialokasikan kembali untuk mendukung program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Tambahan nilai ekonomi untuk negara ini tentu akan dikembalikan lagi untuk pembangunan program-program yang pro rakyat,” ucapnya.

Meskipun potensi pendapatan menjadi salah satu fokus, Meutya menekankan keberhasilan lelang tidak hanya diukur dari aspek penerimaan negara. Pemerintah mewajibkan operator seluler pemenang seleksi untuk menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan serta mempercepat pembangunan jaringan 5G. Hal ini bertujuan agar manfaat pengelolaan spektrum benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Sebelumnya, pemenang lelang frekuensi telah diumumkan. XLSmart menjadi pemenang lelang frekuensi 700 MHz dengan menguasai bandwidth 30 MHz senilai Rp1,0602 triliun. Telkomsel mengikuti dengan bandwidth 20 MHz senilai Rp642,5 miliar, dan Indosat dengan bandwidth 20 MHz senilai Rp507,48 miliar.

Untuk frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel menjadi pemenang dengan menguasai bandwidth 80 MHz senilai Rp545,84 miliar. Indosat mendapatkan bandwidth 60 MHz dengan penawaran Rp372 miliar, dan XLSmart meraih bandwidth 50 MHz senilai Rp231,6 miliar.

Proyeksi PNBP sebesar Rp30 triliun ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan pendanaan program digitalisasi nasional. Dengan kewajiban operator untuk memperluas jaringan 4G dan 5G, dampak langsung dari lelang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas konektivitas di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan internet berkualitas.

Keberhasilan lelang frekuensi ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan aset spektrum frekuensi yang terbatas. Pendapatan dari sektor ini tidak hanya memperkuat fiskal negara, tetapi juga menjadi modal untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.