Kabel Laut Nongsa-Changi Perkuat Gerbang Digital Indonesia

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
Pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable di Nongsa Digital Park Batam
  • Telkom Indonesia berhasil mendaratkan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Batam
  • NCC memiliki panjang 50 kilometer dengan kapasitas 24 fiber pairs
  • Proyek ini memperkuat konektivitas digital Indonesia-Singapura dan posisi Batam sebagai gerbang digital
  • Infrastruktur ini mendukung pertumbuhan ekosistem cloud, AI, dan data center di Asia Tenggara
  • Hadir sebagai bagian dari ekosistem Indonesia Cable Express (ICE)

JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), berhasil melakukan pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Nongsa Digital Park (NDP), Batam. Proyek infrastruktur strategis ini menjadi fondasi fisik bagi koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, yang hadir langsung dalam prosesi pendaratan kabel NCC, menegaskan bahwa transformasi digital Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur nyata dan konektivitas yang semakin kuat. “NCC menjadi fondasi fisik bagi terbentuknya koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, sekaligus semakin memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

Kehadiran NCC diharapkan dapat memperkuat posisi strategis kedua negara dalam ekosistem dan rantai nilai digital global. Menko Perekonomian menambahkan bahwa infrastruktur ini membuka ruang bagi tumbuhnya investasi, inovasi, dan aktivitas ekonomi baru berbasis teknologi. Proyek ini menandai progres signifikan menuju kesiapan operasional, sebagai salah satu dari dua kabel bawah laut Batam-Singapura yang dikembangkan TelkomGroup, bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA).

Spesifikasi dan Dampak Ekonomi NCC

NCC memiliki panjang sekitar 50 kilometer dengan kapasitas 24 fiber pairs. Infrastruktur ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi dan berlatensi rendah yang semakin meningkat, seiring pesatnya perkembangan layanan cloud, hyperscaler, kecerdasan artifisial (AI), serta interkoneksi data center di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari ekosistem Indonesia Cable Express (ICE), NCC akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Managing Director Business-2 Danantara Indonesia, Setyanto Hantoro, menilai investasi strategis seperti NCC menjadi penting karena penguatan kedaulatan dan infrastruktur digital dapat menjadi katalis bagi inovasi, daya saing, serta pertumbuhan berbagai sektor industri. “Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menciptakan multiplier effect ekonomi dengan mendorong tumbuhnya berbagai industri di Batam dan Indonesia secara keseluruhan, yang pada akhirnya turut memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional,” katanya.

Manfaat bagi Ekosistem Digital Regional

Keberhasilan proses pendaratan NCC di titik labuh paling strategis di Batam merepresentasikan dukungan nyata Pemerintah Indonesia dalam membuka koridor digital baru. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat ketahanan jaringan, memperluas keberagaman jalur konektivitas, sekaligus meningkatkan skalabilitas jaringan digital antara Indonesia dan Singapura. Lebih dari sekadar meningkatkan konektivitas regional, NCC diharapkan mampu mendorong percepatan pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui peningkatan investasi infrastruktur digital, pengembangan pusat data berstandar global, serta penciptaan peluang baru bagi pelaku industri digital.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. “Melalui pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, TelkomGroup berkomitmen memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. NCC menjadi wujud kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang semakin terhubung dan berdaya saing,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa infrastruktur strategis ini tidak hanya memperkuat konektivitas dan ketahanan digital Indonesia, tetapi juga memberikan keberagaman jalur dan konektivitas yang semakin kuat bagi Singapura sebagai hub digital regional.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, menilai NCC sebagai bagian penting dari strategi TelkomGroup melalui Telin dalam membangun konektivitas digital internasional yang andal. “NCC membuka koridor digital baru antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari Indonesia Cable Express. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan kapasitas konektivitas internasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekosistem cloud, AI, hyperscaler, serta interkoneksi pusat data yang menjadi fondasi transformasi digital kawasan,” jelas Budi.

Chief Executive Officer BW Digital, Ludovic Hutier, mengatakan kolaborasi antara BW Digital dan Telin merupakan langkah strategis dalam menghadirkan infrastruktur digital kelas dunia di kawasan. “Keberhasilan cable landing NCC mencerminkan komitmen bersama kami untuk menghadirkan infrastruktur digital yang menjadi fondasi bagi perkembangan digital di Asia Tenggara. Bersama Telin, kami membangun platform konektivitas yang siap menghadapi kebutuhan masa depan untuk mendukung meningkatnya permintaan kawasan terhadap layanan cloud, Artificial Intelligence (AI), dan data center,” ujar Hutier.

Hutier menambahkan bahwa NCC juga menjadi bagian penting dari ekosistem digital terintegrasi BW Digital yang mencakup jaringan fiber optik darat Citra Connect serta kampus pusat data NDP1 berkapasitas 144MW di Batam. Melalui ekosistem ini, BW Digital menghadirkan solusi infrastruktur digital yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan pelanggan dalam memperluas bisnis mereka di kawasan.

CEO NDP, Mike Wiluan, menekankan bahwa pendaratan kabel ini bukan sekadar penyelesaian sebuah infrastruktur digital, tetapi merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem digital. “Di Nongsa Digital Park, kami menyatukan konektivitas, pusat data, platform cloud, inovasi AI, talenta digital, serta perusahaan-perusahaan global ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” katanya. Mike menambahkan bahwa NDP kini secara resmi menjadi titik tujuan baru untuk kabel serat optik bawah laut domestik dan internasional.

Implikasi bagi Masa Depan Digital Indonesia

Proyek infrastruktur ini mengukuhkan posisi Batam sebagai gerbang digital strategis Indonesia yang menghubungkan ekosistem digital nasional dengan pasar regional dan global. Dengan kapasitas 24 fiber pairs dan panjang 50 kilometer, NCC menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem digital yang semakin terintegrasi. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan investasi digital, memperluas peluang bisnis, serta semakin memperkokoh posisi Indonesia, khususnya Batam sebagai gerbang digital strategis di kawasan Asia Tenggara.

Pencapaian pendaratan kabel NCC menjadi landasan penting untuk kolaborasi yang lebih luas dalam membangun ekosistem digital regional yang semakin terhubung. Dengan memperkuat sinergi bersama para mitra strategis, Telkom, Telin dan BW Digital akan terus menghadirkan solusi dan kapabilitas digital yang mendukung terciptanya peluang pertumbuhan baru di tengah percepatan transformasi digital global. Prosesi pendaratan kabel NCC turut dihadiri oleh Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto; Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong; Dubes RI untuk Singapura Hotmangaraja Panjaitan; Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro; Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura; serta jajaran direksi Telkom, Telin, BW Digital, dan NDP.