JBNews.id — Huasun Energy, perusahaan teknologi surya heterojunction (HJT) asal Tiongkok, menempati peringkat ke-12 dalam daftar “World’s Top GreenTech Companies 2026” yang dirilis TIME bersama Statista. Pencapaian ini menandai lompatan signifikan, setelah tahun lalu berada di posisi ke-34.
Dalam waktu satu tahun, peringkat Huasun melesat 22 posisi sehingga menjadi perusahaan Tiongkok dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut. TIME dan Statista menyusun pemeringkatan ini dengan menilai lebih dari 8.300 perusahaan di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, hanya 250 perusahaan teknologi hijau yang terpilih berdasarkan kinerja lingkungan hidup, kekuatan finansial, dan kapasitas inovasi.
Konsistensi pada Teknologi HJT Berbuah Pengakuan
“Pengakuan tersebut membuktikan bahwa keputusan Huasun mengembangkan teknologi HJT sejak awal berdiri merupakan langkah yang tepat,” ujar Chairman Huasun Energy, Dr. Xiaohua (Jimmy) Xu. “Langkah tersebut bukanlah pilihan yang paling mudah. Namun, kami percaya, teknologi ini akan menentukan masa depan industri tenaga surya.”
Xu menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, Huasun terus memperkuat kemampuan riset dan pengembangan, memperluas portofolio paten, serta mengubah berbagai terobosan teknologi menjadi produk yang kini dipercaya pelanggan di seluruh dunia. Saat ini, modul HJT buatan Huasun mencatat kinerja unggul dalam efisiensi sel produksi massal, keandalan, dan hasil energi sepanjang masa pakai. Keunggulan tersebut lahir berkat pengembangan teknologi yang konsisten, serta pengalaman rekayasa proses dan akumulasi kekayaan intelektual selama bertahun-tahun.
Selain mengembangkan produk generasi terkini, Huasun juga merintis lini produksi percontohan sel tandem HJT-perovskite berkapasitas 100 MW. Inisiatif tersebut membuka jalan menuju teknologi fotovoltaik generasi baru dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Huasun juga tengah mengembangkan teknologi surya HJT untuk kebutuhan antariksa, serta menjajaki integrasi tenaga surya dengan infrastruktur komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah tersebut memperkuat posisi HJT sebagai teknologi energi masa depan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aplikasi terestrial hingga sektor-sektor baru yang membutuhkan pasokan energi besar.
Baca Juga:
Ekspansi Global yang Didukung Kepercayaan Pasar
Dalam waktu kurang dari enam tahun, Huasun telah mengirimkan lebih dari 16 GW modul HJT ke berbagai proyek di lebih dari 80 negara dan wilayah. Teknologi HJT menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari tingkat bifaciality yang tinggi, koefisien suhu yang rendah, hingga jejak karbon yang lebih kecil. Kombinasi tersebut membuat teknologi ini semakin dipercaya oleh pengembang proyek, kontraktor EPC, dan investor sektor energi di berbagai belahan dunia.
Pencapaian Huasun di pemeringkatan global ini menunjukkan bahwa investasi pada satu jalur teknologi, yakni HJT, dapat menghasilkan dampak signifikan dalam waktu relatif singkat. Dengan kapasitas pengiriman yang terus bertambah dan inovasi yang berkelanjutan, Huasun memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam transisi energi global. Bagi pelaku industri dan investor, perkembangan ini menjadi indikator bahwa teknologi HJT memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar tenaga surya di masa depan, seiring dengan meningkatnya permintaan akan solusi energi yang efisien dan rendah karbon.
Informasi lebih lanjut mengenai Huasun Energy dapat diakses melalui situs resmi perusahaan di www.huasunsolar.com.




