Gugatan Class Action Terhadap Anthropic Soal Paket Langganan AI

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi foto Dario Amodei pendiri Anthropic dengan latar belakang kode pemrograman
  • Gugatan class action diajukan Karl Kahn terhadap Anthropic di pengadilan federal AS
  • Menargetkan paket Max 5x (USD 100/bulan) dan Max 20x (USD 200/bulan)
  • Kahn mengklaim batas pemakaian jauh di bawah yang diiklankan
  • Dalam satu sesi 5 jam, ia menghabiskan 15% jatah mingguan Max 20x
  • Anthropic beralih ke sistem penagihan berbasis token yang kurang transparan
  • Diskusi hangat di subreddit r/ClaudeAI antara pendukung dan penentang gugatan
  • Kasus muncul di tengah tekanan regulasi dan persiapan IPO Anthropic

JBNews.id — Seorang pengguna kecewa menggugat Anthropic, perusahaan pengembang model AI Claude, ke pengadilan federal AS atas tuduhan praktik pemasaran menyesatkan terkait batas pemakaian paket langganan premium.

Gugatan class action yang diajukan pada Senin (Juni 2026) oleh Karl Kahn ini menargetkan paket “Max 5x” seharga USD 100 per bulan dan “Max 20x” seharga USD 200 per bulan. Kahn menuduh Anthropic tidak memberikan batas pemakaian sesuai yang dijanjikan, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal.

Anthropic selama ini dikenal sebagai penyedia utama alat bantu coding berbasis AI. Paket termurah mereka, Claude Pro, dibanderol USD 17 hingga USD 20 per bulan. Namun, untuk tugas coding berat, perusahaan menawarkan Max 5x dan Max 20x dengan klaim batas pemakaian lima kali dan dua puluh kali lipat dari kapasitas Pro.

Dalam gugatannya, Kahn mengklaim bahwa kapasitas pemakaian sebenarnya “jauh di bawah jumlah yang diiklankan.” Ia menemukan bahwa dalam waktu beberapa minggu setelah berlangganan Max 20x, ia sudah mencapai batas mingguan hanya dalam satu sesi kerja selama lima jam—menghabiskan 15 persen dari jatah mingguannya.

Akibatnya, Kahn “terpaksa menghentikan pekerjaannya, menjatah pemakaian, atau membeli pemakaian tambahan untuk memastikan bisa menyelesaikan pekerjaannya,” demikian bunyi gugatan tersebut.

Klaim Pemasaran vs Realitas

Situs web Anthropic masih menampilkan janji bahwa Max 5x memberikan lima kali kapasitas Pro, dan Max 20x dua puluh kali lipatnya. Namun, gugatan menyebut praktik ini sebagai “penipuan” karena kenyataan di lapangan berbeda.

Coding merupakan salah satu tugas paling intensif untuk model AI. Budaya di kalangan pengembang—baik vibe coders maupun insinyur perangkat lunak—mengedepankan kecepatan dan volume. Mereka kerap menjalankan beberapa agen coding secara bersamaan selama berjam-jam, yang bisa menimbulkan tagihan bulanan hingga ribuan dolar.

Perusahaan AI semakin memperketat batas pemakaian untuk pelanggan coding mereka. Mereka beralih ke sistem penagihan berbasis pemakaian (usage-based billing) yang membebani pengguna sesuai jumlah token yang dikonsumsi. Model ini lebih mencerminkan biaya komputasi nyata yang ditanggung penyedia AI.

Namun, gugatan terbaru ini berargumen bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak transparan tentang cara mereka melacak dan menghitung pemakaian pelanggan. Kasus ini menjadi indikasi adanya resistensi terhadap biaya layanan AI, terutama dari pengguna berat.

Respons Komunitas dan Implikasi Industri

Gugatan ini memicu diskusi hangat di subreddit r/ClaudeAI. Sebagian pengguna mendukung keluhan Kahn, sementara yang lain menilai paket Max 5x dan Max 20x sudah memberikan nilai luar biasa.

Kasus ini menjadi sinyal peringatan bagi industri AI yang tengah menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Di satu sisi, perusahaan seperti Anthropic harus menyeimbangkan biaya komputasi yang tinggi dengan ekspektasi pelanggan. Di sisi lain, pengguna menuntut transparansi penuh dalam skema harga.

Dalam konteks yang lebih luas, Anthropic juga menghadapi tantangan regulasi. Pemerintah AS meminta Anthropic memperbaiki Claude Fable 5 terkait kepatuhan terhadap standar keamanan. Sementara itu, Anthropic Mythos 5 dibatasi pemerintah AS karena dinilai menjadi ancaman keamanan siber.

Kasus gugatan ini juga muncul di tengah persiapan IPO beberapa perusahaan AI besar. IPO OpenAI dan Anthropic menjadi ujian terberat industri AI yang akan segera dimulai, di mana transparansi harga dan kepuasan pelanggan akan menjadi faktor krusial bagi investor.

Implikasi bagi Pengguna

Bagi pengguna individu dan perusahaan yang mengandalkan alat coding AI, gugatan ini membawa pesan jelas: pentingnya membaca syarat dan ketentuan dengan saksama serta memahami mekanisme penagihan berbasis pemakaian. Jika gugatan ini berhasil, bisa menjadi preseden yang memaksa perusahaan AI untuk lebih transparan dalam pemasaran paket langganan mereka.

Kasus Karl Kahn vs Anthropic masih dalam tahap awal. Namun, ia telah menjadi simbol perjuangan pengguna melawan praktik pemasaran yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan di era layanan AI yang semakin mahal dan kompleks.

Ilustrasi foto pendiri Anthropic Dario Amodei yang menjadi pusat gugatan class action pengguna.